seputar-Jakarta | DPP Partai Gerindra memutuskan mengusung Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Bupati Asahan Surya sebagai pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur di Pilkada Sumatera Utara (Sumut) 2024.
Keputusan Gerindra ini sama dengan keputusan Partai Golkar yang sebelumnya juga telah resmi mengumumkan mengusung Bobby dan Surya di Pilgub Sumut 2024.
Sorot Politik: Sama dengan Golkar, Gerindra Usung Bobby-Surya di Pilgub Sumut
“Yang kita putuskan adalah saudara Bobby Nasution dengan Surya Bupati Asahan,” ungkap Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/7/2024).
Muzani mengamini bahwa partainya mengusung calon yang sama dengan Partai Golkar di Pilkada Sumut November mendatang.
“Ya (sama dengan Golkar),” kata Wakil Ketua MPR RI ini.
Partai Golkar sebelumnya resmi mengenalkan kadernya yang menjabat Bupati Asahan, Surya, untuk diusung menjadi Cawagub Sumut mendampingi Bobby. Sikap Golkar tersebut pun disambut positif oleh menantu Presiden Joko Widodo itu.
“Disandingkan dengan Pak Surya, berarti ini titik terang dari nama-nama selama ini hadir di bursa Calon Wakil Gubernur Sumut yang disampaikan,” kata Bobby saat hadir dalam Bimtek Anggota DPRD dan Calon Anggota DPRD Terpilih Fraksi Golkar se-Sumut di Hotel JW Marriot, Medan, Senin (15/7).
Bobby sebelumnya telah menyerahkan sosok pendampingnya kepada Ketua DPD Golkar Sumut, Musa Rajekshah (Ijeck). Sementara penunjukkan Surya diklaim sudah mendapat restu dari Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.
“Pak Airlangga sudah menyampaikan dan sudah disampaikan Bang Ijeck, ini sudah terang. Sesuai arahan Ketua Umum, dan Ketua DPD Sumut untuk dampingi saya, yang pasti dari kader Partai Golkar,” lanjut Bobby.
Dukungan PDIP
Sementara itu PDIP Sumut masih belum juga mendeklarasikan dukungannya di pemilihan gubernur (Pilgub) Sumut 2024 meski sejauh ini ada 4 nama yang mendaftar ke PDIP, yakni eks Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, eks Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, pengusaha Barry Simorangkir, dan Abdul Aziz.
Namun dari keempat nama tersebut, Edy Rahmayadi disebut-sebut sebagai calon petahana yang paling kuat untuk diusung. PDIP juga tampak memberikan kode dukungan kepada Edy.
“Tunggu saja nanti siapa calon PDIP. Yang pasti bukan Bobby Nasution,” kata Wakil Ketua DPD PDIP Sumut Aswan Jaya pada Selasa (16/7).
Saat ditanya apakah Edy yang akan diusung, Aswan hanya tersenyum.
“Tunggu saja dalam waktu dekat (akan kami umumkan). Mungkin saja (sekaligus dengan wakilnya),” sambungnya.
Kode lain, Aswan membela Edy yang dikritik habis-habisan oleh Gerindra Sumut. Kata Gerindra, Edy gagal total saat menjabat sebagai Gubernur Sumut periode 2018-2023.
“Lihat saja LKPJ (laporan keterangan pertanggungjawaban) Pak Edy selama jadi gubernur. Semuanya menerima kok. Di mana ceritanya gagal total? Ya jadi lihat masing masing jawaban fraksi parpol di DPRD Sumut,” kata dia.
“Siapa yang menolak LKPJ Edy? Gak ada. Kok tiba-tiba dibilang gagal total? Jadi berpikirnya jernihlah, lurus, adil untuk menilai seseorang gagal atau tidak,” tegasnya.
Kritikan Gerindra
Kata Gerindra Sumut, PDIP sebaiknya mempertimbangkan nama Edy secara matang. Sebab, menurut Gerindra, Edy gagal total saat menjabat sebagai Gubernur Sumut periode 2018-2023.
“Saya khawatir pun PDIP mendukung Edy mungkin karena terpaksa, enggak ada kadernya yang mumpuni untuk maju sebagai calon gubernur,” kata Sekretaris Gerindra Sumut Sugiat Santoso saat dihubungi, pada Jumat (12/7).
“Karena dari segi apa PDIP bisa mendukung Edy? Misalnya dari segi kaderisasi, regenerasi, enggak nyambung. Dari segi prestasi gagal selama lima tahun memimpin Sumut gagal total kan,” sambungnya. (rmol/kumparan/ss)


