Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Tren Olahraga Jalan Kaki Kian Marak

Oleh Redaksi 15
Rabu, 21 Januari 2026
Foto: Tren Olahraga Jalan Kaki Kian Marak

Ilustrasi jalan kaki.Pinterest)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut – Aktivitas jalan kaki belakangan ini menjadi tren olahraga yang semakin diminati, khususnya oleh generasi muda. Berbagai platform media sosial kini diramaikan dengan konten jalan santai yang mengeksplorasi gang-gang sempit hingga menemukan lokasi tersembunyi (hidden gems) yang tidak terjangkau oleh kendaraan bermotor.

Munculnya fenomena ini dipandang sebagai pilihan olahraga yang lebih santai dan ringan. Hal ini menjadi kontras dengan olahraga lari yang belakangan ini sering dianggap terlalu kompetitif bagi sebagian orang.

Pernik Ragam: Tren Olahraga Jalan Kaki Kian Marak

Iklan Indako SeputarSumut

Meningkatnya antusiasme publik terhadap kegiatan jalan kaki ini mendapat respons positif dari Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin. Beliau berpendapat bahwa jenis olahraganya sendiri bukan masalah utama, asalkan masyarakat tetap menjaga tubuh agar terus bergerak secara teratur.

“Bagus dong. Yang penting aktif. Mau olahraga apa pun, lari, jalan kaki, padel, yang penting sesuai anjuran WHO, aktivitas fisik minimal 30 menit sehari,” tutur Budi pada Senin (19/1), sebagaimana dilansir dari detikhealth.

Budi kembali menekankan bahwa masyarakat tidak perlu memaksakan diri melakukan aktivitas fisik yang berat atau berfokus pada persaingan. Manfaat kesehatan, baik secara fisik maupun mental, akan tetap diperoleh asalkan aktivitas tersebut dilakukan dengan penuh konsistensi.

Berita Terkait

Ragam Manfaat Rebusan Daun Bawang untuk Kesehatan Tubuh dan Cara Mengolahnya

Panduan Batas Aman Konsumsi Kafein Bagi Ibu Menyusui dan Daftar Minuman yang Perlu Diwaspadai Menurut WebMD

Kecenderungan olahraga lari saat ini memang sering kali dipersepsikan sebagai ajang kompetisi yang cukup ketat. Banyak pelari yang kini sangat terfokus pada pencapaian target kecepatan (pace), rekor pribadi (personal best), mengejar podium, hingga kebutuhan konten untuk dipamerkan di media sosial.

Situasi tersebut secara tidak langsung menciptakan tekanan tersendiri bagi sebagian orang. Tidak sedikit yang merasa enggan atau takut untuk mulai berolahraga karena merasa tidak akan mampu memenuhi standar tinggi yang ada di komunitas pelari.

Berjalan kaki hadir sebagai solusi karena memiliki dampak benturan yang lebih rendah dan sangat mudah diakses oleh siapa saja. Melansir dari Eating Well, aktivitas ini sangat ideal bagi individu yang mungkin memiliki keterbatasan dalam melakukan olahraga dengan intensitas tinggi.

Banyak orang kini mulai mempertimbangkan keunggulan jalan kaki dibandingkan lari sebagai bentuk latihan fisik. Berdasarkan informasi dari Times of India, terdapat beberapa alasan medis yang membuat jalan kaki lebih dipilih.

Perbedaan yang sangat menonjol antara jalan kaki dan lari terletak pada dampaknya bagi kesehatan sendi. Saat seseorang berlari, setiap langkah yang diambil memberikan tekanan ke area lutut dan pergelangan kaki hingga mencapai tiga kali berat badan, yang sering kali menjadi pemicu cedera tendon maupun nyeri lutut.

Sebaliknya, jalan kaki menawarkan manfaat kebugaran tanpa memberikan tekanan yang berlebihan pada tubuh. Aktivitas ini jauh lebih aman bagi mereka yang memiliki riwayat masalah lutut, radang sendi, lansia, individu dengan berat badan berlebih, hingga orang yang sedang dalam masa pemulihan pasca-cedera.

Meskipun risikonya minimal, jalan kaki tetap efektif dalam membantu memperkuat struktur tulang dan otot. Aktivitas sederhana ini terbukti mampu menjaga kebugaran tubuh secara menyeluruh dengan cara yang lebih nyaman.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com