Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy
Jumat, Juni 5, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan PT Indako Trading Coy
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Berita Utama SeputarSumut
Beranda Daerah

Sofyan Tan Dorong Transformasi Pendidikan dalam Dialog Kebangsaan di Kisaran dan Tanjung Balai

Oleh Redaksi 15
Kamis, 5 Maret 2026
Foto: Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, melaksanakan kunjungan kerja ke tiga sekolah di wilayah Kisaran dan Tanjung Balai, Rabu (4/3).(Ist)

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, melaksanakan kunjungan kerja ke tiga sekolah di wilayah Kisaran dan Tanjung Balai, Rabu (4/3).(Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Asahan, SeputarSumut — Guna membangkitkan semangat belajar generasi muda, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, melaksanakan kunjungan kerja ke tiga sekolah di wilayah Kisaran dan Tanjung Balai. Dalam kegiatan yang berlangsung pada Rabu (4/3) tersebut, ia memberikan motivasi melalui Dialog Kebangsaan yang mengusung tema kritis: “Indonesia Kaya, Kenapa Kita Belum Sejahtera?”.

Rangkaian kunjungan edukatif ini dimulai dari SMA Swasta Maitreyawira di Jalan Pramuka, Kisaran. Setelah itu, rombongan bertolak menuju SMA Swasta Methodist 2 di Jalan Teuku Umar, Kisaran, dan mengakhiri agenda motivasi tersebut di SMA Swasta Sisingamangaraja, Tanjung Balai.

Kabar Daerah: Sofyan Tan Dorong Transformasi Pendidikan dalam Dialog Kebangsaan di Kisaran dan Tanjung Balai

Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy

Mengawali diskusi dengan para siswa, Sofyan Tan memaparkan potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia, mulai dari kekayaan mineral tambang seperti emas, nikel, gas, hingga batubara yang melimpah ruah. Ia juga menyoroti ketersediaan lahan pertanian yang luas dan subur untuk ketahanan pangan, serta kekayaan bahari yang sangat potensial bagi kedaulatan ekonomi negara.

Namun, realitas kesejahteraan masyarakat saat ini menjadi pertanyaan besar yang disoroti dalam dialog tersebut. Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2025, angka kemiskinan di Indonesia tercatat mencapai 23,36 juta orang atau sekitar 8,25%, di mana kategori miskin ditetapkan bagi mereka dengan rata-rata pengeluaran konsumsi sekitar Rp20 ribuan per hari atau Rp609 ribu per bulan.

Kondisi yang lebih mencengangkan dipaparkan Sofyan Tan melalui rilis data Bank Dunia pada Mei 2025, yang menyebutkan jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 171 juta jiwa atau setara 60,3%. Perbedaan angka ini terjadi karena Bank Dunia menggunakan standar pengeluaran konsumsi sebesar Rp109.600 per hari atau sekitar Rp3.288.000 per bulan sebagai tolok ukur kemiskinan.

Berita Terkait

Becak Motor Terbakar di SPBU Galang Deli Serdang Diduga Akibat Percikan Api Platina

Puluhan Unit Huntara Penyintas Banjir di Langkahan Aceh Utara Rusak Diterjang Angin Kencang

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

“Angka tersebut menunjukkan bahwa mayoritas penduduk kita sebenarnya belum sejahtera walaupun tinggal di negeri yang kaya sumber daya alam. Dengan pengeluaran rumah tangga Rp3 juta per bulan, tentu masih jauh dari kata cukup dan mereka dianggap layak untuk mendapatkan bantuan beasiswa PIP,” jelas Sofyan Tan di hadapan para siswa.

Dalam kesempatan tersebut, legislator asal Sumatera Utara ini juga melakukan komparasi antara Indonesia dengan Korea Selatan (Korsel) yang waktu kemerdekaannya hampir bersamaan. Ia mengingatkan sejarah saat Presiden Soekarno pernah mengirimkan bantuan beras untuk Korsel yang baru merdeka, namun kini setelah 80 tahun, kondisi kedua negara berbalik drastis di mana Korsel telah menjadi raksasa pengekspor teknologi elektronik, ponsel, hingga tren budaya global.

Melonjaknya kemajuan Korea Selatan hingga meninggalkan Indonesia, menurut Sofyan Tan, disebabkan oleh fokus yang sangat tinggi pada kualitas pendidikan dan riset. Meskipun negara tersebut tidak memiliki tanah sesubur Indonesia, keunggulan Sumber Daya Manusia (SDM) mereka mampu mengubah keterbatasan menjadi kekuatan ekonomi dunia.

“Perbandingan Angka Partisipasi Kasar (APK) kuliah kita sangat jauh, di mana Korsel mencapai 92%, yang artinya hampir seluruh lulusan SMA lanjut ke perguruan tinggi, sementara Indonesia baru di angka 32%. Dari sisi riset pun kita tertinggal jauh, di mana produktivitas penelitian mereka sangat masif dibandingkan dengan data riset di Indonesia yang baru mencapai 400 ribu,” paparnya.

Ketimpangan kualitas SDM dan minimnya hasil riset inilah yang dinilai menjadi akar penyebab mengapa kekayaan alam Indonesia belum mampu mensejahterakan rakyatnya secara merata. Meski memiliki lahan pertanian terluas ke-6 di dunia, Indonesia justru masih terjebak pada ketergantungan impor untuk komoditas pangan seperti beras, sayuran, dan buah-buahan ketimbang menjadi eksportir utama.

Oleh karena itu, Sofyan Tan memberikan dorongan kuat kepada seluruh siswa yang hadir agar memiliki tekad melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi. Ia berpesan agar mereka memilih institusi pendidikan yang mampu mencetak periset andal guna mengelola kekayaan alam nusantara demi masa depan bangsa yang lebih mandiri.

Antusiasme tinggi terlihat saat sesi tanya jawab dibuka, di mana para siswa melontarkan berbagai pertanyaan menarik kepada sang legislator. Mulai dari rasa penasaran mengenai alasan dr. Sofyan Tan meninggalkan dunia medis demi menjadi pendidik dan politisi, hingga diskusi mengenai peluang serta tantangan masa depan yang akan dihadapi generasi muda setelah menyelesaikan studi di bangku kuliah nanti.(Siong)

Tags: Sofyan Tan
Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Kebakaran Hanguskan 30 Rumah Warga di Tanah Tinggi Jakarta Pusat pada Kamis Dini Hari
  • KAI Bandara Layani Lebih Dari 84 Ribu Penumpang di Sumatera Utara Selama Libur Waisak dan Iduladha 2026
  • Becak Motor Terbakar di SPBU Galang Deli Serdang Diduga Akibat Percikan Api Platina
  • Gubernur Sumut Bobby Nasution Tanda Tangani MoU Jejaring Pengampuan Mata dengan RS Mata Cicendo
  • Lionel Messi Jadi Pesepakbola Individu Pertama yang Raih Penghargaan Putri Asturias
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan

@ 2020 SeputarSumut.com

Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan terhadap penggunaan cookie. Kunjungi Kebijakan Privasi dan Cookie kami.