Jakarta, SeputarSumut – Kabar terbaru dari Riyadh menyebutkan bahwa Raja Salman bin Abdulaziz, Pemimpin Kerajaan Arab Saudi, telah resmi meninggalkan Rumah Sakit Spesialis Raja Faisal pada Jumat (17/1) setelah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan.
Istana Kerajaan Arab Saudi melalui pernyataan resminya yang dilaporkan QNA mengonfirmasi kepulangan sang Penjaga Dua Masjid Suci. Disebutkan bahwa Raja Salman menyelesaikan pemeriksaan medis pada 16 Januari 2026 dengan hasil yang sangat meyakinkan.
Dunia Internasional: Raja Salman Tinggalkan RS di Riyadh
Aktivitas medis ini bermula saat Saudi Press Agency (SPA) melaporkan bahwa raja harus masuk ke rumah sakit di Riyadh guna menjalani pengecekan kondisi tubuh. Meskipun demikian, pihak kerajaan tidak memberikan detail terperinci mengenai jenis pemeriksaan medis yang dilakukan oleh tim dokter.
“Pemelihara Dua Masjid Suci, Semoga Allah menjaganya, menjalani pemeriksaan medis hari ini di Rumah Sakit Spesialis King Faisal di Riyadh,” tulis pengumuman resmi pihak Kerajaan Saudi untuk menginformasikan kondisi pemimpin mereka.
Mengingat usia Raja Salman yang kian senja, kondisi kesehatan pria yang menduduki takhta sejak wafatnya Raja Abdullah pada 2015 tersebut terus menjadi sorotan dunia internasional.
Kepemimpinan harian kerajaan saat ini secara praktis dijalankan oleh Mohammed bin Salman (MbS). Ia telah ditunjuk sebagai Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi oleh ayahnya sendiri sejak tahun 2017 silam.
Melansir laporan AFP, meskipun informasi mengenai kesehatan Raja Salman jarang menjadi konsumsi publik, tercatat ia telah beberapa kali menjalani perawatan intensif dan tindakan operasi dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2024, pihak kerajaan pernah merilis informasi bahwa Raja Salman menderita infeksi paru-paru sebelum akhirnya dinyatakan sembuh total. Riwayat medis lainnya mencatat sang raja sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit pada Mei 2022.
Berdasarkan berita SPA saat itu, pemimpin Arab Saudi ini menjalani prosedur kolonoskopi dan harus menginap selama lebih dari satu minggu. Pasca tindakan tersebut, Raja Salman diwajibkan untuk beristirahat sejenak dari tugas kenegaraan.
Masih di tahun yang sama, tepatnya pada Maret 2022, beliau juga sempat dilarikan ke rumah sakit untuk kepentingan observasi medis.
Media pemerintah pada saat itu mengumumkan bahwa seluruh rangkaian pemeriksaan berjalan sukses, termasuk prosedur penggantian baterai alat pacu jantung. Selain itu, pada tahun 2020, raja yang kini menginjak usia 90 tahun tersebut juga pernah menjalani operasi pengangkatan kantung empedu.
(*/cnni)


