Jakarta, SeputarSumut – Penemuan korban ke-10 dalam insiden kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), akhirnya berhasil dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Seluruh awak serta penumpang pesawat nahas tersebut kini telah ditemukan secara lengkap dengan adanya perkembangan terbaru ini.
Lintas Nasional: Tim SAR Temukan Korban Ke-10 Pesawat ATR 42-500
Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, mengonfirmasi di posko SAR Tompo Bulu pada Jumat (23/1) bahwa paket 9 telah dilaporkan ditemukan oleh tim tombak dan tim gabungan pada pukul 08.33 WITA.
Dody kemudian menambahkan bahwa laporan mengenai penemuan korban terakhir dari kecelakaan pesawat ATR tersebut diterima tak lama kemudian, yakni pukul 08.59 WITA.
“Namun, pada pukul 09.16 WITA, paket 10 telah ditemukan oleh tim elang bersama tim SAR gabungan,” ungkap Dody menjelaskan kronologi penemuan tersebut.
Tim SAR gabungan hingga hari ketujuh ini baru berhasil mengevakuasi dua dari lima kantong jenazah yang sebelumnya ditemukan pada Kamis (22/1) melalui jalur udara.
“Untuk evakuasi yang lima kemarin dua sudah sampai di lanud, masih kita tunggu 3 yang belum, yang kemarin dan sekarang 2 paket masih proses untuk didekatkan ke titik penjemputan heli,” papar Dody terkait kendala di lapangan.
Lokasi penemuan korban terakhir ini, menurut keterangan Dody, berada tidak jauh dari titik ditemukannya enam korban pada hari sebelumnya.
“Diinformasikan posisi satu areal dengan yang 6 kemarin ditemukan, namun lokasinya di jurang seperti sungai kalau ada hujan menjadi aliran air baku posisinya di darat. Sehingga membutuhkan teknik khusus,” tuturnya.
Marsekal Madya Mohammad Syafii selaku Kepala Basarnas menyatakan bahwa saat ini terdapat 9 kantong jenazah yang sedang dalam proses evakuasi lebih lanjut.
“Jadi alhamdulillah, jadi pada pagi hari ini secara kuantitas sudah 10 kantong,” ujar Syafii mengonfirmasi jumlah total temuan.
Pesawat ATR 42-500 yang digunakan dalam penerbangan rute Yogyakarta-Makassar oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebelumnya dilaporkan hilang kontak di wilayah Maros pada Sabtu siang pekan lalu, sebelum akhirnya dikonfirmasi jatuh di Gunung Bulusaraung.
Letak koordinat jatuhnya pesawat berada di gunung yang membatasi wilayah Maros dan Pangkep, dengan total manifes 10 orang yang mencakup tujuh awak serta tiga penumpang.
Hingga Kamis (22/1), Tim SAR gabungan tercatat telah mengamankan 9 dari 10 korban kecelakaan, di mana enam orang di antaranya ditemukan dalam kondisi yang sudah tidak utuh.
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muh Arif Anwar, menyampaikan kepada awak media pada Kamis kemarin bahwa total korban yang didapat hingga saat itu berjumlah sembilan orang.
Proses evakuasi dan pencarian sejak hari pertama kecelakaan pesawat ATR tersebut menurut Arif telah berhasil mengumpulkan enam korban serta sejumlah potongan tubuh atau body part.
“Enam ini (ditemukan) tidak utuh. Ada setengah badan, ada kepala dan bagian tubuh lainnya. Identifikasi nantinya di tim DVI yang menentukan,” jelas Arif.
Operasi SAR direncanakan akan segera ditutup apabila seluruh korban sudah dipastikan ditemukan, meski tetap mengacu pada batas waktu ketentuan yang berlaku atau kebijakan perpanjangan jika dibutuhkan.
“Kalau kita dapat satu lagi, Operasi SAR ditutup karena korban sudah lengkap, total sepuluh. Perpanjangan tergantung keputusan Kabasarnas,” pungkasnya sebelum korban terakhir akhirnya ditemukan hari ini.(*/cnni)


