Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy
Jumat, Juni 5, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan PT Indako Trading Coy
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Berita Utama SeputarSumut
Beranda Ragam

Studi BMC Public Health Ungkap Posisi Tubuh Saat Buang Air Besar Lebih Pengaruhi Kesehatan Dibanding Jenis Toilet

Oleh Redaksi 15
Kamis, 4 Juni 2026
Foto: Ilustrasi saat mau BAB ke toilet (Freepik)

Ilustrasi saat mau BAB ke toilet (Freepik)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut — Penentuan penggunaan antara toilet duduk dan toilet jongkok selama ini kerap kali dihubungkan dengan faktor kenyamanan serta indikator kesehatan sistem pencernaan. Sebagian individu memiliki pandangan bahwa posisi berjongkok terasa jauh lebih alami sewaktu melangsungkan aktivitas buang air besar atau BAB, sementara di sisi lain model kloset duduk dinilai lebih praktis sekaligus memberikan rasa aman bagi sebagian kalangan masyarakat.

Bila ditinjau berlandaskan pada sistem kinerja organ tubuh sewaktu melakukan proses BAB, konklusi yang didapatkan ternyata tidak semata-mata bertumpu pada indikator tipe toilet yang digunakan, melainkan melibatkan aspek posisi tubuh di saat memanfaatkan fasilitas sanitasi tersebut. Posisi berjongkok cenderung lebih memfasilitasi kelancaran proses pembuangan karena dinilai jauh lebih selaras dengan mekanisme anatomis alami dari tubuh manusia.

Pernik Ragam: Studi BMC Public Health Ungkap Posisi Tubuh Saat Buang Air Besar Lebih Pengaruhi Kesehatan Dibanding Jenis Toilet

Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy

Rangkaian riset ilmiah mengindikasikan bahwa posisi berjongkok memang mengantongi keunggulan tersendiri jika ditinjau dari sudut pandang mekanisme fungsi tubuh. Berdasarkan sebuah hasil studi yang dirancang oleh Niloofar Rahgoshay bersama rekan-rekan di dalam jurnal BMC Public Health pada tahun 2025, tindakan memosisikan tubuh secara berjongkok terbukti sanggup menopang pembukaan sudut anorektal, yaitu titik sudut yang memisahkan antara bagian rektum dan lubang anus, sehingga membuat jalur eliminasi feses bertransformasi menjadi lebih lurus.

Imbas positif dari fenomena anatomis tersebut membuat jalannya proses ekskresi feses dapat berlangsung secara lebih mudah, berdurasi lebih singkat, serta meminimalkan kebutuhan tekanan atau mengejan yang berlebihan dari pengguna. Jika dikomparasikan dengan gestur duduk, tindakan berjongkok mampu memperbesar sudut anorektal sekaligus membenahi fungsi pengosongan pada bagian usus, di mana hal ini secara sederhana diartikan bahwa posisi tersebut memosisikan tubuh berada dalam tingkat kesiapan yang lebih baik untuk BAB.

Lantaran meminimalkan aktivitas mengejan, penggunaan posisi jongkok maupun semi-jongkok juga kerap kali dihubungkan dengan penurunan tingkat risiko terhadap kemunculan gangguan konstipasi atau sembelit serta penyakit hemoroid atau wasir. Langkah memodifikasi gestur dari yang semula duduk bergeser ke arah jongkok dinilai mampu mendorong proses evakuasi usus berjalan secara lebih tuntas, walaupun para peneliti memberikan catatan penekanan bahwa himpunan bukti ilmiah untuk jangka panjangnya saat ini masih terhitung terbatas dan belum sepenuhnya menunjukkan konsistensi yang mutlak.

Berita Terkait

Mengenal Perbedaan Manfaat Lari Pagi dan Lari Sore Bagi Kesehatan Tubuh

Tips Awet Muda untuk Pria yang Sangat Mungkin Dilakukan Secara Konsisten

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Di sisi lain, parameter tersebut bukan berarti memosisikan toilet duduk sebagai sarana sanitasi yang tidak sehat untuk digunakan. Pada implementasi praktis di kehidupan sehari-hari, jenis WC duduk sejatinya tetap dapat dimanfaatkan lewat metode penerapan yang dinilai lebih ramah terhadap kondisi anatomi tubuh, di mana salah satu trik mekanisnya adalah dengan menyertakan media bangku berukuran kecil sebagai sarana tatakan pijakan untuk kedua kaki.

Mengutip rilis informasi dari American Physical Therapy Association atau APTA Pelvic Health, penyesuaian posisi duduk yang menempatkan area lutut berada pada level lebih tinggi daripada tulang pinggul sehingga menyerupai postur berjongkok, terbukti sanggup memicu jalannya proses BAB bertransformasi menjadi lebih lancar. Format modifikasi pada posisi duduk ini diklaim mampu menyajikan sumbangsih keuntungan biomekanik yang serupa dengan khasiat dari aktivitas berjongkok.

Kendati secara landasan teori dinilai jauh lebih ideal untuk kesehatan pencernaan, penerapan posisi berjongkok diakui tidak selalu menyajikan faktor kenyamanan atau jaminan keselamatan bagi seluruh kategori individu. Kelompok masyarakat lanjut usia atau lansia, orang yang tengah mengalami keluhan nyeri pada bagian lutut atau persendian pinggul, individu dengan masalah gangguan keseimbangan, serta kalangan yang memiliki keterbatasan mobilitas fisik berpotensi mengalami kesulitan besar jika dipaksa menggunakan jenis WC jongkok.

Mempertimbangkan parameter kontekstual tersebut, keberadaan toilet duduk justru menjelma menjadi opsi fasilitas yang dinilai jauh lebih aman serta realistis untuk diaplikasikan. Melalui pertimbangan ini, komparasi antara toilet duduk dan toilet jongkok tidak sekadar menitikberatkan pada urusan kesehatan saluran pencernaan saja, melainkan ikut melibatkan aspek proteksi keselamatan bagi para penggunanya.

Pada akhirnya, indikator tingkat kesehatan dalam aktivitas buang air besar bukan mutlak ditentukan oleh bentuk atau tipe fisik dari toiletnya, melainkan bertumpu pada penataan posisi anatomi tubuh penggunanya. Pengaplikasian posisi berjongkok, ataupun metode duduk yang dimodifikasi sedemikian rupa hingga meniru postur jongkok, terbukti mengantongi kecenderungan untuk menjadikan proses pembuangan kotoran besar berjalan secara lebih efisien dan mudah.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Sebanyak 1.092 Peserta Siap Ikuti MTQ ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.770.000 Per Gram Setelah Sepekan Turun
  • Film Colony Karya Sutradara Yeon Sang-ho Resmi Tayang di Bioskop Indonesia Mulai Juni 2026
  • Studi BMC Public Health Ungkap Posisi Tubuh Saat Buang Air Besar Lebih Pengaruhi Kesehatan Dibanding Jenis Toilet
  • Kebakaran Hanguskan 30 Rumah Warga di Tanah Tinggi Jakarta Pusat pada Kamis Dini Hari
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan

@ 2020 SeputarSumut.com

Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan terhadap penggunaan cookie. Kunjungi Kebijakan Privasi dan Cookie kami.