Medan, SeputarSumut – PT KAI Bandara memproyeksikan adanya pertumbuhan volume penumpang selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). VP Sekretaris Perusahaan KAI Bandara, Supriyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan angka yang cukup signifikan khususnya untuk wilayah operasional di Medan.
”Untuk tahun ini, kita volume penumpang ditargetkan 277 ribu lebih untuk angkutan KA Sri Lelawangsa di Medan ini. Dan itu ada kenaikan kurang lebih 0,8 persen hingga 1 persen dibanding tahun kemarin,” ujar Supriyanto didampingi Humas KAI Bandara, Sosiawan Putra, saat memberikan keterangan di Medan, Senin (22/12/2025).
Berita Ekonomi: Target Penumpang KAI Bandara Naik di Nataru
Lonjakan arus penumpang diprediksi tidak akan terjadi di awal masa posko, melainkan pada pergantian tahun. Supriyanto menjelaskan bahwa berdasarkan data yang dimiliki perusahaan, puncak mobilisasi masyarakat akan jatuh pada tanggal 1 Januari 2026 atau tepat pada malam tahun baru.
Masa angkutan Nataru sendiri sudah dimulai sejak 18 Desember 2025 dan akan berlangsung hingga 4 Januari 2026, mencakup total 18 hari masa layanan. Seluruh jajaran pekerja, baik di kantor pusat, Yogyakarta, maupun Medan, telah dimaksimalkan untuk menjamin pelayanan operasional kepada penumpang selama musim liburan ini.
Terkait kesiapan armada, KAI Bandara telah memastikan seluruh fasilitas dalam kondisi prima sebelum masa posko dimulai. Supriyanto menyebutkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.
”Kita sudah bersama dengan Kementerian Perhubungan melakukan ramp check atau pemeriksaan kelayakan sarana dan fasilitas di seluruh rangkaian kereta api. Alhamdulillah, dinyatakan semua layak dan itu sudah dilakukan sebelum pelaksanaan POSKO,” tegasnya.
Mengenai frekuensi perjalanan, hingga saat ini belum ada penambahan jadwal khusus karena kapasitas yang ada dinilai masih mencukupi. Supriyanto merinci terdapat 17 perjalanan KA pulang-pergi (PP) ke arah Binjai, 3 perjalanan ke arah Kuala Bingai, dan 24 perjalanan menuju Bandara Kualanamu.
Rata-rata penumpang harian selama masa posko ini diasumsikan berada di angka 13.000 orang. “Saat ini di awal-awal masih sekitar 12.700 hingga 12.800 penumpang. Kami optimis bisa memenuhi target yang ditetapkan dengan seluruh perjalanan KA Sri Lelawangsa yang dioperasikan,” tambahnya.
Keamanan jalur juga menjadi perhatian utama KAI Bandara dengan menjalin koordinasi intensif bersama PT KAI Divre 1 Sumatera Utara. Pengamanan dilakukan di sepanjang jalur, termasuk pengawasan pada pintu perlintasan (JPL) dan penempatan juru penilik jalan guna memastikan trek dalam kondisi normal tanpa kendala.
Sebagai penutup, Supriyanto memberikan imbauan penting bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan, terutama bagi calon penumpang pesawat agar tidak terlambat. Pengaturan waktu keberangkatan menjadi kunci mengingat potensi kemacetan di jalan raya menuju stasiun saat malam perayaan.
”Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada menjaga barang bawaan. Khusus yang akan melanjutkan dengan pesawat, agar memprediksi waktu perjalanan jangan sampai mepet. Untuk yang ke luar negeri, paling tidak 3 jam sebelumnya harus sudah sampai di bandara,” pungkasnya.(Siong)

