Jakarta, SeputarSumut – Rencana serangan terhadap Iran tengah dipersiapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, apabila kesepakatan terkait program nuklir gagal tercapai. Ketegangan ini menandakan eskalasi serius dalam hubungan diplomatik kedua negara di awal tahun 2026.
Langkah militer nyata telah diambil AS dengan mengerahkan 10 kapal perang ke perairan Timur Tengah sebagai bentuk tekanan. Menteri Pertahanan Peter Hegseth menegaskan bahwa seluruh pasukan kini dalam kondisi siaga tempur dan siap beraksi segera setelah mendapatkan instruksi resmi dari Trump.
Dunia Internasional: Trump Siap Luncurkan Serangan ke Iran
“Upaya mereka untuk mengejar kemampuan nuklir harus dihentikan. Kami berada dalam posisi siap untuk melaksanakan mandat apa pun yang diberikan presiden kepada Departemen Perang,” tegas Hegseth dalam pernyataannya.
Di sisi lain, ancaman dari pihak Trump tidak membuat nyali Iran ciut. Pemerintah Iran secara tegas menyatakan tidak akan pernah bersedia duduk di meja perundingan jika proses negosiasi dilakukan di bawah tekanan serta intimidasi militer.
Menyusul situasi yang kian memanas, perbandingan kekuatan militer antara Iran dan Amerika Serikat menjadi sorotan utama. Berikut adalah ulasan mengenai perbandingan kekuatan kedua negara berdasarkan data terbaru.
Kekuatan Militer Amerika Serikat
Dominasi Amerika Serikat sebagai negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia masih belum tergoyahkan menurut laporan Global Fire Power per Januari 2026. AS berada di peringkat pertama dengan dukungan sumber daya manusia dan teknologi tempur yang sangat masif.
Total personel militer yang dimiliki AS diperkirakan mencapai 2,1 juta orang. Rinciannya terdiri dari 1,3 juta personel yang berstatus aktif, serta didukung oleh 799.500 personel cadangan yang siap dimobilisasi kapan saja.
Kekuatan darat AS diperkuat oleh 1.174.890 personel, sementara Angkatan Laut memiliki 612.124 personel. Di sektor udara, Angkatan Udara AS didukung oleh 708.758 personel untuk mengoperasikan berbagai armada canggih.
Superioritas udara AS terlihat dari kepemilikan 13.032 unit pesawat, yang mencakup 1.791 pesawat tempur dan 926 unit pesawat serang. Selain itu, mereka memiliki ribuan pesawat angkut, pesawat misi khusus, 610 kapal tanker udara, serta lebih dari 5.913 helikopter termasuk 1.024 helikopter serang.
Persenjataan darat AS juga sangat kuat dengan kepemilikan 4.666 tank dan lebih dari 409.660 unit kendaraan tempur. Kekuatan artileri mereka mencakup 1.521 unit self-propelled, 1.878 artileri tarik, serta 1.731 peluncur roket.
Armada laut AS menjadi yang paling ditakuti dengan keberadaan 11 kapal induk raksasa. Angkatan Laut AS juga mengoperasikan 83 kapal perusak, 66 kapal selam, 27 korvet, serta berbagai kapal pendukung operasional lainnya.
Kekuatan Militer Iran
Berdasarkan data Global Fire Power Januari 2026, Iran menempati posisi ke-16 dari 145 negara di dunia. Meskipun terpaut jauh dari AS, Iran tetap menjadi kekuatan regional yang signifikan di kawasan Timur Tengah.
Estimasi total personel militer Iran berada di angka 1,1 juta orang. Komposisi ini terdiri dari 610 ribu tentara aktif, 350 ribu personel cadangan, serta kekuatan para militer yang mencapai 220 ribu orang.
Secara spesifik, Angkatan Darat Iran merupakan unit terbesar dengan 350 ribu personel. Sementara itu, Angkatan Laut dan Angkatan Udara masing-masing diperkuat oleh sekitar 20 ribu personel aktif.
Kekuatan udara Iran didukung oleh 551 unit pesawat, di mana 188 unit di antaranya adalah pesawat tempur. Iran juga mengoperasikan pesawat angkut, helikopter sebanyak 129 unit, serta 13 unit helikopter serang untuk perlindungan wilayah udara mereka.
Di sektor darat, Iran memiliki 2.675 tank dan 75.939 unit kendaraan militer. Salah satu keunggulan mereka terletak pada artileri, dengan 1.803 artileri tarik dan 1.550 artileri roket yang menjadi tulang punggung pertahanan darat.
Meskipun tidak memiliki kapal induk maupun kapal perusak, Angkatan Laut Iran mengandalkan strategi perang bawah laut dengan 25 kapal selam. Selain itu, mereka diperkuat oleh 21 kapal patroli, 3 korvet, dan kapal perang ranjau untuk menjaga stabilitas di wilayah perairan mereka.(*/cnni)


