Jakarta, SeputarSumut — Oman menjadi lokasi negosiasi nuklir antara Amerika Serikat dan Iran pada Jumat (6/2), yang kemudian ditanggapi langsung oleh Presiden Donald Trump. Ia secara resmi membuka suara terkait proses diplomasi yang tengah berlangsung di negara tersebut.
Pihak Iran diklaim sangat berkeinginan untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat. Menurut Trump, kedua belah pihak telah menempuh proses pembicaraan yang berjalan dengan sangat baik sejauh ini.
Dunia Internasional: Trump Bicara Negosiasi Nuklir AS dengan Iran
“Mengenai Iran, kami telah melakukan diskusi yang sangat positif. Mereka tampaknya memiliki keinginan kuat untuk segera membuat kesepakatan,” ungkap Trump saat memberikan keterangan di atas pesawat kepresidenan Air Force One, sebagaimana dilansir dari CNN.
Detail dari perjanjian tersebut masih menjadi perhatian utama bagi sang Presiden. Trump kembali berujar, “Kita harus melihat akan seperti apa bentuk kesepakatan itu nantinya, namun saya rasa Iran sangat berminat untuk mewujudkannya.”
Ancaman keras kembali digaungkan oleh Trump jika Iran pada akhirnya gagal mencapai titik temu dalam negosiasi nuklir ini. Berdasarkan berbagai sumber, sejumlah kapal induk dan kapal perang, termasuk USS Abraham Lincoln yang sebelumnya terlibat di Venezuela, kini telah tiba di perairan Timur Tengah.
“Ada armada besar milik kami yang sedang menuju ke sana dan akan segera tiba. Jadi, mari kita pantau bersama bagaimana hasil akhirnya nanti,” tegas Trump memperingatkan.
Kepastian mengenai jadwal pertemuan lanjutan juga disampaikan oleh Trump yang kemungkinan besar digelar pada pekan mendatang.
“Awal pekan depan kita akan bertemu lagi, dan mereka memang ingin mencapai kesepakatan. Iran seharusnya memang menginginkan itu karena mereka paham konsekuensi jika gagal. Jika kesepakatan tidak tercapai, mereka akan menghadapi konsekuensi yang sangat berat,” tuturnya.
Catatan penting dari pertemuan di Oman adalah kesepakatan delegasi kedua negara untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan pemerintah pusat masing-masing sebelum lanjut. Seluruh pihak yang terlibat setuju bahwa diskusi tersebut berjalan lancar, bahkan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut momen itu sebagai awal yang positif.
“Saya berpendapat terdapat atmosfer yang kondusif dalam pertemuan tersebut. Secara singkat, saya bisa katakan bahwa ini merupakan awal yang baik,” jelas Araghchi seperti dikutip dari media pemerintah Iran, IRNA.(*/cnni)


