Jakarta, SeputarSumut – Informasi mengenai risiko penyakit yang dimiliki seseorang ternyata dapat diketahui melalui golongan darah, bukan sekadar data medis biasa. Temuan ini diungkapkan dalam studi terbaru yang menyoroti keterkaitan antara tipe darah dengan kondisi kesehatan tertentu.
Berdasarkan laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers, individu dengan golongan darah A memiliki kerentanan yang lebih tinggi untuk terkena penyakit hati di masa depan. Hasil observasi menunjukkan bahwa masalah hati lebih umum ditemukan pada pemilik golongan darah A, disusul kemudian oleh pemilik golongan darah O, B, dan terakhir AB.
Pernik Ragam: Risiko Penyakit Hati Berdasar Golongan Darah
Kondisi sebaliknya terlihat pada pemilik golongan darah B yang justru memiliki risiko penyakit hati lebih rendah. Hal ini terutama berlaku untuk risiko kolangitis bilier primer (PBC), yakni sebuah kondisi medis yang berpotensi memicu kegagalan fungsi hati.
Penting untuk dipahami bahwa penyakit hati yang dibahas dalam penelitian ini bersifat autoimun, bukan disebabkan oleh faktor gaya hidup. Mengutip laman European Medical Journal, pada kasus hepatitis autoimun, virus menyerang sel hati, sementara pada PBC, serangan terjadi di saluran empedu yang bisa berakhir pada sirosis.
Data penelitian ini diperoleh setelah mengamati lebih dari 1.200 partisipan dengan latar belakang golongan darah yang variatif. Dari total peserta tersebut, sebanyak 114 orang di antaranya merupakan pasien yang terdiagnosis menderita penyakit hati autoimun.
Meskipun ada keterkaitan tersebut, pemilik golongan darah A tidak lantas dipastikan akan mengidap penyakit hati. Langkah perlindungan terbaik tetap bertumpu pada intervensi dini, pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta penerapan pola hidup yang sehat.
Para peneliti menyarankan masyarakat, khususnya yang bergolongan darah A, untuk segera melakukan perubahan gaya hidup guna menjaga kesehatan organ hati. Salah satu langkah krusial adalah dengan menghindari konsumsi minuman beralkohol secara total karena sifatnya yang dapat memperparah kerusakan sel hati.
Selain alkohol, pembatasan asupan sodium atau garam berlebih sangat dianjurkan untuk mencegah asites atau penumpukan cairan di rongga perut. Jika dibiarkan, kondisi penumpukan cairan ini dapat memicu komplikasi serius pada fungsi hati.
Sebagai langkah preventif tambahan, sangat penting untuk konsisten menerapkan pola makan sehat yang kaya akan sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta biji-bijian utuh. Pastikan juga untuk membatasi konsumsi lemak jenuh dan beralih ke asupan lemak yang lebih sehat bagi tubuh.(*/cnni)


