Jakarta, SeputarSumut — Takhta juara Liga Inggris musim 2025/2026 resmi diamankan oleh Arsenal. Keberhasilan klub berjuluk The Gunners dalam merengkuh podium tertinggi ini sekaligus menjadi pembuktian nyata atas prediksi yang sempat dilontarkan oleh pemain sayap Liverpool, Mohamed Salah.
Kepastian raihan trofi ke-14 sepanjang sejarah klub di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris tersebut diperoleh menyusul hasil seri 1-1 yang dipetik oleh Manchester City saat bertandang ke markas Bournemouth. Pencapaian luar biasa ini sekaligus menyudahi dahaga gelar juara liga domestik yang sudah dinantikan oleh Arsenal sejak terakhir kali merasakannya pada tahun 2004 silam.
Update Olahraga: Arsenal Juara Liga Inggris 2025/2026 Gelar Pertama Sejak 2004 Buktikan Ramalan Mohamed Salah
Mengingat kompetisi kini hanya menyisakan satu pertandingan saja, margin keunggulan empat angka yang dikantongi Arsenal atas rival terdekatnya dipastikan mustahil untuk dikejar lagi. Sontak saja, luapan kegembiraan dan perayaan langsung pecah di markas skuad Arsenal bertepatan dengan ditiupnya peluit panjang yang menandai berakhirnya bentrokan antara Bournemouth kontra Manchester City.
Konsistensi dan perjuangan melelahkan yang dipelihara sejak jalannya pekan perdana akhirnya membuahkan hasil yang manis bagi Bukayo Saka beserta rekan-rekan setimnya. Catatan manis ini sekaligus menjadi pelipur lara yang sempurna bagi Arsenal setelah dalam tiga edisi musim sebelumnya selalu bernasib kurang beruntung lantaran dipaksa puas finis di peringkat kedua di bawah dominasi Manchester City serta Liverpool.
Saat ini Arsenal akhirnya mampu mencicipi kembali rasanya berada di puncak kepemimpinan liga, momen yang sudah sangat lama mereka dambakan. Namun, apabila mengacu pada grafik perkembangan tim di bawah arahan manajer Mikel Arteta selama enam tahun terakhir, keberhasilan membawa pulang trofi liga ini dipandang sebagai sebuah pencapaian yang sangat adil dan wajar.
Ditambah lagi, dalam kurun waktu tiga tahun ke belakang, kubu Arsenal tergolong masif dalam melakukan pembenahan internal dan kedalaman skuad mereka. Di tengah situasi di mana Liverpool dan Manchester City sedang disibukkan dengan agenda revitalisasi komposisi pemain, Arsenal justru tampil dengan kematangan skuad yang jauh lebih matang serta kesiapan yang lebih mumpuni pada musim ini.
Kondisi tersebut sejatinya sudah pernah diprediksi secara terbuka oleh Mohamed Salah dalam sebuah sesi wawancara bersama Sky Sports pada bulan Agustus lalu. Dalam pandangan Salah kala itu, Arsenal justru ditempatkan sebagai kandidat terkuat untuk menjuarai kompetisi musim ini, melampaui kans Liverpool yang memegang status sebagai juara bertahan dan sempat melakukan pergerakan transfer pemain secara besar-besaran pada musim panas lalu.
“Arsenal favorit juara Premier League karena mereka punya tim yang sudah bermain bareng 5-6 tahun. Jadi mereka sudah paham satu sama lain. Ketika tim sudah solid, maka segalanya bisa lebih mudah,” ujar Salah.
Pengalaman membela panji Liverpool selama sembilan tahun tentu membuat Salah sangat memahami bagaimana tahapan serta proses panjang dalam menyusun sebuah skuad juara, sebagaimana yang pernah diukir Liverpool di bawah asuhan Juergen Klopp. Pada kompetisi musim depan, Salah dipastikan tidak akan lagi mengenakan seragam kebesaran klub Merseyside tersebut usai memantapkan langkah untuk hengkang satu tahun lebih awal dari durasi kontraknya.(*/dtk)


