Jakarta, SeputarSumut — Operasi evakuasi dan pembersihan puing-puing bangunan hingga saat ini masih terus dilakukan di kota Ghazieh pasca serangan mematikan tersebut. Berdasarkan laporan dari media pemerintah Lebanon sebagaimana dilansir AFP pada Jumat 17 April 2026, peristiwa tragis ini disebut sebagai sebuah pembantaian terhadap warga sipil yang menghuni wilayah kota itu.
Data terbaru mengenai jumlah korban jiwa akibat agresi ini tercatat sebanyak 7 orang meninggal dunia. Melansir informasi dari Kementerian Kesehatan setempat, angka tersebut masih bersifat pendahuluan dan sangat mungkin bertambah mengingat proses pendataan korban yang melukai setidaknya 33 orang lainnya belum dinyatakan final.
Dunia Internasional: Serangan Udara Israel di Ghazieh Lebanon Tewaskan 7 Orang Menjelang Gencatan Senjata
Kepastian mengenai penghentian sementara peperangan ini disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon telah mencapai kesepakatan damai. Rencananya, kesepakatan gencatan senjata yang telah disetujui kedua belah pihak tersebut akan dilaksanakan selama jangka waktu 10 hari ke depan.
Kota Ghazieh di Lebanon selatan baru saja diguncang serangan udara militer Israel yang mengakibatkan sedikitnya tujuh warga tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Peristiwa berdarah tersebut terjadi hanya berselang beberapa jam sebelum jadwal pemberlakuan gencatan senjata 10 hari yang telah disepakati oleh kedua negara yang berkonflik.
Informasi mengenai detail waktu pelaksanaan gencatan senjata ini juga telah dibagikan secara resmi oleh pihak Amerika Serikat. Trump menjelaskan bahwa seluruh kegiatan militer akan mulai dihentikan pada pukul 5 sore waktu EST Amerika Serikat sebagai bagian dari implementasi perdamaian singkat tersebut.
Melalui unggahan di platform Truth Social yang dikutip dari Al Jazeera pada Kamis 16 April, Trump menyebutkan telah menjalin komunikasi intensif dengan para pemimpin kedua negara. Ia menyatakan baru saja melakukan percakapan yang sangat positif dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Bibi Netanyahu untuk membahas langkah-langkah deeskalasi.
Kedua pemimpin negara tersebut pada akhirnya sepakat bahwa gencatan senjata 10 hari yang dimulai pukul 5 sore EST adalah langkah awal yang diperlukan untuk mewujudkan perdamaian secara resmi. Pengumuman ini menjadi sorotan internasional di tengah ketegangan yang masih memanas di wilayah Lebanon selatan sebelum batas waktu kesepakatan berlaku.(*/dtk)


