Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Politik

Sejumlah Kadus di Labura Diintimidasi Menangkan Capres Tertentu

Oleh Redaksi 15
Sabtu, 10 Februari 2024
Foto: Tim Hukum AMIN Sumut

Tim Hukum AMIN Sumut

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Medan | Tim Hukum Anies Baswedan-Muhaimin (AMIN) Sumatera Utara (Sumut) mengaku menerima 87 laporan dari masyarakat terkait dugaan pelanggaran Pemilu 2024. Diantaranya laporan terkait sejumlah kepala dusun (kadus) diintimidasi untuk memenangkan capres dan caleg tertentu.

“Saya pikir ini banyak sekali (laporan), apapun itu kita percaya bapak Kapolda, bapak Kajati, bapak ketua pengadilan, ini unsur Muspida Sumatera Utara adalah orang-orang yang berintegritas. Saya pikir untuk Pemilu 2024 pada 14 Februari nanti saya yakin Muspida bisa menjaga yang terbaik buat Sumatera Utara,” kata Yance Aswin, Koordinator Tim Hukum AMIN kepada pers, Jumat (9/2/2024) sore di Medan.

Sorot Politik: Sejumlah Kadus di Labura Diintimidasi Menangkan Capres Tertentu

Iklan Indako SeputarSumut

Yance selanjutnya mengungkap, kadus yang mendapat intimidasi memenangkan salah satu Capres tersebut berada di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).

“Di Labuhanbatu Utara, di situ ada intimidasi dari beberapa yang mengatasnamakan oknum penguasa agar para kepala dusun atau keluarga-keluarganya, supaya tetap memilih pasangan 02, kita langsung aja (beberkan) karena itu datanya,” ujarnya dalam konfrensi pers, Jumat (9/2/2024) sore.

Ia menyampaikan karena tidak mau mengikuti arahan untuk memenangkan salah satu capres, terjadi perselisihan hingga akhirnya ada kadus yang dipecat.

Berita Terkait

Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Fraksi PKS DPRD Medan Sampaikan Sejumlah Catatan Penting

DPRD Medan Desak Pemko Medan Realisasikan Pembuatan Kolam Retensi di Medan Tembung

“Mereka tidak mau, karena tidak mau maka terjadi perselisihan bahasa, dari perselisihan bahasa ini implikasi yang terburuk akhirnya mereka dinonaktifkan, bahkan ada yang diberhentikan,” ujar Yance.

Atas kondisi ini, Tim Hukum AMIN Sumut berpesan kepada Bupati Labura untuk menindaklanjuti adanya intimidasi terhadap kadus untuk memenangkan salah satu capres.

“Dan ini miris sekali, kita berpesan kepada Bupati Labura untuk hal ini tolong diteliti dan dicari tahu secara pasif, bila perlu kami akan turun menyampaikan ini. Tidak pun karena pemilu ini, Anda punya tugas dan tanggung jawab untuk menertibkan hal-hal seperti ini,” ujarnya.

Yance Aswin juga mengungkapkan, bukan hanya intimidasi untuk memenangkan capres tertentu, sejumlah kadus di Sumut juga dipaksa memenangkan caleg tertentu.

“Selanjutnya ada di Kabupaten Langkat, kadus diintimidasi memenangkan salah satu caleg, ini kami terima dari sejumlah Kadus di Langkat,” ujarnya. “Selanjutnya kami akan membuat laporan ke pihak berwenang,” tegasnya dengan nada berapi-api.

Koordinator Tim Hukum AMIN juga membeberkan ada 9 laporan di Medan, 4 laporan sudah di-follow up oleh Bawaslu. “5 lagi kita masih menunggu termasuk salah satu pidana umumnya pengempesan pentil ban pada saat di Kantor Tim Pemenangan Daerah, itu belum selesai,” ungkapnya.

“Ada juga di Mandaling Natal (Madina), ini agak kontraproduktif, karena calon di antara caleg saling merusak, ini juga masuk ke Tim Hukum Amin Sumut, kita sangat terbuka dan kita selesaikan dengan cara mediasi,” ujar Yance seraya mengatakan, sepanjang tidak ada yang melaporkan agak susah mengindentifikasi pelanggaran. (red)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Fraksi PKS DPRD Medan Sampaikan Sejumlah Catatan Penting
  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com