Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ekonomi

5 Perusahaan Ojek Online Sudah Bangkrut, Ini Daftarnya

Oleh Redaksi 15
Senin, 8 Januari 2024
Foto: Ilustrasi.

Ilustrasi.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar – Jakarta | Moda transportasi ojek online (ojol) di Indonesia makin berkembang. Namun ternyata ada 5 perusahaan ojek online yang bangkrut dan salah satunya berasal dari Amerika Serikat. Ojek online (ojol) jadi salah satu pilihan masyarakat untuk menghemat waktu perjalanan.

Ojek motor yang biasa dipesan melalui aplikasi ini bukan cuma mengantarkan penumpang, namun bisa untuk memesan makanan atau barang.

Berita Ekonomi: 5 Perusahaan Ojek Online Sudah Bangkrut, Ini Daftarnya

Iklan Indako SeputarSumut

Dalam perjalanannya hanya Gojek dan Grab yang masih bisa bertahan. Sementara beberapa perusahaan ojol yang lainnya mulai tumbang alias bangkrut.

Ada 5 perusahaan ojol yang sempat menjadi pesaing Gojek dan Grab dan salah satunya perusahaan ojol terkenal asal Amerika Serikat yakni Uber.

Di Indonesia perusahaan pertama yang mengembangkan transportasi ojek online adalah perusahaan Gojek. Gojek sendiri lahir pada tahun 2009 dan semakin berkembang pesat tahun 2015 lalu.

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya

Inflasi Sumatera Utara Juni 2026 Tembus 4,79 Persen, Wilayah Ini Alami Lonjakan Tertinggi

Nadiem Makarim merupakan pendiri perusahaan Gojek dan saat ini sudah melayani 50 kota di Indonesia. Sementara Grab perusahaan asal Malaysia juga menyediakan jasa ojol yang didirikan Anthony Tan.

Seiring berjalannya waktu ada 5 perusahaan ojek online yang sudah gulung tikar alias bangkrut, berikut daftarnya.

1. BluJek

BluJek singkatan dari blusukan ojek garapan PT BluJek Indonesia yang hadir menjadi rival Gojek dan Grab. Warna jaket BluJek biru dan putih menjadi pembeda dari perusahaan ojol yang sudah ada.

BluJek sendiri muncul tahun 2015 dan menggandeng Bank Mandiri untuk sistem pembayaran dan Telkomsel untuk nomor resmi mitra. BluJek menawarkan jasa transportasi, antar barang dan makanan sampai jasa kurir. BlueJek sendiri akhirnya resmi bubar.

2. Uber

Uber sama seperti Gojek dan Grab menyediakan jasa transportasi ojek online (ojol). Namun Uber tidak bisa bersaing dengan kedua perusahaan ojol yang memiliki warna hijau ini.

Uber sendiri merupakan perusahaan jasa transportasi asal Amerika Serikat. Tahun 2014 Uber masuk Indonesia dan melayani beberapa rute di Jakarta dengan menggunakan mobil. Uber sendiri resmi ditutup tahun 2018 dan Grab resmi mengambil alih Uber di Asia Tenggara.

3. Ladyjek

Berbeda dengan Gojek dan Grab, Ladyjek resmi bersaing di Indonesia dengan konsep berbeda. Ladyjek melayani jasa transportasi khusus penumpang wanita dan pengemudinya juga wanita.

Ladyjek sendiri resmi mengaspal di Jakarta pada tahun 2015 lalu. Sejak resmi meluncur, Ladyjek hanya melayani rute Jabodetabek saja. Sama seperti Uber dan BluJek, Ladyjek juga akhirnya resmi bubar.

4. Bangjek

Bangjek hadir untuk melayani konsumen dan siap mengantarkan ke lokasi sesuai tujuan awal. Mirip ojol lain, Bangjek juga menyediakan jasa tambahan berupa kirim paket, pesan makanan sampai order online shop.

Bangjek sendiri resmi muncul dan melayani konsumen tahun 2015 dan sekarang sudah tidak ada lagi.

5. OjekKoe

Perusahaan ojol OjekKoe ini resmi didirikan tahun 2016 oleh Katon Muchtar. Para driver ojol OjekKoe ini mendapatkan komisi dengan sistem bagi hasil.

Pemilik OjekKoe ini memberikan reward untuk servis motor driver dan ada juga dana talangan. Namun OjekKoe akhirnya berhenti beroperasi karena terkendala modal. Terakhir mitra atau driver ojol OjekKoe ini sudah berjumlah 500 orang. (MSN)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com