Medan, SeputarSumut — Universitas Satya Terra Bhinneka resmi beroperasi di Kota Medan dengan mengusung visi besar integrasi lingkungan, pangan, dan teknologi digital. Melalui peresmian gedung kampus yang terletak di Jalan Sunggal Gang Bakul pada Senin, 29 Juni 2026, perguruan tinggi ini menargetkan kelahiran riset unggul guna mencetak peraih penghargaan Nobel pada tahun 2045 mendatang.
Ketua Dewan Pembina Universitas Satya Terra Bhinneka, Dr. Sofyan Tan, menegaskan bahwa visi besar tersebut diturunkan langsung ke dalam program studi yang disediakan. Pihaknya menghadirkan Program Studi Kependidikan karena percaya bahwa bangsa yang besar harus ditopang oleh pendidik berkualitas.
Info Medan: Universitas Satya Terra Bhinneka Targetkan Nobel 2045 Lewat Prodi Kehutanan dan Pertanian
“Namun, pintar saja tidak cukup; generasi masa depan harus memiliki kesadaran ekologis agar bumi ini tetap lestari. Oleh karena itu, kami mendirikan Program Studi Manajemen Kehutanan agar hutan kita tetap terawat dan terhindar dari bencana di kemudian hari,” jelas Sofyan Tan.
Ia menambahkan bahwa manusia juga membutuhkan pangan, sehingga pihak yayasan turut mendirikan Program Studi Pertanian. Institusi ini berkomitmen penuh untuk mendirikan pusat riset pertanian yang unggul guna mewujudkan ketahanan pangan nasional bagi bangsa sendiri.
“Kita tidak boleh terus-menerus bergantung pada impor pangan dari luar negeri; pangan harus menjadi tuan rumah di negeri kita yang subur ini,” paparnya.
Demi memberikan nilai tinggi pada aspek hutan, pangan, dan lingkungan yang terjaga, universitas melengkapi kurikulumnya dengan Program Studi Bisnis Digital. Seluruh ide dan hasil kerja keras Sofyan Tan selama 38 tahun disatukan ke dalam lembaga pendidikan ini untuk mendidik anak-anak dari berbagai latar belakang suku, agama, kaya, maupun miskin agar bisa maju bersama.
“Kita optimis, menyongsong Indonesia Emas tahun 2045, bangsa kita dapat menguasai ekonomi dan berada di urutan tujuh besar dunia. Sejalan dengan visi besar dari Pak Menteri, mudah-mudahan Universitas Satya Terra Bhinneka kelak mampu melahirkan anak-anak bangsa yang meraih penghargaan Nobel pada tahun 2045,” tutur Anggota Komisi X DPR RI tersebut.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap visi jangka panjang yang berjalan di dalam kampus ini. Menurutnya, peresmian gedung baru tersebut bukan sekadar pencapaian fisik semata.
“Gedung ini bukan sekadar pencapaian fisik, melainkan sebuah monumen yang merangkum visi besar, perjuangan, pengorbanan, dan kolaborasi untuk memajukan sumber daya manusia Indones peresmian ini dihadiri oleh jajaran pejabat
Pembangunan gedung kampus yang rampung dalam waktu 18 bulan ini terwujud berkat gotong royong para donatur.(Siong)


