Jakarta, SeputarSumut — Ketelitian dalam memilih dan memilah santapan saat berbuka puasa menjadi hal yang sangat krusial bagi kesehatan tubuh. Pasalnya, terdapat deretan jenis makanan tertentu yang sebaiknya tidak langsung dikonsumsi ketika kondisi perut sedang kosong setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Sistem pencernaan manusia memerlukan proses adaptasi kembali secara bertahap setelah tidak bekerja selama berjam-jam selama berpuasa. Apabila seseorang keliru dalam menentukan menu awal berbuka, risiko munculnya keluhan seperti perut kembung, begah, nyeri lambung, hingga gangguan pencernaan lainnya akan meningkat drastis.
Pernik Ragam: Tips Memilih Menu Buka Puasa: Hindari Daftar Makanan Ini Agar Pencernaan Tetap Sehat
Fenomena yang sering terjadi di tengah masyarakat adalah kecenderungan berbuka puasa dengan hidangan yang berlebihan secara impulsif. Mulai dari aneka gorengan yang berminyak, minuman dengan kadar gula tinggi, hingga langsung menyantap makanan berat dalam porsi besar.
Agar kondisi perut tetap nyaman dan metabolisme terjaga, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui daftar jenis makanan yang harus dihindari saat berbuka puasa sebagai berikut:
1. Hidangan Instan dan Kadar Garam Tinggi
Merujuk pada informasi dari laman Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Admisi Husada, mengonsumsi makanan yang mengandung natrium tinggi tepat setelah berpuasa dapat memicu peningkatan kebutuhan cairan tubuh secara mendadak. Hal ini berisiko menyebabkan dehidrasi serta lonjakan tekanan darah dalam waktu singkat.
Berbagai jenis mi instan, camilan asin, dan produk olahan lainnya memang praktis dan menggugah selera, namun kandungan garamnya cenderung sangat tinggi. Sangat disarankan untuk memilih makanan alami yang rendah garam saat tubuh baru kembali menerima asupan guna menjaga keseimbangan cairan serta mencegah rasa haus yang berlebihan pada malam hari.
2. Gorengan serta Makanan Berlemak Jenuh
Kehadiran gorengan di meja makan seolah sudah menjadi tradisi yang sulit dipisahkan saat momen berbuka tiba. Walaupun terasa sangat nikmat di lidah, makanan dengan kadar lemak tinggi sebenarnya jauh lebih sulit diproses oleh sistem pencernaan yang baru saja beristirahat.
Kandungan lemak yang berlebih dapat menghambat proses pengosongan lambung, yang pada akhirnya memicu rasa tidak nyaman, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit asam lambung. Selain itu, menyantap gorengan dalam jumlah banyak sering kali membuat tubuh terasa berat dan memicu rasa kantuk yang hebat setelah makan.
3. Minuman Bersoda dan Pemicu Gas
Melansir data dari laman IPB, masalah perut kembung saat menjalankan ibadah puasa biasanya dipicu oleh akumulasi gas di dalam saluran cerna. Konsumsi minuman berkarbonasi atau bersoda, sayuran seperti kol, kacang-kacangan tertentu, serta makanan lain yang mudah menghasilkan gas dapat memperburuk kondisi perut Anda.
Selain faktor jenis makanannya, teknik atau cara menyantap hidangan juga memegang peranan penting. Memasukkan makanan dalam porsi besar secara sekaligus ke dalam perut yang kosong akan membuat lambung terasa sangat penuh dan tertekan.
4. Makanan dan Minuman dengan Gula Berlebih
Sudah menjadi rahasia umum bahwa asupan manis efektif untuk mengembalikan energi yang hilang dengan cepat. Namun, konsumsi gula yang melampaui batas saat berbuka justru mengakibatkan lonjakan gula darah yang drastis, yang kemudian akan turun kembali secara cepat sehingga tubuh justru akan merasa lemas dan tidak bertenaga.
Kunci utama menjaga kesehatan selama bulan Ramadhan adalah menerapkan prinsip kecukupan, keseimbangan, serta moderasi dalam keberagaman pangan. Sangat penting untuk tetap membatasi asupan gula, garam, dan lemak jenuh agar kebugaran tubuh senantiasa optimal.
5. Menyantap Porsi Besar dalam Satu Waktu
Tidak hanya jenis makanannya saja, kebiasaan atau pola makan juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesehatan. Keluhan perut kembung sebenarnya bukan disebabkan langsung oleh aktivitas puasa itu sendiri, melainkan lebih sering muncul akibat perilaku makan yang kurang tepat, baik saat sahur maupun berbuka.
Lambung dipaksa bekerja ekstra keras apabila Anda makan terlalu cepat dan dalam kuantitas yang banyak sekaligus. Sebaiknya, makanlah secara perlahan dengan mengunyah secara sempurna, serta berikan jeda waktu yang cukup sebelum menambah porsi agar sistem pencernaan memiliki kesempatan untuk menyesuaikan diri.
Demi menjaga kenyamanan perut, proses berbuka idealnya diawali dengan meminum air putih untuk rehidrasi, lalu dilanjutkan dengan makanan ringan yang sehat seperti kurma atau buah-buahan segar.
Setelah memberikan waktu jeda, barulah Anda dapat mengonsumsi makanan utama yang komposisinya terdiri dari karbohidrat kompleks, protein berkualitas, serta sayur-sayuran. Dengan memperhatikan jenis serta porsi makanan, energi Anda akan tetap stabil hingga waktu sahur tiba tanpa gangguan pencernaan.(*/cnni)


