Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy
Selasa, Mei 5, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan PT Indako Trading Coy
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Berita Utama SeputarSumut
Beranda Ekonomi

Stabil di Tengah Gejolak Global: OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Indonesia Tetap Terjaga

Oleh Redaksi 15
Jumat, 10 Oktober 2025
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar.(tangkapan layar YouTube/SeputarSumut)

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar.(tangkapan layar YouTube/SeputarSumut)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Medan, SeputarSumut  – Stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) di Indonesia dikonfirmasi tetap terjaga, meskipun dinamika global menunjukkan kondisi yang beragam. Hal ini menjadi kesimpulan utama dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang digelar pada 1 Oktober 2025.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menegaskan bahwa fundamental SJK Indonesia cukup kuat untuk menghadapi ketidakpastian. “Kami melihat bahwa SJK kita memiliki buffer yang memadai. Meskipun kita melihat adanya perkembangan yang beragam di negara-negara utama, SJK domestik kita mampu merespons dengan baik,” ujar Mahendra.dalam Konferensi Pers RDK Bulanan September 2025, dikutip Jumat, 10 Oktober 2025.

Berita Ekonomi: Stabil di Tengah Gejolak Global: OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Indonesia Tetap Terjaga

Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy

Kondisi perekonomian di negara-negara utama menjadi salah satu perhatian OJK dalam RDK tersebut. Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) diketahui merevisi pertumbuhan ekonomi global menjadi lebih kuat dari perkiraan awal 2025. Peningkatan ini didukung oleh fenomena front loading (percepatan produksi dan perdagangan) sebelum kenaikan tarif diberlakukan. Di sisi lain, meskipun ketegangan perang dagang menunjukkan tren penurunan, risiko peningkatan (flare up) tensi perang dagang dan geopolitik global dinilai masih cukup tinggi.

Siklus kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS) kini memasuki fase pelonggaran. OJK mencatat bahwa kinerja perekonomian AS relatif stabil, ditandai dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang relatif tinggi, meskipun pasar tenaga kerja melemah dan inflasi masih persisten. Bank sentral AS, The Fed, pada September 2025 telah memulai siklus penurunan Fed Fund Rate (FFR) dengan memangkas sebesar 25 basis poin (bps), dan masih diekspektasikan akan melakukan pemangkasan sebanyak dua kali lagi tahun ini.

Beralih ke Asia dan Eropa, tren moderasi perekonomian Tiongkok terpantau masih berlanjut. Beberapa indikator utama, baik dari sisi permintaan maupun penawaran, dirilis di bawah ekspektasi pasar. Sementara di Eropa, indikator perekonomian terpantau stagnan, dengan adanya tekanan di pasar keuangan negara utama seperti Perancis karena kekhawatiran atas keberlanjutan fiskal. Di sisi lain, tekanan inflasi yang persisten di Jepang membuat Bank of Japan cenderung hawkish. Perkembangan global ini secara keseluruhan turut mendukung risk on investor global, menyebabkan pasar saham global cenderung menguat.

Berita Terkait

Indosat Ooredoo Hutchison Catat Rekor Pendapatan Rp15,2 Triliun pada Kuartal I 2026 Berkat AI Hyper-Personalization

BPS Sumut Dorong Inalum dan Perusahaan Besar Lakukan Pendataan Mandiri Jelang Sensus Ekonomi 2026

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Adapun di lingkup domestik, kinerja perekonomian Indonesia berhasil terjaga dengan indikator yang positif. Hal ini tercermin dari Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) Manufaktur yang masih berada di zona ekspansi serta adanya peningkatan surplus neraca perdagangan. Mahendra menambahkan, “Meskipun kinerja eksternal kita solid, kita harus terus menjaga dan mendorong engine pertumbuhan domestik.”

Oleh karena itu, permintaan domestik menjadi salah satu aspek yang perlu dicermati dan didorong lebih lanjut. Perhatian ini muncul seiring dengan moderasi inflasi, serta tren pada tingkat kepercayaan konsumen dan tingkat penjualan ritel, semen, dan kendaraan yang masih memerlukan dorongan.(Siong)

Tags: OJKOJK Sumut
Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Polemik Pasar Petisah, DPRD Nilai Keputusan Dirut PUD Pasar Gegabah
  • Film Tiba Tiba Setan Raih 1 Juta Penonton Jadi Debut Sukses Ess Jay Studio di Layar Lebar
  • Kecelakaan KA Putri Deli dan Truk di Tanjungbalai: KAI Lakukan Penanganan Cepat dan Perketat Akses Perlintasan
  • Manfaat Air Kelapa untuk Ibu Hamil dan Panduan Aman Konsumsinya Menurut Para Ahli
  • Tampil Kompetitif, Pebalap Binaan Indako Panen Podium di Seri Pembuka Motoprix Sumut 2026
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan

@ 2020 SeputarSumut.com

Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan terhadap penggunaan cookie. Kunjungi Kebijakan Privasi dan Cookie kami.