Jakarta, SeputarSumut — Secangkir kopi menjadi salah satu jenis minuman populer yang paling sering diandalkan masyarakat untuk mengawali rutinitas harian. Sudah menjadi hal yang lumrah jika banyak orang memiliki kebiasaan mengonsumsi kopi sesaat setelah mereka membuka mata di pagi hari karena minuman ini dinilai ampuh dalam mengusir kantuk sekaligus mendongkrak gairah untuk beraktivitas.
Akan tetapi, pada kenyataannya organ tubuh manusia sedang mengoperasikan beragam ritme biologis alami ketika baru saja terjaga dari tidur. Oleh karena itu, ketepatan waktu dalam meminum kopi menjadi elemen krusial yang ikut menentukan bagaimana zat kafein bereaksi di dalam metabolisme tubuh.
Pernik Ragam: Alasan Mengapa Minum Kopi Setelah Bangun Tidur Tidak Dianjurkan dan Waktu Terbaik Mengonsumsinya
Pemahaman mengenai momentum yang paling pas untuk mereguk kopi pun menjadi hal yang penting untuk diketahui. Muncul sebuah pertanyaan mengenai apa yang melandasi adanya anjuran untuk tidak langsung mengonsumsi kopi pasca terbangun dari tidur, berikut merupakan uraian lengkapnya.
Berdasarkan data yang dilansir dari Bloom Health and Wellness, organ tubuh manusia secara biologis bakal memproduksi hormon kortisol dalam jumlah yang lebih tinggi pada rentang waktu 30 sampai 45 menit setelah terjaga. Zat hormon ini mengemban fungsi krusial untuk memicu tingkat kewaspadaan diri serta menyiapkan stamina tubuh dalam menyongsong agenda harian.
Fenomena melonjaknya produksi kortisol pada waktu pagi ini merupakan bagian dari siklus alamiah tubuh manusia yang lazim disebut dengan istilah cortisol awakening response. Adanya fase ini memfasilitasi tubuh guna melakukan proses transisi dari fase istirahat menuju kondisi yang siap bergerak aktif tanpa memerlukan stimulus berupa zat stimulan eksternal.
Apabila sebuah individu memilih untuk langsung menenggak kopi ketika baru saja terbangun, zat kafein yang terkandung di dalamnya akan memicu efek rangsangan tambahan. Dampak yang ditimbulkan adalah tubuh bakal memperoleh pasokan energi ganda yang bersumber dari dua hal sekaligus, yakni lonjakan alami hormon kortisol serta zat kafein yang masuk ke dalam sistem pencernaan.
Situasi semacam ini dinilai kurang menguntungkan lantaran tubuh belum sempat mengoptimalkan fungsi dari suplai energi biologis yang sebenarnya sudah diproduksi secara mandiri. Berpijak pada alasan tersebut, sejumlah pakar merekomendasikan masyarakat untuk memberikan jeda waktu sekitar 60 hingga 90 menit setelah bangun tidur sebelum mereka mulai meminum kopi.
Lewat pengaplikasian metode jeda ini, tubuh diberikan ruang untuk mengeksploitasi cadangan energi alaminya terlebih dahulu sebelum nantinya disokong oleh stimulan tambahan yang dibawa oleh kafein.
Di samping itu, kebijakan untuk menangguhkan waktu minum kopi setelah tersadar dari tidur juga diklaim efektif dalam menjaga konsistensi kebugaran tubuh agar tetap stabil sepanjang hari.
Ketika grafik kadar kortisol di dalam darah mulai bergerak menyusut, keberadaan kafein dapat mengambil alih peran sebagai penopang stamina sehingga efek kesegaran yang dirasakan mampu bertahan lebih lama hingga waktu menjelang siang hari.
Waktu Terbaik Minum Kopi
Melihat pada prinsip dasarnya, patokan waktu yang dinilai paling ideal untuk menikmati kopi sebenarnya tidak bersifat mutlak. Penentuan momentum terbaik untuk mengonsumsi komoditas ini dapat bervariasi bagi setiap individu, di mana hal tersebut dipengaruhi oleh ritme pola tidur, intensitas kegiatan, status kesehatan, hingga tingkat toleransi personal terhadap asupan kafein.
Bagi kalangan yang sedang didera masalah kurang tidur, meminum kopi dapat dioptimalkan sebagai sarana untuk mendongkrak stamina serta mengikis rasa kantuk yang teramat sangat. Sementara itu, untuk tipe orang yang kerap merasakan penurunan performa fisik pada waktu siang hari bisa mempraktikkan opsi penundaan minum kopi setelah mereka terbangun.
Merujuk pada ulasan Verywell Health, masyarakat sangat disarankan untuk menghindari aktivitas minum kopi pada rentang waktu sekitar 6 jam sebelum beranjak tidur lantaran senyawa kafein sanggup bertahan dalam durasi yang lumayan lama di dalam tubuh. Apabila proses konsumsi dilakukan dalam jarak yang terlampau dekat dengan jam istirahat malam, kondisi ini berisiko merusak stabilitas kualitas tidur.
Efek negatif yang berpotensi muncul adalah seseorang akan didera problem susah tidur, fase tidur menjadi kurang berkualitas, atau tubuh justru menyisakan rasa lelah ketika harus terbangun pada esok paginya.
Selain memperhatikan aspek waktu, alangkah baiknya jika rutinitas pagi hari diawali dengan meneguk segelas air putih terlebih dahulu sebelum mulai menyentuh kopi. Setelah melewati fase tidur selama berjam-jam tanpa mendapatkan pasokan cairan, tubuh memerlukan asupan hidrasi demi mengoptimalkan kinerja organ internal serta menyokong sistem metabolisme.
Penerapan kebiasaan simpel ini juga berkhasiat untuk menstimulasi kesegaran fisik sebelum lambung menerima masuknya jenis minuman yang mengandung kafein.
Setelah tingkat kebutuhan hidrasi pada fase awal tersebut sukses terpenuhi, aktivitas minum kopi baru boleh dilakukan pada waktu yang dirasa paling pas dan nyaman bagi masing-masing orang.
Pada tataran akhir, opsi untuk langsung mereguk atau memberikan tenggat waktu dalam mengonsumsi kopi setelah bangun tidur sepenuhnya dapat disesuaikan kembali dengan karakteristik masing-masing orang. Selama volume konsumsinya masih berada dalam batas yang wajar dan tidak sampai mencederai kualitas waktu istirahat, kopi tetap aman diposisikan sebagai bagian dari pola hidup sehat demi menunjang rutinitas sehari-hari.(*/cnni)

