Jakarta, SeputarSumut – Pemerintah Amerika Serikat (AS) kini resmi mengubah mekanisme seleksi visa kerja H-1B dengan memberikan prioritas utama kepada pekerja asing yang memiliki keterampilan mumpuni dan menerima upah lebih tinggi.
Sistem seleksi berbobot resmi diperkenalkan oleh Department of Homeland Security (DHS) melalui amandemen regulasi terbaru guna menggantikan model undian acak yang selama ini berlaku. Melalui aturan ini, peluang mendapatkan visa akan jauh lebih besar bagi tenaga kerja asing yang berada di kategori gaji dan keahlian tingkat atas.
Dunia Internasional: AS Utamakan Pekerja Bergaji Tinggi di Visa H-1B
Pihak Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi AS (USCIS) melalui juru bicaranya, Matthew Tragesser, mengungkapkan bahwa sistem undian acak yang lama sering kali menjadi celah penyalahgunaan oleh sejumlah perusahaan di Negeri Paman Sam. Tragesser menyebutkan bahwa proses acak tersebut dieksploitasi oleh perusahaan yang ingin mendatangkan pekerja asing dengan upah lebih rendah daripada standar pekerja domestik.
Mekanisme berbasis bobot ini dinilai lebih selaras dengan tujuan awal Kongres dalam membentuk program H-1B sekaligus untuk memperkuat daya saing nasional. Menurut Tragesser, aturan baru ini mendorong perusahaan untuk mengajukan pekerja asing yang lebih berkualitas sehingga memberikan manfaat lebih besar bagi ekonomi Amerika.
Meskipun sistem seleksi berubah, kuota tahunan penerbitan visa H-1B tidak mengalami perubahan, yakni tetap dibatasi sebanyak 65 ribu visa reguler dan tambahan 20 ribu visa bagi lulusan gelar lanjutan dari universitas di AS. Sebelumnya, sistem lama dianggap merugikan angkatan kerja domestik karena membiarkan praktik perekrutan tenaga kerja asing murah terus berjalan.
Alokasi visa dalam aturan final ini dirancang untuk meningkatkan peluang bagi tenaga kerja berupah tinggi, namun tetap memberikan ruang bagi perusahaan untuk merekrut pekerja H-1B pada berbagai tingkatan upah lainnya sesuai kebutuhan.
Kebijakan baru ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 27 Februari 2026 dan akan diterapkan secara penuh pada musim pendaftaran visa H-1B untuk tahun fiskal 2027.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah AS untuk menjaga integritas program visa nonimigran H-1B. Kebijakan ini juga berjalan beriringan dengan proklamasi presiden yang memberikan syarat tambahan bagi perusahaan berupa pembayaran US$100 ribu per visa sebagai bentuk jaminan kelayakan.
Tragesser menegaskan bahwa reformasi H-1B di bawah komitmen pemerintah akan terus menuntut standar yang lebih tinggi dari perusahaan dan tenaga kerja asing. Hal ini dilakukan demi memastikan kepentingan pekerja Amerika tetap terlindungi dan tidak dirugikan oleh praktik perekrutan luar negeri.(*/cnni)


