Rabu, Juli 1, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Tren Diabetes Tipe 2 Mulai Serang Usia Remaja dan Tips Mengatur Asupan Gula Menurut Pakar

Oleh Redaksi 15
Senin, 20 April 2026
Foto ilustrasi.(Dok. Dinas kesehatan Bontang)

Foto ilustrasi.(Dok. Dinas kesehatan Bontang)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut — Penyakit diabetes saat ini tidak lagi menjadi monopoli kelompok usia lanjut karena tren medis menunjukkan pergeseran pasien ke usia yang jauh lebih muda. Fenomena ini menjadi perhatian serius tenaga medis seiring dengan ditemukannya kasus diabetes pada individu yang masih berada di bangku sekolah atau usia remaja. Hal ini menandakan bahwa risiko gangguan metabolisme gula darah kini telah mengancam generasi muda Indonesia secara nyata.

Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PB PERKENI), Em Yunir, memaparkan data mengejutkan bahwa saat ini diabetes sudah mulai menjangkiti anak muda di usia belasan tahun. Beliau mengungkapkan bahwa kasus yang ditemukan bukan terbatas pada diabetes tipe 1, melainkan juga diabetes melitus tipe 2 yang biasanya baru muncul pada usia dewasa. Berdasarkan pengamatan medis, gejala ini mulai muncul pada anak usia 10 hingga 12 tahun, dan prevalensinya tercatat semakin meningkat seiring bertambahnya usia menuju 16 tahun.

Pernik Ragam: Tren Diabetes Tipe 2 Mulai Serang Usia Remaja dan Tips Mengatur Asupan Gula Menurut Pakar

Iklan Indako SeputarSumut

Pergeseran demografi pasien ini terlihat jelas dari alur layanan kesehatan, di mana pasien awalnya terdeteksi di bagian kesehatan anak dan terus berlanjut hingga ke layanan penyakit dalam saat mereka dewasa. Dalam diskusi media di Jakarta pada Jumat, 17 April 2026, Em Yunir menjelaskan bahwa pemicu utama kondisi ini pada remaja adalah ketidakseimbangan asupan kalori. Ketika seseorang mengonsumsi kalori jauh melebihi kebutuhan harian tubuh, sisa kalori tersebut akan tertimbun dan menjadi awal mula munculnya penyakit diabetes.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa timbunan lemak akibat kelebihan berat badan memiliki dampak biologis yang berbahaya bagi tubuh. Lemak yang berlebih dapat memicu proses peradangan atau inflamasi kronis yang secara langsung mendorong terjadinya diabetes tipe 2. Gaya hidup remaja masa kini yang cenderung mengonsumsi asupan gula dan kalori tinggi tanpa diimbangi aktivitas fisik membuat kenaikan berat badan terjadi lebih dini, sehingga kerentanan terhadap penyakit ini pun meningkat.

Meskipun risiko diabetes tipe 2 pada usia muda meningkat, Em Yunir memberikan catatan bahwa kondisi ini masih dapat dikendalikan melalui intervensi pola hidup yang disiplin. Pada tahap awal, kadar gula darah pasien bahkan berpotensi kembali normal tanpa bantuan obat-obatan jika dilakukan penanganan yang konsisten. Namun, ia mengingatkan bahwa hal tersebut tidak berarti penyakit hilang secara permanen, karena pasien tetap memiliki kerentanan untuk kembali mengalami diabetes jika pola hidup sehat tidak dipertahankan.

Berita Terkait

Ragam Manfaat Rebusan Daun Bawang untuk Kesehatan Tubuh dan Cara Mengolahnya

Panduan Batas Aman Konsumsi Kafein Bagi Ibu Menyusui dan Daftar Minuman yang Perlu Diwaspadai Menurut WebMD

Terkait dengan konsumsi gula harian, pakar endokrinologi ini menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu sepenuhnya menghilangkan gula dari diet mereka. Penggunaan gula dalam jumlah kecil sebagai penyedap rasa saat memasak masih diperbolehkan, dengan batas maksimal sekitar satu sendok teh. Fokus utama pencegahan adalah menghindari minuman dengan kadar gula tinggi yang kini sedang populer, seperti kopi atau teh dengan pemanis penuh, karena minuman jenis inilah yang paling sering menjadi kontributor utama lonjakan kalori dan gula pada tubuh anak muda.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
  • Kekalahan Serena Williams di Wimbledon 2026: Maya Joint Cetak Kejutan di Babak Pertama
  • Pertamax Turbo Topang Performa Ratusan Pembalap di Ajang MotoPrix Region A Sumatera 2026 Aceh
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com