Rabu, Juli 1, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Rudal Balistik Iran Sasar Pangkalan Militer AS-Inggris Diego Garcia di Samudra Hindia

Oleh Redaksi 15
Sabtu, 21 Maret 2026
Foto: Iran memiliki teknologi rudal dengan daya jangkau yang jauh lebih hebat dari perkiraan intelijen sebelumnya.(Press TV/Harian Disway)

Iran memiliki teknologi rudal dengan daya jangkau yang jauh lebih hebat dari perkiraan intelijen sebelumnya.(Press TV/Harian Disway)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut — Ketegangan di kawasan Samudra Hindia meningkat tajam setelah Iran meluncurkan dua rudal balistik yang diarahkan ke pangkalan militer gabungan Amerika Serikat dan Inggris, Diego Garcia, pada Jumat (20/3). Serangan ini menandai eskalasi serius dalam dinamika keamanan global yang melibatkan kekuatan besar di wilayah tersebut.

Meskipun diarahkan ke instalasi militer strategis, kedua rudal tersebut dilaporkan gagal mengenai sasaran pangkalan yang terletak sekitar 4.000 kilometer dari daratan Iran. Jarak yang sangat jauh ini menjadi sorotan utama dalam insiden peluncuran senjata jarak jauh tersebut.

Dunia Internasional: Rudal Balistik Iran Sasar Pangkalan Militer AS-Inggris Diego Garcia di Samudra Hindia

Iklan Indako SeputarSumut

Berdasarkan laporan yang dilansir dari AFP, salah satu rudal Iran tersebut mengalami kegagalan teknis saat masih berada di udara. Sementara itu, rudal kedua berhasil dinetralisir oleh sistem pencegat SM-3 yang ditembakkan dari kapal perang milik Amerika Serikat sebelum mencapai target.

Insiden ini mengungkap fakta baru mengenai kemampuan militer Teheran, di mana peluncuran tersebut membuktikan bahwa Iran memiliki teknologi rudal dengan daya jangkau yang jauh lebih hebat dari perkiraan intelijen sebelumnya. Hal ini menjadi kejutan strategis bagi negara-negara Barat yang terus memantau perkembangan persenjataan Iran.

Kemampuan jelajah rudal yang mencapai 4.000 kilometer ini pun berbanding terbalik dengan pernyataan resmi pemerintah Iran sebelumnya. Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sempat mengeklaim bahwa pihak Teheran secara sukarela telah membatasi jangkauan operasional rudal mereka hanya sampai pada jarak 2.000 kilometer saja.

Berita Terkait

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Kemajuan Produksi Pesawat Tempur Siluman J-35 Tiongkok Diklaim Semakin Canggih

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pihak Gedung Putih maupun Kedutaan Besar Inggris di Washington. Begitu pula dengan Kementerian Pertahanan Inggris yang masih memilih untuk tidak berkomentar mengenai serangan yang menyasar fasilitas militer mereka tersebut.

Perlu diketahui bahwa Diego Garcia yang berlokasi di Kepulauan Chagos merupakan satu dari dua pangkalan yang izin penggunaannya diberikan oleh Inggris kepada Amerika Serikat. Fasilitas ini dikelola bersama sebagai pusat “operasi pertahanan” untuk membentengi kepentingan kedua negara dari ancaman Iran.

Fungsi strategis pangkalan Diego Garcia sangat vital karena menjadi markas bagi penempatan pesawat pembom dan berbagai peralatan tempur berat Amerika Serikat. Lokasi ini telah lama menjadi pusat komando operasi militer di Asia, termasuk saat AS melancarkan aksi pemboman di wilayah Afghanistan dan Irak pada masa lalu.

Status kepemilikan wilayah tersebut sebenarnya tengah dalam proses transisi setelah Inggris sepakat untuk mengembalikan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius. Inggris sendiri telah menguasai kepulauan tersebut sejak dekade 1960-an dan tetap mempertahankan hak sewa khusus untuk operasional pangkalan militer di Diego Garcia.

Namun, langkah diplomatik pengembalian wilayah Chagos kepada Mauritius tersebut tidak berjalan mulus di tingkat politik internasional. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka telah menyampaikan kecaman keras terhadap keputusan Inggris yang bersedia mengembalikan kepulauan strategis tersebut.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com