Jakarta, SeputarSumut — Pernyataan tegas datang dari Komandan Keamanan Iran, Ali Larijani, yang melontarkan ancaman serius terhadap Amerika Serikat. Ia menyatakan dengan gamblang bahwa Republik Islam Iran telah berada pada posisi siap untuk menjalani konfrontasi bersenjata dalam durasi panjang melawan kekuatan AS dan Israel.
Kesiapan militer Iran dalam menghadapi konflik yang berlarut-larut menjadi poin utama yang ditekankan oleh Larijani. Menurutnya, personel militer mereka telah dilatih secara khusus untuk skenario tersebut, sementara pemerintah Teheran juga menegaskan tidak akan memedulikan besarnya biaya yang harus digelontorkan demi memenangkan peperangan melawan kedua negara tersebut.
Dunia Internasional: Siap Perang Jangka Panjang, Iran Tantang Balik Ancaman Amerika Serikat dan Israel
“Iran, tidak seperti Amerika Serikat, sudah siap menjalani perang yang panjang. Iran akan membela diri tanpa mempedulikan biaya apa pun,” tegas Larijani melalui pernyataan di akun media sosial X miliknya pada Senin (2/4), sebagaimana dilaporkan oleh Al Arabiya.
Di sisi lain, gempuran masif telah diluncurkan oleh pasukan Israel yang didukung penuh oleh angkatan udara dan angkatan laut Amerika Serikat ke wilayah Iran. Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa serangan besar-besaran tersebut bertujuan untuk menghancurkan total seluruh kemampuan militer yang dimiliki negara para mullah itu.
Menanggapi bombardir tersebut, pihak Iran tidak tinggal diam dan langsung meluncurkan serangan balasan. Teheran tercatat telah menembakkan rentetan rudal yang diarahkan ke berbagai target strategis di Israel serta sejumlah fasilitas militer milik Amerika Serikat yang tersebar di wilayah Timur Tengah.
Sebelumnya, Donald Trump mengeklaim bahwa operasi gabungan Israel-AS yang dimulai sejak Sabtu (28/2) telah membuahkan hasil signifikan. Trump menyebutkan serangan tersebut telah menewaskan sekitar 48 tokoh penting negara, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Keyakinan tinggi juga ditunjukkan oleh Trump mengenai durasi konflik yang sedang berlangsung. Ia memprediksi bahwa koalisi Amerika Serikat dan Israel hanya membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima minggu saja untuk bisa menaklukkan kekuatan Iran sepenuhnya.
“Prosesnya selalu empat minggu. Sekuat apa pun negara itu, ini [AS] negara besar, akan memakan waktu empat minggu – atau kurang,” ujar Trump saat memberikan keterangan kepada Daily Mail, seperti yang dikutip dari Anadolu.
Menutup pernyataannya, Trump menegaskan bahwa perang ini tidak akan menjadi agenda yang menyulitkan bagi pihak sekutu. “Ya, kami berencana [perang] empat hingga lima minggu. Tidak akan sulit. Kami memiliki amunisi dalam jumlah besar. Anda tahu, kami memiliki amunisi yang disimpan di seluruh dunia di berbagai negara,” pungkasnya.(*/cnni)


