seputar-Jakarta | Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersyukur dirinya menjadi menteri di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi).
AHY menyebut pelantikan dirinya sebagai Menteri ATR/Kepala BPN pada hari ini juga menjadi momentum Demokrat kembali ke pemerintahan. Menurutnya, Demokrat sudah berada di luar pemerintahan hampir sepuluh tahun terakhir.
Lintas Nasional: AHY: SBY Bersyukur Demokrat Kembali ke Pemerintahan
“Beliau tentunya juga bersyukur, karena ini juga menjadi sebuah momentum Partai Demokrat kembali ke pemerintahan,” kata AHY di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/2/2024).
AHY menilai partainya akan lebih mudah berkontribusi dan memperjuangkan kepentingan rakyat karena sudah berada di pemerintahan.
“Karena kebijakan itu di tangan eksekutif, walaupun perjuangan di parlemen juga sangat penting,” ujarnya.
AHY mengaku bakal bertanggung jawab menyelesaikan program-program di Kementerian ATR/BPN dalam delapan bulan terakhir ini.
Beberapa prioritas yang akan dituntaskan salah satunya terkait sertifikasi elektronik. Ia menilai langkah tersebut mampu menjadi solusi terhadap berbagai persoalan khususnya mafia tanah.
“Juga ini masalah keadilan. Bukan hanya soal bagi-bagi sertifikat, tapi masalah keadilan yang sangat fundamental dan kita juga punya tujuan,” ujar AHY.
Sebelumnya, Presiden Jokowi langsung memberi tiga tugas untuk AHY. Jokowi ingin ada percepatan dalam penerapan tiga kebijakan. Pertama, kebijakan digitalisasi sertifikat tanah.
“Pertama, yang berkaitan dengan sertifikat elektronik harus didorong agar lebih masif,” kata Jokowi dalam jumpa pers bersama AHY di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/2).
Tugas kedua, kata Jokowi, berkaitan dengan hak guna usaha (HGU) perdagangan karbon atau carbon trading.
Kemudian ketiga untuk AHY adalah sertifikasi tanah. Jokowi ingin kebijakan ini beres sebelum masa jabatan berakhir.
“Yang berkaitan dengan 120 juta PTSL, 120 juta bidang untuk masuk ke PTSL, harus segera bisa kita selesaikan,” ucap Jokowi.
Serba Mendadak
AHY mengungkapkan momen ketika diminta Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Kabinet Indonesia Maju.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih, walaupun ini serba mendadak kalau saya boleh cerita,” kata AHY.
Mulanya, AHY dihubungi Mensesneg Pratikno via sambungan telepon pada Senin malam lalu (19/2). Pratikno bertanya apakah AHY sedang berada di Jakarta atau tidak.
Setelah itu, Pratikno meminta AHY bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada Selasa malam (20/2). AHY menyatakan siap tanpa tahu apa agenda pertemuan dengan Jokowi.
Saat bertemu Jokowi, barulah diketahui bahwa AHY diminta untuk menjadi menteri.
“Saya tidak tahu agendanya apa ketika itu. Tetapi saya datang tentunya, dan di situlah beliau meminta saya untuk bergabung di kabinet,” kata dia.
Dalam pertemuannya dengan Jokowi, AHY pun mengaku baru mengetahui pelantikannya akan dilaksanakan pada hari ini, Rabu (21/2).
Setelah mendapat restu dari Partai Demokrat, AHY lalu meminta restu kepada capres nomor urut 2 Prabowo Subianto.
“Bagaimanapun beliau adalah pemimpin koalisi Indonesia maju ke depan, untuk mendapatkan blessing juga, restu juga,” ungkap AHY.
Pelantikan AHY sebagai Menteri ATR/BPN dilakukan berdasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 34/P Tahun 2024. AHY akan mengisi Kabinet Indonesia Maju untuk sisa masa jabatan periode tahun 2019-2024.
Anak sulung Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono itu pun kini secara resmi menggantikan posisi Hadi Tjahjanto yang dalam hari sama juga dilantik sebagai Menko Polhukam.
Hadi ditunjuk menjabat sebagai Menko Polhukam menggantikan Mahfud MD yang telah mengundurkan diri pada saat kontestasi Pilpres 2024.
Jokowi Paparkan Rekam Jejak AHY
Sementara itu Presiden Joko Widodo memaparkan rekam jejak Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat ditanya apakah sudah berkoordinasi dengan PDIP sebelum mengajak Partai Demokrat masuk kabinet.
Awalnya, Jokowi ditanya wartawan apakah memberi tahu PDIP tentang rencana pelantikan AHY. Alih-alih menjawab, Jokowi justru mengenalkan kembali AHY ke awak media massa.
“Kita tahu beliau ini Ketua Umum Partai Demokrat, pertama. Beliau juga alumni Akademi Militer, Akmil,” kata Jokowi dalam jumpa pers bersama AHY di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/2).
Lalu Jokowi memaparkan pendidikan yang ditempuh AHY. Dia menyebut AHY lulusan Nanyang Technological University Singapura, Webster University Amerika Serikat, dan Harvard University Amerika Serikat.
Jokowi percaya latar belakang pendidikan itu menunjukkan kemampuan AHY. Dia berkata AHY punya kemampuan manajemen meskipun masih terbilang muda.
“Saya kira saya tidak ragu memberikan tempat untuk Kementerian ATR/BPN karena ini urusan manajemen saya kira beliau akan sangat siap,” ujar Jokowi.
Jokowi merangkul AHY dan Partai Demokrat masuk ke kabinet. Sebelumnya Demokrat mengambil posisi di luar pemerintahan sejak Pilpres 2014. Tak ada satu pun perwakilan Demokrat di kabinet Jokowi sebelum AHY.
Demokrat selama ini berseberangan dengan PDIP. Hubungan kedua partai itu panas sejak Pemilu 2004.
Saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mantan Menko Polkam di kabinet Presiden Megawati Soekarnoputri, bersaing di Pilpres 2004 sebagai calon presiden. SBY mengalahkan mantan atasannya, Megawati. (cnnindonesia/ss)


