seputar-Medan | Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatat rata-rata harga gabah kelompok kualitas Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat petani mengalami kenaikan sebesar 0,07 persen dari Rp6.454 per kg pada Agustus menjadi Rp6.459 per kg pada September 2023.
” Kelompok kualitas Gabah Kering Panen atau GKP juga mengalami kenaikan sebesar 0,54 persen dari bulan sebelumnya yaitu dari Rp6.007 per kg menjadi Rp6.039 per kg,” kata Kepala BPS Sumut, Nurul Hasanudin di Medan, Senin (02/10/2023).
Berita Ekonomi: Rata-rata Harga Gabah Kualitas GKG di Tingkat Petani Mengalami Kenaikan
Hasan menyebutkan, rata-rata harga gabah kelompok kualitas Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat penggilingan tidak mengalami perubahan harga dari bulan Agustus ke bulan September yaitu sebesar Rp6.604 per kg. Sedangkan kelompok kualitas Gabah Kering Panen (GKP) mengalami kenaikan sebesar 1,42 persen dari bulan sebelumnya yaitu dari Rp6.162 per kg menjadi Rp6.250 per kg.
“Di tingkat petani pada September, harga gabah tertinggi senilai Rp7.200 per kg berasal dari gabah kualitas GKG varietas Ciherang di Kabupaten Asahan. Sedangkan harga terendah senilai Rp5.300 per kg berasal dari Gabah kualitas GKP varietas Inpari 32 dari Kabupaten Simalungun,”jelas Hasan.
Di tingkat penggilingan pada September, harga gabah tertinggi senilai Rp7.300 per kg berasal dari gabah kualitas GKG varietas Ciherang di Kabupaten Asahan. Sedangkan harga terendah senilai Rp5.350 per kg berasal dari Gabah kualitas GKP varietas Inpari 32 dari Kabupaten Simalungun.
Hasan melanjutkan, berdasarkan survei Harga Produsen Gabah di Sumatera Utara pada September telah mencatat 83 observasi transaksi penjualan gabah di 13 Kabupaten terpilih dengan komposisi terbanyak didominasi oleh Gabah Kering Giling (GKG) sebanyak 30 observasi (36,14%), disusul Gabah Luar Kualitas sebanyak 27 observasi (32,53%), dan Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 26 observasi (31,33%).(Siong)
