Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Hiburan

Artis Bollywood Ramai-Ramai Kecam Kasus Dokter Moumita

Oleh Redaksi 15
Senin, 19 Agustus 2024
Foto: Bintang Bollywood, seperti Kareena Kapoor dan Preity Zinta, buka suara dan mengecam kasus pemerkosaan dan pembunuhan dokter di Kolkata. (AFP/Sujit Jaiswal)

Bintang Bollywood, seperti Kareena Kapoor dan Preity Zinta, buka suara dan mengecam kasus pemerkosaan dan pembunuhan dokter di Kolkata. (AFP/Sujit Jaiswal)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Jakarta | Bintang-bintang Bollywood turut buka suara mengenai kejadian nahas yang menimpa Moumita Debnath, dokter magang di Kolkata, India yang tewas dibunuh setelah dirudapaksa di RG Kar Medical College and Hospital pada 9 Agustus lalu.

Salah satu yang turut bersuara adalah Kareena Kapoor Khan. Aktris bintang film Kabhi Khushi Kabhie Gham itu menyoroti kasus yang terjadi pada Agustus 2024 adalah isu yang sudah menjadi masalah yang belum selesai sejak dahulu.

Kilas Hiburan: Artis Bollywood Ramai-Ramai Kecam Kasus Dokter Moumita

Iklan Indako SeputarSumut

“12 tahun setelahnya, kisah yang sama, protes yang sama, tapi kami masih menantikan perubahan,” tulis Kareena Kapoor Khan di Instagram dengan emotikon patah hati.

“#JusticeForMoumita #KolkataRapeAndMurderCase #ViolenceAgainstWomen #JusticeForWomen #WomenSafety #FreedomForWomen,” takarir unggahan tersebut.

Selain Kareena Kapoor, ada pula Alia Bhatt yang turut mengecam kasus tersebut. Bintang film Brahmāstra: Part One – Shiva menyatakan kasus itu menjadi hari yang mengingatkan bahwa perempuan sulit mendapatkan rasa aman.

Berita Terkait

Sinopsis Enola Holmes 3, Millie Bobby Brown Kembali Hadapi Misteri Penculikan Sherlock Holmes di Malta

Trailer Film Horor Gotik Werwulf Resmi Dirilis Robert Eggers Siap Tayang Desember

“Pemerkosaan brutal lainnya. Satu hari yang menyadarkan perempuan-perempuan tidak aman, di mana pun. Kekejaman parah lainnya yang mengingatkan kita sudah lebih satu dekade sejak tragedi Nirbhaya, tapi belum ada perubahan,” tulis Alia Bhatt.

Kasus yang disinggung Alia Bhatt dan Kareena Kapoor merujuk pada pemerkosaan massal dan pembunuhan serupa sudah pernah terjadi pada 2012 terhadap mahasiswi 23 tahun dalam sebuah bus menuju Delhi.

Dalam unggahan itu, ia membeberkan data bahwa 30 persen dari dokter dan 80 persen perawat di India adalah perempuan. Sejak 2022, kejahatan terhadap perempuan meningkat 4 persen dan lebih dari 20 persen adalah pelecehan serta pemerkosaan.

Berdasarkan Biro Catatan Kejahatan Nasional India (National Crime Record Bureau), hampir 90 kasus pemerkosaan dilaporkan dalam satu hari di India pada 2022.

“Bagaimana seharusnya perasaan kami semua para perempuan?Bagaimana kami bisa kerja dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan situasi seperti ini,” tuturnya.

“Kejadian mengerikan ini sekali lagi mengingatkan kita bahwa para perempuan menanggung beban yang tak adil dalam memastikan keselamatan kami,” ia menegaskan.

Ia pun turut menyuarakan beberapa tuntutan kepada para pemegang kekuasaan untuk bisa fokus dalam menjamin keselamatan perempuan, menciptakan ruang yang aman dan meningkatkan penjagaan.

“Jangan meminta perempuan untuk mengubah jalannya, ubah situasinya. Setiap perempuan layak mendapatkan yang lebih baik.”

Komedian India Vir Das dalam cuitannya juga dengan tegas mempertanyakan peran pemerintah India dalam menjamin keselamatan masyarakatnya, terutama perempuan.

“Menjamin keselamatan perempuan adalah tugas dari pemerintah, administrasinya, lembaganya, fakultasnya, sistem pendidikannya, otoritasnya, pengadilannya, negaranya untuk menegakkan dan menjaminnya secara sistematis,” tulisnya.

“Itu tidak boleh ada hubungannya dengan jam kerjanya, pakaiannya, atau hal lainnya. Itu tugas KITA.”

Senada, Preity Zinta menyatakan jaminan keselamatan perempuan sudah harus menjadi prioritas pemerintah India. Ia pun menyoroti perlakuan aparat yang menutup wajah pelaku pemerkosaan.

“Sekarang saatnya keselamatan perempuan menjadi prioritas pemerintah. Sangat menyedihkan dan menjijjikkan melihat wajah pemerkosa malah ditutup ketika ditangkap saat nama dan wajah korban viral di media,” tulis Preity Zinta.

“Keadilan tidak pernah cepat, hukuman tidak pernah berat, dan orang-orang tidak pernah dimintai pertanggungjawaban,” kata bintang Chori Chori Chupke Chupke tersebut.

Are you trying to say that Women are not adults/independent. They are like a child or infant..& should be treated that way?— 𝕂𝕂 (@Try2StopME) August 14, 2024

India dan masyarakat global digegerkan kasus dugaan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang dokter magang usia 31 tahun di RG Kar Medical College and Hospital pada 9 Agustus lalu.

Laporan polisi menunjukkan korban mengalami kekerasan seksual dan dibunuh. Jenazahnya ditemukan pada 9 Agustus di aula seminar rumah sakit milik pemerintah tersebut.

Saat ditemukan, kondisi korban begitu mengenaskan dengan lumuran darah di bagian mata, mulut, dan alat vitalnya. Beberapa luka juga ditemukan di kaki kiri, leher, tangan kanan, serta jari manis.

Investigasi awal menunjukkan bahwa pelaku pemerkosaan dan pembunuhan sang dokter ialah Sanjay Roy, pria 33 tahun yang bergabung dengan kepolisian sebagai relawan sipil pada 2019.

Biro Investigasi Pusat (Central Bureau of Investigation/CBI) India menangkap terduga pelaku pemerkosaan dan pembunuhan dokter di Kolkata, Benggala Barat, pada Sabtu (17/8).

Indian Express melaporkan CBI menangkap pria bernama Sanjay Roy, seorang polisi relawan sipil, yang diduga melakukan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang dokter magang di RG Kar Medical College and Hospital pada 9 Agustus lalu.

Sanjay Roy telah menikah setidaknya empat kali dan dikenal sebagai tukang selingkuh. (cnnindonesia)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com