Minggu, Juli 5, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

80 Orang Meregang Nyawa Dibunuh Kelompok Bersenjata

Oleh Redaksi 15
Senin, 20 Januari 2025
Foto: Ilustrasi.

Ilustrasi.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Lebih dari 80 orang tewas di wilayah timur laut Kolombia setelah pemerintah negara itu gagal mengadakan perundingan damai dengan Tentara Pembebasan Nasional (ELN).

Seperti dilansir The Washington Post, menurut William Villamizar, Gubernur Santander Utara, wilayah tempat banyak pembunuhan terjadi, ada dua puluh orang lainnya terluka akibat serangan kelompok bersenjata itu.

Dunia Internasional: 80 Orang Meregang Nyawa Dibunuh Kelompok Bersenjata

Iklan Indako SeputarSumut

Di antara para korban adalah pemimpin masyarakat Carmelo Guerrero dan tujuh orang yang berusaha menandatangani perjanjian damai, menurut sebuah laporan yang dirilis oleh badan ombudsman pemerintah Kolombia, Sabtu (18/1) malam waktu setempat.

Para pejabat setempat mengatakan serangan kelompok bersenjata itu terjadi di beberapa kota yang terletak di wilayah Catatumbo dekat perbatasan dengan Venezuela, dengan setidaknya tiga orang yang menjadi bagian dari perundingan damai diculik.

Ribuan orang melarikan diri dari daerah itu, dengan beberapa orang bersembunyi di pegunungan rimbun di dekat wilayah nya atau mencari bantuan di tempat penampungan pemerintah.

Berita Terkait

Rangkaian Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dimulai Hari Ini di Iran

Delapan Biksu Buddha Tewas Ditabrak Truk Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun di Thailand

“Catatumbo butuh bantuan,” kata Villamizar dalam pidato publiknya pada hari Sabtu. “Anak laki-laki, anak perempuan, orang muda, remaja, seluruh keluarga datang tanpa membawa apa pun, naik truk, truk sampah, sepeda motor, apa pun yang mereka bisa, dengan berjalan kaki, untuk menghindari menjadi korban konfrontasi ini,” imbuhnya.

Serangan dari kelompok bersenjata itu terjadi setelah pemerintah Kolombia menangguhkan perundingan damai dengan Tentara Pembebasan Nasional, atau ELN, pada hari Jumat (17/1), yang merupakan kedua kalinya dilakukan dalam waktu kurang dari setahun.

Pemerintah Kolombia telah menuntut agar ELN menghentikan semua serangan dan mengizinkan pihak berwenang memasuki wilayah tersebut dan memberikan bantuan kemanusiaan.

ELN telah bentrok di Catatumbo dengan mantan anggota Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia, atau FARC, kelompok gerilya yang bubar setelah menandatangani perjanjian damai pada tahun 2016 dengan pemerintah Kolombia.

Keduanya berebut kendali atas wilayah perbatasan strategis yang memiliki perkebunan daun koka. ELN mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa mereka telah memperingatkan mantan anggota FARC bahwa jika mereka “terus menyerang penduduk… tidak ada jalan keluar lain selain konfrontasi bersenjata.”

ELN menuduh mantan pemberontak FARC melakukan beberapa pembunuhan di daerah tersebut, termasuk pembunuhan pasangan dan bayi mereka yang berusia 9 bulan pada tanggal 15 Januari 2025.

Tentara Kolombia mengatakan pada hari Minggu (19/1) bahwa mereka menyelamatkan seorang pemimpin masyarakat setempat dan seorang kerabat yang dianiaya oleh ELN, tetapi puluhan lainnya menunggu penyelamatan.

Menteri Pertahanan Kolombia Iván Velásquez dijadwalkan untuk melakukan perjalanan ke kota Cúcuta di timur laut, sementara para pejabat bersiap untuk mengirim 10 ton makanan dan perlengkapan kebersihan untuk sekitar 5.000 orang di komunitas Ocaña dan Tibú, di mana sebagian besar dari mereka telah melarikan diri dari aksi kekerasan.

ELN telah mencoba untuk menegosiasikan kesepakatan damai dengan pemerintahan Presiden Kolombia Gustavo Petro sebanyak lima kali, dengan pembicaraan yang gagal setelah serangkaian aksi kekerasan. Tuntutan ELN termasuk agar lembaganya diakui sebagai organisasi pemberontak politik, yang oleh para kritikus dikatakan bisa berisiko. (CNN)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Perkuat Ekosistem Aset Keuangan Digital dan Kripto Melalui Roadmap 2026-2031
  • IHSG Menguat 2,28 Persen Mengikuti Tren Bursa Asia pada Akhir Pekan
  • Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Level III Siaga, Kapal di Selat Sunda Diminta Waspada
  • Rangkaian Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dimulai Hari Ini di Iran
  • Remaja 16 Tahun Tenggelam di Sungai Ular Serdang Bedagai Masih Dalam Pencarian
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com