Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Nasional

Sekolah Rusak di Aceh dan Sumatra Segera Rampung

Oleh Redaksi 15
Jumat, 30 Januari 2026
Foto: Sekolah Rusak di Aceh dan Sumatra Segera Rampung

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti.(Foto Istimewa)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut – Kepastian mengenai penyelesaian revitalisasi sekolah yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang di lokasi bencana Aceh dan Sumatra telah diberikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti. Target pengerjaan proyek tersebut dipastikan selesai sebelum memasuki tahun ajaran baru 2026/2027.

Adapun bagi bangunan sekolah yang tergolong rusak berat serta memerlukan relokasi penuh, ditargetkan bakal rampung dalam kurun waktu tahun ini. Proses pembangunan di lokasi baru memerlukan durasi yang lebih panjang dibandingkan sekadar perbaikan struktural biasa.

Lintas Nasional: Sekolah Rusak di Aceh dan Sumatra Segera Rampung

Iklan Indako SeputarSumut

“Sekolah yang mengalami kerusakan ringan dan sedang ditargetkan selesai sebelum tahun ajaran baru 2026/2027 dimulai. Namun, untuk yang membutuhkan relokasi dan pembangunan baru dalam skala besar, biasanya memakan waktu lebih dari enam bulan,” jelas Abdul Mu’ti saat melakukan kunjungan kerja di Aceh Tengah, Kamis (29/1).

Pemerintah juga telah menyiapkan dukungan finansial yang besar untuk menunjang program perbaikan ini dengan alokasi anggaran mencapai Rp 2,4 triliun bagi tiga provinsi terdampak. Ketersediaan dana ini menjadi jaminan kelancaran proses pemulihan infrastruktur pendidikan di wilayah tersebut.

Dana tersebut merupakan bagian dari anggaran revitalisasi pendidikan tahun 2026 yang difokuskan bagi daerah yang diterjang bencana alam. Skema prioritas diberikan khusus untuk wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat bencana banjir dan tanah longsor.

Berita Terkait

Amanat dan Lima Pesan Penting Presiden Prabowo Subianto di Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80

Kemenko PMK dan BMKG Minta Pemerintah Daerah Perkuat Antisipasi Dampak El Nino Kuat 2026

“Total dana untuk tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, adalah sebesar Rp 2,4 triliun. Seluruh anggarannya sudah tersedia dan siap digunakan,” tegas Abdul Mu’ti dalam keterangannya.

Guna mempercepat proses rehabilitasi di lapangan, pihak kementerian menerapkan dua skema pembangunan yang berbeda sesuai kebutuhan. Terkait penyediaan ruang kelas darurat, kementerian menjalin kolaborasi dengan dinas pendidikan setempat serta berbagai organisasi kemasyarakatan.

Sedangkan untuk pembangunan unit sekolah baru serta rehabilitasi total bangunan permanen, pemerintah menempuh jalur kerja sama strategis dengan TNI Angkatan Darat. Langkah ini diambil untuk memastikan pengerjaan bangunan memiliki standar kualitas dan kecepatan yang optimal.

“Kami telah menyepakati MoU dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) khusus untuk pembangunan unit sekolah baru. Begitu agenda di Aceh ini selesai, tindak lanjut dari nota kesepahaman tersebut akan segera ditandatangani,” tambahnya.

Langkah bantuan tidak berhenti pada infrastruktur fisik saja, karena kementerian juga menyalurkan voucer uang tunai senilai Rp 20 juta per sekolah untuk kebutuhan peralatan belajar sementara. Selain itu, sekolah-sekolah di wilayah terpencil yang terkendala akses komunikasi akan mendapatkan bantuan perangkat Starlink guna memastikan kelancaran koneksi internet.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com