Jakarta, SeputarSumut — Bencana tanah longsor melanda Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (8/3). Insiden maut yang terjadi di Zona 4 ini mengakibatkan tiga orang dilaporkan meninggal dunia pada tahap awal evakuasi, yang terdiri dari satu sopir truk pria dan dua perempuan pemilik warung.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengonfirmasi bahwa seluruh korban tewas tersebut telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan tertulisnya, jenazah para korban telah dipulangkan ke kampung halaman masing-masing, di mana dua orang dibawa ke Banten dan satu orang lainnya dipulangkan ke Karawang.
Lintas Nasional: Tragedi Longsor TPA Bantargebang: 4 Orang Tewas dan Belasan Truk Tertimbun
Situasi di lapangan menunjukkan kerusakan yang cukup masif karena timbunan sampah tidak hanya menyasar manusia, tetapi juga infrastruktur di sekitarnya. Desiana menjelaskan bahwa di titik longsor Zona 4 tersebut, masih banyak warung warga serta truk-truk pengangkut sampah yang terkubur di bawah gunungan material.
Hingga saat ini, proses pendataan terhadap total korban masih terus dilakukan oleh tim SAR di lokasi. Petugas fokus menyisir area warung dan deretan kendaraan yang tertimbun untuk memastikan tidak ada lagi korban yang terjebak di bawah reruntuhan.
Mengenai penyebab bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan bahwa hujan lebat dengan durasi panjang menjadi pemicu utama longsor di Desa Ciketing Udik tersebut. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, merinci bahwa peristiwa nahas ini bermula sekitar pukul 14.30 WIB saat operasional pembuangan sampah sedang berlangsung.
“Tumpukan sampah tiba-tiba runtuh dan menghantam setidaknya lima unit truk sampah serta sebuah warung saat para sopir sedang mengantre untuk membongkar muatan,” ujar Isnawa. Ia juga menambahkan bahwa dugaan awal menunjukkan ada sekitar sepuluh orang yang tertimbun, meliputi lima warga sipil dan lima pengemudi truk.
Dalam perkembangan terbaru, Isnawa menyebutkan empat orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara dua lainnya berhasil diselamatkan. Untuk mempercepat proses pencarian korban yang masih hilang, Tim SAR gabungan telah mengerahkan sedikitnya 20 unit ekskavator guna membongkar gundukan sampah yang sangat luas.
Humas Kantor SAR Jakarta, Ramli Prasetyo, memperbarui data korban tewas menjadi empat orang setelah ditemukannya satu korban tambahan. Korban terbaru tersebut diketahui bernama Irwan Suprihatin, yang ditemukan petugas sudah tidak bernyawa di dalam kabin truknya.
Selain mengevakuasi korban meninggal, pihak Basarnas juga mengonfirmasi identitas korban selamat, yakni Setiabudi dan Johan. Petugas di lapangan masih terus berupaya melakukan validasi data karena banyaknya kendaraan dan bangunan semi permanen yang masih tertutup material longsor.
Daftar Korban Longsor TPST Bantargebang
Berdasarkan data terkini dari lapangan, berikut adalah rincian identitas para korban yang terdampak musibah tersebut:
Korban Selamat:
* Setiabudi (Laki-laki)
* Johan (Laki-laki)
Korban Meninggal Dunia:
* Enda Widayanti (Perempuan/25 tahun) – Pemilik warung
* Sumine (Perempuan/60 tahun) – Pemilik warung
* Dedi Sutrisno (Laki-laki) – Sopir truk
* Irwan Suprihatin (Laki-laki) – Sopir truk.(*/cnni)


