Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Vaksinasi Super Flu Belum Perlu Secara Massal

Oleh Redaksi 15
Selasa, 13 Januari 2026
Foto: Vaksinasi Super Flu Belum Perlu Secara Massal

Ilustrasi vaksin.(Foto: Freepik)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI secara resmi menyatakan bahwa pemberian vaksin guna menangkal Influenza A H3N2 subclade K, atau yang populer dengan sebutan ‘super flu’, hingga saat ini belum perlu dilakukan secara masif kepada masyarakat luas. Langkah utama dalam memitigasi penyebaran virus tersebut menurut penilaian Pemerintah masih bertumpu pada penguatan sistem imunitas tubuh masing-masing individu.

Kepala Biro Komunikasi Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan di Jakarta Timur pada Rabu (7/1) sebagaimana dikutip dari detikhealth, bahwa status vaksinasi tersebut hanya bersifat pilihan. “Vaksin itu boleh-boleh saja, tapi sifatnya opsional. Jadi enggak wajib, boleh untuk kelompok rentan lansia, anak-anak, tenaga kesehatan,” tutur Aji memberikan keterangan.

Pernik Ragam: Vaksinasi Super Flu Belum Perlu Secara Massal

Iklan Indako SeputarSumut

Urgensi untuk melaksanakan program vaksinasi berskala nasional dinilai belum terlihat dalam situasi yang berkembang sekarang ini. Alih-alih mewajibkan vaksin, pihak kementerian lebih menitikberatkan pada pentingnya pemeliharaan daya tahan tubuh masyarakat agar tetap memiliki perlindungan alami terhadap risiko infeksi.

“Menurut kami, pertahanan terbaik adalah imunitas tubuh yang harus diperkuat. Jadi anak-anak atau siapapun itu, dewasa, lansia, perkuatlah pertahanan tubuh dengan imunitas tubuh yang baik. Makan bergizi dan istirahat cukup,” kata Aji lebih lanjut mengenai strategi pencegahan mandiri.

Meskipun demikian, kewaspadaan terhadap kemunculan gejala flu tetap harus menjadi perhatian masyarakat bagi Kemenkes. Bagi warga yang mulai merasakan keluhan seperti pilek, batuk, atau sering bersin, sangat dianjurkan untuk segera membatasi interaksi sosial demi memutus rantai penularan di lingkungan sekitar.

Berita Terkait

Ragam Manfaat Rebusan Daun Bawang untuk Kesehatan Tubuh dan Cara Mengolahnya

Panduan Batas Aman Konsumsi Kafein Bagi Ibu Menyusui dan Daftar Minuman yang Perlu Diwaspadai Menurut WebMD

“Stay dulu di rumah, pakai masker, terapkan etiket batuk bersin segala macam. Kalau sudah berat sakitnya, lebih dari 2-3 hari, segera saja ke dokter atau fasilitas kesehatan,” tegasnya sebagai langkah antisipasi jika kondisi kesehatan memburuk.

Di sisi lain, Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan RI turut bersuara agar publik tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan terhadap penyebaran subclade K ini. Menurut Menkes, karakteristik virus ini memang memiliki kecepatan penularan yang tinggi, namun dampak keparahan medis yang ditimbulkannya tergolong cukup rendah.

“Dia penularannya cepat, tapi kematiannya sangat rendah. Dan ini selalu terjadi biasanya di musim-musim dingin. Di Indonesia kita juga sudah identifikasi, terakhir jumlahnya puluhan. Enggak parah, sih, artinya bisa dengan pengobatan biasa,” ungkap Budi yang menegaskan bahwa penanganan medis standar masih sangat efektif.

Budi Gunadi Sadikin juga menekankan bahwa kondisi kesehatan saat ini sangat berbeda dan tidak bisa disetarakan dengan krisis pandemi COVID-19 beberapa tahun silam. “Enggak usah panik, karena sama seperti flu biasa, bukan seperti Covid-19 yang dulu-dulu,” tutupnya dalam sebuah pernyataan penegas.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com