Jakarta, SeputarSumut — Persenjataan canggih berupa rudal Sejjil secara resmi diluncurkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) untuk pertama kalinya dalam Operasi True Promise 4 guna menghadapi kekuatan Amerika Serikat dan Israel. Pengerahan alutsista strategis ini menandai babak baru dalam eskalasi konflik di kawasan tersebut.
Kabar mengenai penggunaan rudal mematikan tersebut dikonfirmasi oleh Kantor Hubungan Masyarakat IRGC yang melaporkan bahwa unit itu dikerahkan dalam serangan balasan ke wilayah Israel pada Minggu (15/3). Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap dinamika keamanan yang melibatkan kedua negara.
Dunia Internasional: Serangan Operasi True Promise 4: Iran Kerahkan Rudal Sejjil Gempur Infrastruktur Militer Israel
Target utama dari penembakan Sejjil adalah pusat-pusat manajemen serta lokasi pengambilan keputusan yang berkaitan dengan operasi udara Negeri Zionis, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita semi-resmi Tasnim. Serangan ini dirancang untuk melumpuhkan koordinasi militer lawan secara presisi.
Dalam operasionalnya, Sejjil tidak meluncur sendirian melainkan dikombinasikan dengan rudal superberat Khorramshahr yang membawa hulu ledak seberat dua ton. Selain itu, jajaran rudal Khaybar-shekan (Khaybar-buster), Qadr, serta Emad turut memperkuat gelombang serangan udara tersebut.
Pihak IRGC mengklaim bahwa gelombang serangan ini telah berhasil menggempur berbagai infrastruktur militer utama milik Israel. Tidak hanya merusak fasilitas fisik, IRGC juga menyatakan sukses dalam mengebom titik-titik yang menjadi tempat berkumpulnya pasukan militer Israel.
Momentum ini menjadi kali kedua bagi Teheran dalam mengerahkan rudal Sejjil di medan tempur yang sebenarnya. Rudal yang telah disimpan selama bertahun-tahun dalam gudang senjata mereka ini pertama kali mencicipi pertempuran pada konflik Israel vs Iran di bulan Juni 2025 lalu.
Secara teknis, Sejjil merupakan rudal balistik dengan teknologi bahan bakar padat yang dikembangkan secara khusus oleh ilmuwan Iran. Inovasi ini hadir untuk menggantikan generasi rudal berbahan bakar cair yang lebih lama, seperti seri Shahab.
Keunggulan utama yang dimiliki Sejjil terletak pada waktu persiapan peluncurannya yang jauh lebih singkat serta tingkat mobilitas yang sangat tinggi. Karakteristik ini membuat Sejjil sangat sulit dideteksi maupun dihancurkan oleh sistem pertahanan lawan sebelum rudal tersebut sempat meluncur ke udara.
Di dalam arsenal persenjataan Iran, Sejjil menyandang status sebagai salah satu rudal paling mutakhir yang mereka miliki. Dengan kemampuan membawa hulu ledak konvensional maupun nuklir seberat 700 kg, rudal ini menjadi ancaman strategis yang nyata bagi kawasan Timur Tengah hingga Eropa Tenggara.
Jangkauan operasional Sejjil dipercaya mampu mencapai jarak antara 2.000 hingga 2.500 kilometer. Radius daya jelajah ini dianggap lebih dari cukup untuk menjangkau wilayah Israel, Arab Saudi, serta berbagai pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di wilayah Timur Tengah.
Performa kecepatan yang dihasilkan oleh Sejjil juga sangat impresif, di mana rudal ini mampu menembus kecepatan Mach 12-14 saat memasuki atmosfer bumi. Saat mendekati dan menghantam target sasarannya, kecepatan rudal ini tetap berada pada angka yang sangat tinggi, yakni mencapai Mach 5.(*/cnni)


