Jakarta, SeputarSumut – Mengakhiri kisah cinta bukanlah hal yang mudah. Proses melupakan seseorang yang pernah dicintai sering kali memakan waktu, terutama jika jalinan asmara itu penuh gejolak, diwarnai pengkhianatan, atau melibatkan cinta yang tak pernah berbalas tuntas.
Pengalaman merasakan patah hati adalah hal yang dialami hampir semua orang. Seandainya proses penyembuhan ini bisa terjadi dalam sekejap mata, tentu kita tidak akan menemukan begitu banyak lagu melankolis, buku motivasi, atau karya seni yang lahir dari inspirasi kisah perpisahan.
Pernik Ragam: 7 Cara Realistis Cepat Move On dari Mantan
Namun, ada satu hal yang melegakan: kesedihan yang Anda rasakan tidak akan bertahan selamanya. Pertanyaan yang sering muncul adalah, berapa lama idealnya waktu yang dibutuhkan untuk benar-benar bisa melupakan seseorang? Dan adakah kiat yang bisa mempercepat proses pemulihan emosi ini?
Maria Sullivan, yang menjabat sebagai wakil presiden sekaligus pakar kencan di Dating.com, menyampaikan bahwa setiap orang memiliki ritme penyembuhan yang berbeda.
Mengutip dari Oprah Daily, berikut adalah tujuh langkah nyata dan realistis yang dapat Anda terapkan untuk mulai melepaskan diri dari ikatan hubungan yang telah berakhir.
1. Jangan Tentukan Batas Waktu Kapan Harus Move On
Banyak individu cenderung memaksakan diri untuk segera pulih, misalnya dengan memasang target untuk mulai berkencan lagi dalam beberapa minggu atau bertekad berhenti bersedih setelah satu bulan.
Amiira Ruotola, penulis buku It’s Called a Breakup Because It’s Broken, menjelaskan, “Sayangnya, tidak ada rumus pasti yang bisa menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pulih dari patah hati.”
2. Akui dan Validasi Perasaan, Jangan Pernah Menekan Emosi
Psikoterapis Cori Dixon-Fyle menyoroti bahwa banyak orang merasa bersalah karena belum mampu merasa ‘baik-baik saja’ dalam jangka waktu tertentu. Padahal, setiap orang memiliki hak untuk merasakan kesedihan, kemarahan, kekecewaan, bahkan kebingungan.
”Agar bisa melangkah maju, Anda harus memberi diri Anda izin untuk berduka,” tegasnya.
Membagikan kisah dan perasaan kepada orang terdekat yang tepercaya atau mencari bantuan profesional bisa menjadi langkah efektif untuk mengurai gejolak emosi yang terasa sulit untuk dihadapi seorang diri.
3. Berhenti Meromantisasi Kenangan Hubungan Masa Lalu
Juliana Morris, seorang terapis pernikahan dan hubungan, berpendapat, “Bagian tersulit dari putus cinta sering kali bukan kehilangan orangnya, tetapi kehilangan fantasi tentang masa depan yang Anda bayangkan.”
Sangat penting untuk melihat kembali hubungan tersebut secara objektif apa adanya, dan bukan hanya berdasarkan versi ideal yang indah yang tersimpan dalam ingatan.
”Jika hubungan itu benar-benar tepat, kemungkinan besar kalian masih bersama,” tambahnya.
4. Batasi Kontak dan Jauhi Media Sosial Mantan
Pakar hubungan Kelli Miller menekankan bahwa aturan paling sederhana dalam proses ini adalah pembatasan kontak, meskipun diakuinya sebagai aturan yang paling sulit untuk dilaksanakan.
Beristirahat sejenak dari media sosial dapat membantu proses penyembuhan, terutama jika melihat unggahan kehidupan mantan atau orang lain yang tampak ‘lebih bahagia’ justru memicu rasa sakit emosional.
Menghapus nomor mantan, terutama jika komunikasi tidak lagi diperlukan untuk urusan mendesak, juga bisa mengurangi keinginan impulsif untuk menghubungi mereka saat kondisi emosi sedang labil.
5. Hindari Terburu-buru Mencari Pengganti atau Hubungan Baru
Terlibat dalam hubungan baru sering dipandang sebagai jalan pintas untuk menghilangkan rasa kesepian. Namun, Morris menyarankan agar Anda menikmati dan menghargai masa-masa kesendirian ini.
Waktu luang ini bisa dimanfaatkan untuk kembali menekuni hobi lama yang sempat terbengkalai, mencoba berbagai aktivitas baru yang menarik, atau memperkuat kembali hubungan sosial dengan teman-teman Anda.
Ia juga menyarankan untuk membuat daftar hal-hal yang kini terasa lebih melegakan karena telah ditinggalkan, seperti kebiasaan yang tidak sehat atau ekspektasi yang tidak realistis terhadap pasangan.
6. Sadari Bahwa Hidup Anda Berpotensi Jauh Lebih Baik
Saat rasa sakit akibat perpisahan mulai mereda, manfaatkan momentum ini untuk kembali mengenal dan menemukan diri Anda seutuhnya.
”Putus cinta adalah kesempatan besar untuk menemukan diri. Fokuslah membangun hidup yang membuat Anda menjadi versi terbaik diri Anda,” ujar Ruotola.
Hal ini bisa diwujudkan dengan mencoba hobi baru, bepergian solo, mengikuti kursus atau pelatihan, hingga menikmati sepenuhnya kebebasan hidup tanpa batasan dari relasi yang telah usai.
7. Tunda Keputusan Besar Ketika Emosi Masih Belum Stabil
Banyak orang yang didorong untuk melakukan perubahan yang sangat drastis setelah putus cinta, seperti potong rambut yang ekstrem, pindah ke kota baru, atau mengambil keputusan penting lainnya secara impulsif.
Selagi emosi Anda masih belum stabil, sangat disarankan untuk menunda mengambil keputusan besar. Berikan waktu yang cukup bagi diri sendiri untuk menenangkan diri sebelum membuat perubahan yang akan berdampak secara jangka panjang.(*/cnni)


