Jakarta, SeputarSumut – Risiko besar sedang mengintai Inggris jika mereka terus menjalin hubungan bisnis dengan Tiongkok, menurut pandangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pernyataan tegas ini dilontarkan untuk merespons pertemuan antara Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dan Presiden Xi Jinping yang berlangsung pekan ini.
“Ya, sangat berbahaya bagi mereka untuk melakukan itu,” ujar Trump saat berbicara kepada awak media, sebagaimana dilaporkan oleh AFP. Sebagai sekutu terdekat Amerika Serikat, langkah London mendekat ke Beijing dianggap oleh Trump sebagai sebuah keputusan yang sangat berisiko.
Dunia Internasional: Trump Soroti Pertemuan Starmer dan Xi Jinping
Sejak tahun 2018, kunjungan Starmer ke Negeri Tirai Bambu pekan ini menjadi momen pertama kalinya seorang PM Inggris menginjakkan kaki di sana. Langkah diplomasi ini mengikuti tren sejumlah pemimpin negara Barat lainnya yang belakangan juga berupaya memperbaiki hubungan bilateral dengan pemerintah Tiongkok.
Serangkaian kesepakatan kerja sama resmi telah ditandatangani pada Kamis (29/1) kemarin sebagai penutup agenda pertemuan Starmer dengan Xi Jinping beserta jajaran pejabat Tiongkok lainnya. Starmer menilai kunjungannya tersebut membuahkan hasil yang sangat signifikan bagi kedua belah pihak.
PM Starmer menekankan bahwa Inggris memiliki kapasitas besar yang dapat ditawarkan kepada pihak Tiongkok. Ia menggambarkan dialognya dengan Xi Jinping berlangsung dalam suasana hangat dan berhasil mencapai berbagai kemajuan yang nyata bagi kedua negara.
“Inggris memiliki banyak hal untuk ditawarkan. Pertemuan sehari sebelumnya memberikan keterlibatan yang memang kami harapkan,” jelas Starmer mengenai hasil diskusinya dengan pemimpin tertinggi Tiongkok tersebut.
Adapun kesepakatan yang berhasil dicapai antara Starmer dan Xi meliputi kebijakan bebas visa selama 30 hari ke Tiongkok bagi para pemegang paspor Inggris. Selain itu, poin kerja sama juga mencakup perluasan komoditas ekspor Inggris, sektor kesehatan, hingga penguatan peran komisi perdagangan antara Inggris dan Tiongkok.
Sebelum kehadiran Starmer, Beijing telah lebih dulu menerima kunjungan dari para pemimpin negara Barat lainnya seperti Prancis, Kanada, dan Finlandia. Para pemimpin dunia tersebut berbondong-bondong menemui Xi Jinping di tengah situasi geopolitik global yang kian memanas.
Kunjungan para pemimpin negara tersebut dilakukan sebagai upaya menggalang dukungan internasional guna menolak ambisi Trump yang ingin merebut Greenland. Selain itu, rangkaian pertemuan tersebut bertujuan membentengi diri dari ancaman tarif perdagangan yang dilontarkan Trump terhadap para sekutu NATO.(*/cnni)


