Jakarta, SeputarSumut – Prosesi pemakaman massal akan dilaksanakan untuk 17 jenazah korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar). Pemakaman kolektif ini dijadwalkan berlangsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bungus, Kota Padang, pada hari Rabu (10/12) siang, bersama dengan tujuh jenazah korban lainnya.
Pengumuman ini disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Agam, Villa Erdi, yang menyebutkan bahwa 17 jenazah tersebut dimakamkan secara kolektif karena tidak ada satu pun pihak yang datang mengklaim mereka sebagai anggota keluarga. Selain itu, hasil tes DNA yang dilakukan juga menunjukkan ketidakcocokan dengan data warga yang melaporkan kehilangan keluarga mereka.
Lintas Nasional: 17 Korban Banjir Agam Dimakamkan Massal
”Tidak ada mengklaim dan DNA yang diambil tidak cocok dengan jenazah, sehingga jasad korban dimakamkan. Ke-17 jenazah ini berada di Rumah Sakit Bhayangkara Padang,” ujar Villa Erdi, sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara.
Lebih lanjut, Villa Erdi menjelaskan bahwa rencana pelaksanaan salat jenazah untuk 17 korban tersebut akan dilakukan di Mesjid Raya Ahmad Khatib Al Minangkabawi, setelah salat Zuhur selesai.
”Usai disalatkan, seluruh jasad korban dengan jumlah 24 orang langsung dibawa ke TPU Bungus,” tambahnya mengenai prosesi pemindahan jenazah.
Rincian mengenai 17 jenazah korban banjir bandang di Agam tersebut juga disampaikan. Total jenazah terdiri dari sembilan orang berjenis kelamin laki-laki, lima orang perempuan, dan tiga bagian tubuh yang ditemukan.
Tercatat, ini bukan pemakaman massal pertama pasca-bencana. Sebelum agenda ini, Dinsos Agam sebelumnya sudah memakamkan 10 jenazah korban banjir bandang di TPU Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung, Agam. Dari total 10 jenazah tersebut, dua jenazah dimakamkan karena tidak ada pihak keluarga yang mengklaim, sementara delapan jenazah lainnya dimakamkan atas permintaan resmi dari pihak keluarga.
”Pihak keluarga meminta korban dimakamkan di TPU Sungai Jariang,” kata Villa Erdi.
Bencana yang melibatkan banjir bandang, tanah longsor, dan banjir di wilayah Agam secara keseluruhan telah menimbulkan dampak dan kerugian yang sangat besar. Hingga saat ini, data menunjukkan bahwa jumlah korban meninggal dunia mencapai 188 orang, sementara 72 orang masih dilaporkan hilang atau belum ditemukan.
Dampak kemanusiaan dan infrastruktur juga tercatat signifikan, dengan 13 korban yang masih dirawat, 4.117 orang mengungsi, dan 988 orang terdampak atau terisolir. Kerusakan bangunan rumah tercatat 493 unit rusak ringan, 359 unit rusak sedang, dan 600 unit rusak berat.
Selain itu, fasilitas publik dan sektor pertanian juga mengalami kerugian, termasuk 11 unit tempat ibadah terdampak, 67 titik jembatan rusak, 49 titik jalan rusak, 99 unit fasilitas pendidikan rusak, 125 unit irigasi, 18 unit bendungan rusak, 6.025 ekor ternak mati, serta 1.813,70 hektare lahan pertanian rusak.(*/cnni)


