Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

AS Utamakan Pekerja Bergaji Tinggi di Visa H-1B

Oleh Redaksi 15
Kamis, 25 Desember 2025
Foto: Pemerintah Amerika Serikat (AS) kini resmi mengubah mekanisme seleksi visa kerja H-1B.
(Foto:Times of India)

Pemerintah Amerika Serikat (AS) kini resmi mengubah mekanisme seleksi visa kerja H-1B. (Foto:Times of India)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut – ​Pemerintah Amerika Serikat (AS) kini resmi mengubah mekanisme seleksi visa kerja H-1B dengan memberikan prioritas utama kepada pekerja asing yang memiliki keterampilan mumpuni dan menerima upah lebih tinggi.

​Sistem seleksi berbobot resmi diperkenalkan oleh Department of Homeland Security (DHS) melalui amandemen regulasi terbaru guna menggantikan model undian acak yang selama ini berlaku. Melalui aturan ini, peluang mendapatkan visa akan jauh lebih besar bagi tenaga kerja asing yang berada di kategori gaji dan keahlian tingkat atas.

Dunia Internasional: AS Utamakan Pekerja Bergaji Tinggi di Visa H-1B

Iklan Indako SeputarSumut

​Pihak Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi AS (USCIS) melalui juru bicaranya, Matthew Tragesser, mengungkapkan bahwa sistem undian acak yang lama sering kali menjadi celah penyalahgunaan oleh sejumlah perusahaan di Negeri Paman Sam. Tragesser menyebutkan bahwa proses acak tersebut dieksploitasi oleh perusahaan yang ingin mendatangkan pekerja asing dengan upah lebih rendah daripada standar pekerja domestik.

​Mekanisme berbasis bobot ini dinilai lebih selaras dengan tujuan awal Kongres dalam membentuk program H-1B sekaligus untuk memperkuat daya saing nasional. Menurut Tragesser, aturan baru ini mendorong perusahaan untuk mengajukan pekerja asing yang lebih berkualitas sehingga memberikan manfaat lebih besar bagi ekonomi Amerika.

​Meskipun sistem seleksi berubah, kuota tahunan penerbitan visa H-1B tidak mengalami perubahan, yakni tetap dibatasi sebanyak 65 ribu visa reguler dan tambahan 20 ribu visa bagi lulusan gelar lanjutan dari universitas di AS. Sebelumnya, sistem lama dianggap merugikan angkatan kerja domestik karena membiarkan praktik perekrutan tenaga kerja asing murah terus berjalan.

Berita Terkait

Korps Garda Revolusi Iran Serang Lokasi Milik AS di Kawasan Teluk Balas Gempuran Militer Amerika

Indeks Panas di Bangkok Tembus 51,9 Derajat Celsius dan Masuk Kategori Bahaya

​Alokasi visa dalam aturan final ini dirancang untuk meningkatkan peluang bagi tenaga kerja berupah tinggi, namun tetap memberikan ruang bagi perusahaan untuk merekrut pekerja H-1B pada berbagai tingkatan upah lainnya sesuai kebutuhan.

​Kebijakan baru ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 27 Februari 2026 dan akan diterapkan secara penuh pada musim pendaftaran visa H-1B untuk tahun fiskal 2027.

​Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah AS untuk menjaga integritas program visa nonimigran H-1B. Kebijakan ini juga berjalan beriringan dengan proklamasi presiden yang memberikan syarat tambahan bagi perusahaan berupa pembayaran US$100 ribu per visa sebagai bentuk jaminan kelayakan.

​Tragesser menegaskan bahwa reformasi H-1B di bawah komitmen pemerintah akan terus menuntut standar yang lebih tinggi dari perusahaan dan tenaga kerja asing. Hal ini dilakukan demi memastikan kepentingan pekerja Amerika tetap terlindungi dan tidak dirugikan oleh praktik perekrutan luar negeri.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com