Rabu, Juli 1, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Tips Memilih Menu Buka Puasa: Hindari Daftar Makanan Ini Agar Pencernaan Tetap Sehat

Oleh Redaksi 15
Senin, 9 Maret 2026
Foto: ilustrasi minuman bersoda.(Freepik)

ilustrasi minuman bersoda.(Freepik)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut — Ketelitian dalam memilih dan memilah santapan saat berbuka puasa menjadi hal yang sangat krusial bagi kesehatan tubuh. Pasalnya, terdapat deretan jenis makanan tertentu yang sebaiknya tidak langsung dikonsumsi ketika kondisi perut sedang kosong setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

Sistem pencernaan manusia memerlukan proses adaptasi kembali secara bertahap setelah tidak bekerja selama berjam-jam selama berpuasa. Apabila seseorang keliru dalam menentukan menu awal berbuka, risiko munculnya keluhan seperti perut kembung, begah, nyeri lambung, hingga gangguan pencernaan lainnya akan meningkat drastis.

Pernik Ragam: Tips Memilih Menu Buka Puasa: Hindari Daftar Makanan Ini Agar Pencernaan Tetap Sehat

Iklan Indako SeputarSumut

Fenomena yang sering terjadi di tengah masyarakat adalah kecenderungan berbuka puasa dengan hidangan yang berlebihan secara impulsif. Mulai dari aneka gorengan yang berminyak, minuman dengan kadar gula tinggi, hingga langsung menyantap makanan berat dalam porsi besar.

Agar kondisi perut tetap nyaman dan metabolisme terjaga, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui daftar jenis makanan yang harus dihindari saat berbuka puasa sebagai berikut:

1. Hidangan Instan dan Kadar Garam Tinggi

Berita Terkait

Ragam Manfaat Rebusan Daun Bawang untuk Kesehatan Tubuh dan Cara Mengolahnya

Panduan Batas Aman Konsumsi Kafein Bagi Ibu Menyusui dan Daftar Minuman yang Perlu Diwaspadai Menurut WebMD

Merujuk pada informasi dari laman Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Admisi Husada, mengonsumsi makanan yang mengandung natrium tinggi tepat setelah berpuasa dapat memicu peningkatan kebutuhan cairan tubuh secara mendadak. Hal ini berisiko menyebabkan dehidrasi serta lonjakan tekanan darah dalam waktu singkat.

Berbagai jenis mi instan, camilan asin, dan produk olahan lainnya memang praktis dan menggugah selera, namun kandungan garamnya cenderung sangat tinggi. Sangat disarankan untuk memilih makanan alami yang rendah garam saat tubuh baru kembali menerima asupan guna menjaga keseimbangan cairan serta mencegah rasa haus yang berlebihan pada malam hari.

2. Gorengan serta Makanan Berlemak Jenuh

Kehadiran gorengan di meja makan seolah sudah menjadi tradisi yang sulit dipisahkan saat momen berbuka tiba. Walaupun terasa sangat nikmat di lidah, makanan dengan kadar lemak tinggi sebenarnya jauh lebih sulit diproses oleh sistem pencernaan yang baru saja beristirahat.

Kandungan lemak yang berlebih dapat menghambat proses pengosongan lambung, yang pada akhirnya memicu rasa tidak nyaman, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit asam lambung. Selain itu, menyantap gorengan dalam jumlah banyak sering kali membuat tubuh terasa berat dan memicu rasa kantuk yang hebat setelah makan.

3. Minuman Bersoda dan Pemicu Gas

Melansir data dari laman IPB, masalah perut kembung saat menjalankan ibadah puasa biasanya dipicu oleh akumulasi gas di dalam saluran cerna. Konsumsi minuman berkarbonasi atau bersoda, sayuran seperti kol, kacang-kacangan tertentu, serta makanan lain yang mudah menghasilkan gas dapat memperburuk kondisi perut Anda.

Selain faktor jenis makanannya, teknik atau cara menyantap hidangan juga memegang peranan penting. Memasukkan makanan dalam porsi besar secara sekaligus ke dalam perut yang kosong akan membuat lambung terasa sangat penuh dan tertekan.

4. Makanan dan Minuman dengan Gula Berlebih

Sudah menjadi rahasia umum bahwa asupan manis efektif untuk mengembalikan energi yang hilang dengan cepat. Namun, konsumsi gula yang melampaui batas saat berbuka justru mengakibatkan lonjakan gula darah yang drastis, yang kemudian akan turun kembali secara cepat sehingga tubuh justru akan merasa lemas dan tidak bertenaga.

Kunci utama menjaga kesehatan selama bulan Ramadhan adalah menerapkan prinsip kecukupan, keseimbangan, serta moderasi dalam keberagaman pangan. Sangat penting untuk tetap membatasi asupan gula, garam, dan lemak jenuh agar kebugaran tubuh senantiasa optimal.

5. Menyantap Porsi Besar dalam Satu Waktu

Tidak hanya jenis makanannya saja, kebiasaan atau pola makan juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesehatan. Keluhan perut kembung sebenarnya bukan disebabkan langsung oleh aktivitas puasa itu sendiri, melainkan lebih sering muncul akibat perilaku makan yang kurang tepat, baik saat sahur maupun berbuka.

Lambung dipaksa bekerja ekstra keras apabila Anda makan terlalu cepat dan dalam kuantitas yang banyak sekaligus. Sebaiknya, makanlah secara perlahan dengan mengunyah secara sempurna, serta berikan jeda waktu yang cukup sebelum menambah porsi agar sistem pencernaan memiliki kesempatan untuk menyesuaikan diri.

Demi menjaga kenyamanan perut, proses berbuka idealnya diawali dengan meminum air putih untuk rehidrasi, lalu dilanjutkan dengan makanan ringan yang sehat seperti kurma atau buah-buahan segar.

Setelah memberikan waktu jeda, barulah Anda dapat mengonsumsi makanan utama yang komposisinya terdiri dari karbohidrat kompleks, protein berkualitas, serta sayur-sayuran. Dengan memperhatikan jenis serta porsi makanan, energi Anda akan tetap stabil hingga waktu sahur tiba tanpa gangguan pencernaan.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com