seputar-Medan | Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik kembali mencatatkan pencapaian baru dalam pelayanan kesehatan. Tim dokter rumah sakit tersebut berhasil melakukan operasi pada seorang balita asal Aceh yang menderita Polimelia.
Operasi pada kasus langka itu telah berlangsung pada 20 April 2024 lalu. Dokter Iman Dwi Winanto SpOT(K), dokter spesialis orthopaedi dan traumatology divisi pediatric (anak) dari KSM Orthopaedi dan Traumatology RS Adam Malik memandu tim operasi.
Info Medan: RS Adam Malik Sukses Operasi Balita Penderita Penyakit Langka
Tim medis bekerja sama dengan dr Abdurrahman Mousa Arsyad MKed (NeuSurg) SpBS(K) dari KSM Bedah Saraf dan dr Arya Tjipta Prananda SpBP-RE(K) dari KSM Bedah Divisi Bedah Plastik, serta tim dokter dari KSM Anestesiologi dan Terapi Intensif.
“Kasus langka ini merupakan kelainan kongenital duplikasi tungkai bawah yang disebut polimelia, disertai dengan kondisi kelainan pembentukan tabung saraf tulang belakang atau disebut spina bifida,” kata dr Irman lewat siaran persnya, Selasa (30/4/2024).
Penyakit ini diderita oleh seorang pasien balita perempuan berusia 1,5 tahun asal Tapak Tuan, Aceh Selatan. Kelainan tersebut, kata dokter itu merupakan kelainan bawaan yang sangat jarang dan tidak umum terjadi pada manusia.
Pemicunya, karena tidak berhasilnya pemisahan zigot kembar pada masa kehamilan. Kelainan ini lalu mengakibatkan terjadinya gangguan berjalan hingga mengganggu tumbuh kembang bayi setelah lahir.
”Polimelia mengacu pada kondisi munculnya organ ekstra atau anggota badan pada bayi baru lahir, suatu kondisi yang mempengaruhi sekitar satu bayi dari setiap satu juta kelahiran hidup,” paparnya.
Operasi pengangkatan anggota tubuh tambahan ini, aku dr Irman sangat sulit dilakukan, karena minimnya jumlah kasus yang ada atau terpublikasikan di Indonesia dan dunia.
Awalnya Sulit Berbaring
Pada kasus ini, awalnya pasien mengalami kesulitan saat berbaring dan berjalan sejak lahir. Ini disebabkan karena adanya tulang yang menonjol keluar dari tulang belakang pada area paha kanan bagian belakang. Tulang itu semakin membesar seiring dengan pertambahan usia pasien, sehingga mengakibatkan terjadinya luka.
Operasi selama sekitar empat jam dilakukan untuk mengeluarkan tulang tungkai bawah yang telah tumbuh menonjol keluar tersebut.
“Hasil pasca-operasinya baik setelah menjalani tindakan bedah, dan tentunya tanpa gejala sisa atau kecacatan apa pun hingga saat ini. Hal ini tentunya mengukir sejarah RS Adam Malik dalam penanganan kasus langka seperti ini,” ucap dr Iman.
Praktisi kesehatan itu menambahkan, kondisi pasien saat ini terus membaik sehingga boleh pulang untuk rawat jalan pada 26 April 2024. Selanjutnya, pasien menjalani pengobatan dan pemeriksaan pasca-operasi.
Ia berharap penanganan kasus langka ini bisa memberi manfaat bagi semua pihak, terutama dalam pelayanan kesehatan di Sumatera Utara dan sekitarnya. (red)


