Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Nasional

16.264 KK Banjir Sumatra Pilih Dana Hunian

Oleh Redaksi 15
Selasa, 30 Desember 2025
Foto: Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari.(Istimewa)

Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari.(Istimewa)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut – ​Sebanyak 16.264 kepala keluarga yang menjadi korban bencana banjir di wilayah Sumatra secara resmi memilih skema Dana Tunggu Hunian (DTH) daripada harus tinggal di hunian sementara (huntara). Hal ini diungkapkan langsung oleh pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

​”Data yang masuk ke kami saat ini tercatat sudah ada 16.264 KK yang terdata secara lengkap melalui skema by name, by address,” ungkap Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari, saat memberikan keterangan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin (29/12).

Lintas Nasional: 16.264 KK Banjir Sumatra Pilih Dana Hunian

Iklan Indako SeputarSumut

​Terkait mekanisme penyalurannya, bantuan Dana Tunggu Hunian yang diberikan adalah senilai Rp600 ribu untuk setiap KK per bulan. Pemerintah akan menerapkan sistem jemput bola guna memudahkan warga terdampak dalam menerima haknya.

​”Proses pencairan dana Rp600 ribu per bulan per KK ini nantinya dilakukan dengan sistem jemput bola, sehingga masyarakat terdampak tidak perlu lagi mengantre di bank,” jelas Abdul lebih lanjut.

​Seluruh data calon penerima manfaat DTH tersebut telah melewati proses verifikasi yang ketat. BNPB memastikan validasi data dilakukan dengan mencocokkan identitas kependudukan melalui Dirjen Dukcapil Kemendagri.

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sangihe BPBD Sebut Belum Ada Laporan Kerusakan dan Tidak Berpotensi Tsunami

Menteri Agama Nasaruddin Umar Deklarasikan 10 Muharam Sebagai Momentum Lebaran Anak Yatim dan Difabel

​Adapun proses penyaluran dana bantuan tersebut akan difasilitasi melalui bank-bank Himbara yang telah ditunjuk di setiap provinsi terdampak. Koordinasi antar instansi terus diperkuat untuk kelancaran distribusi.

​Abdul juga mengonfirmasi bahwa seluruh rekening bagi penerima bantuan tahap pertama sudah selesai dibuat di bank yang bersangkutan. Hal ini menjadi langkah awal sebelum dana mulai dicairkan ke tangan warga.

​”Rencananya, mulai besok hingga hari Jumat, pihak perbankan bersama aparatur pemerintah dari tingkat kecamatan hingga desa akan mulai turun langsung ke lapangan,” tambahnya.

​Di sisi lain, pemerintah juga terus memacu progres pembangunan fisik berupa huntara maupun hunian tetap (huntap) di lokasi-lokasi terdampak bencana. Upaya percepatan ini dilakukan agar pemulihan infrastruktur berjalan beriringan dengan bantuan sosial.

​Untuk wilayah Sumatra Barat, pengerjaan huntara saat ini sudah menyasar enam kabupaten/kota, sementara di Sumatra Utara pembangunan tengah berlangsung di tiga kabupaten/kota berbeda.

​Sedangkan di Provinsi Aceh, satu kabupaten sudah memulai tahap konstruksi, sementara wilayah lainnya masih melakukan persiapan dan percepatan lahan, mengingat ketersediaan lahan menjadi tantangan utama di lapangan.

​Merujuk pada paparan penanganan di Provinsi Aceh, beberapa daerah diketahui telah menyiapkan titik lokasi huntara dan melakukan pematangan tanah, meskipun sebagian lainnya masih harus melewati proses identifikasi lahan.

​Sementara itu, progres di Sumatra Utara menunjukkan perkembangan positif dengan dimulainya pembangunan unit percontohan huntara dan huntap di beberapa wilayah, yang kemudian akan diikuti dengan tahap perencanaan pembangunan lanjutan.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com