Sabtu, Juli 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Olahraga

Atlet Pelatda PON Sumut Diusir dari Hotel, Ini Penyebabnya

Oleh Redaksi 15
Kamis, 8 Agustus 2024
Foto: Para atlet dan pelatih Pelatda PON Sumut dari cabor squash dan taekwondo pindah ke Hotel Miyana usai diusir dari Hoten San Cemara Asri.

Para atlet dan pelatih Pelatda PON Sumut dari cabor squash dan taekwondo pindah ke Hotel Miyana usai diusir dari Hoten San Cemara Asri.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Medan | Kabar tidak sedap jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 Aceh-Sumut kembali terjadi. Kali ini atlet dan pelatih cabang olahraga squash dan taekwondo Sumatera Utara harus check out lebih awal dari Hotel San Cemara Asri, Medan pada Kamis (8/8/2024) pagi. Padahal, mereka baru saja menjalani Pemusatan latihan Daerah (Pelatda) penuh dalam rangka persiapan PON XXI Aceh-Sumut, terhitung 5 Agustus 2024.

Terkait insiden itu, pelatih dan pengurus kedua cabor angkat bicara. Sekretaris Pengprov Squash Indonesia (PSI) Sumut Amansyah mengatakan tidak tahu persis alasan pasti pihak manajemen hotel meminta mereka keluar dari hotel.

Update Olahraga: Atlet Pelatda PON Sumut Diusir dari Hotel, Ini Penyebabnya

Iklan Indako SeputarSumut

Tapi dari pengakuan manajemen hotel karena masalah administrasi yang belum kunjung diselesaikan pihak PB PON Wilayah Sumut dalam hal ini Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Sumut.

“Jam 9 malam pintu kita diketuk. Pertama kamar atlet diminta untuk check out malam itu juga. Kami bingung dan konfirmasi ke pihak petugas KONI dan PB PON. Akhirnya kami bertahan sampai pagi dan check out dari hotel pagi tadi,” kata Amansyah, Kamis (8/8/2024).

Akibat pristiwa itu, atlet tidak menjalani program latihan pagi hari karena takut barang mereka dikeluarkan sepihak oleh pihak hotel.

Berita Terkait

Argentina Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Taklukkan Tanjung Verde 3-2

Portugal Melaju ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Kroasia 2-1

Insiden ini dikatakan Amansyah berpengaruh pada mental dan psikologis atlet. “Sedikit banyaknya mental mereka terganggu dan down gitu. Tiba-tiba malam atlet disuruh keluar. Kita kan atlet fokusnya disuruh latihan dan waktu (PON) sudah dekat. Tapi saya bilang sama atlet tetap fokus latihan,” ujar pria yang juga pelatih squash Sumut itu.

Hal sama juga dikatakan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Taekwondo Indonesia (TI) Sumut Rahma Dewi saat mendampingi atlet pindah ke Hotel Miyana. Rahma meminta kepada atlet dan pelatih tidak terpengaruh dengan insiden itu, meski latihan Kamis pagi ditiadakan.

“Saya tetap menjaga psikologis anak-anak bahwasanya ambil hikmahnya semua. Kejadian tadi malam itu adalah hal biasa bagi saya, karena kita tidak menyalahkan Dispora. Bisa saja di awal terjadi hambatan. Itu yang saya briefing-kan kepada atlet,” ucap Rahma yang juga guru besar di Universitas Negeri Medan.

Terkait insiden itu, pihak Dispora Sumut selaku penanggung jawab akomodasi pelatda angkat bicara. Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Sumut Budi Syahputra memastikan saat ini atlet sudah diinapkan ke Hotel Miyana.

Budi menepis kabar jika pihaknya mengulur-ulur pembayaran biaya penginapan di Hotel San. Menurut pria yang juga Wakil Ketua Bidang Pertandingan PB PON Sumut, pembayaran akomodasi penginapan harus sesuai mekanisme yang diterapkan pemerintah provinsi.

“Semua hotel kita buat gitu, permohonan pemakaian. Pihak hotel itu (Hotel San) meminta supaya dilakukan panjar dan transaksi sesuai surat artinya dibayar tiap minggu. Sementara, mekanisme yang ada di pemerintah tidak seperti itu. Mereka itu kan masuk dulu, kontrak lalu lakukan pembayaran. Saya tanya ke biro pengadaan barang dan jasa dan yang menangani ini. Artinya, saya tidak dibenarkan melakukan pembayaran karena harus kontrak dulu,” kata Budi.

Budi juga menepis adanya surat perjanjian yang disepakati Dispora terkait proses pembayaran yang diterapkan pihak manajemen Hotel San. Seperti pembayaran dilakukan tiap seminggu sekali. Meskipun pada awalnya ia sempat membayar uang jaminan senilai Rp2 juta sebagai bentuk keseriusan mereka.

“Tidak ada mekanisme yang dibuat atau tidak ada istilah bayar dulu atau panjar dahulu. Malah kalau kita panjar salah. Itu sesuai dengan aturan mereka. Itu surat mereka (masa tenggat pembayaran), itu bukan surat perjanjian dan mereka minta saya membayar Rp27 juta di awal. Saya bilang gak ada. Saya lapor ke pimpinan dan perintahnya ikuti sesuai dengan mekanisme pemerintah,” ucapnya.

Budi juga memastikan dari semua hotel yang menjalin kerja sama dengan Dispora dalam rangka pelatda atlet PON, juga dilakukan pembayaran di akhir. “Hotel lain semua sesuai dengan aturan. Artinya, masuk dulu lakukan pembuatan kontrak dan nanti sesuai aturan selesai dihuni baru dibayar. Itu aturannya,” ujar Budi.

Sementara, pihak Hotel San Cemara Asri juga memberikan klarifikasi. Manajer Operasional Hotel San Medan, Jio menilai pihak Dispora harusnya jauh-jauh hari sudah ada perencanaan pemesanan kamar untuk atlet. Pihaknya mengklaim Dispora terkesan mendadak dan tidak ada kepastian di awal terkait mekanisme pembayaran.

“Ternyata perencanaan mereka kurang bagus gitu loh. Tiba-tiba di hari H atletnya sudah datang, mereka (Dispora) minta bantu check in kan tamunya tanpa melakukan pembayaran administrasi dan malam dibahas bersama-sama. Ternyata, pembahasan untuk administrasi tadi untuk kelengkapan data, pembayaran itu ada tarik ulur dan belum ada kesepakatan dan tunda terus,” ujarnya.

Jio mengaku, pihak hotel sudah memberikan toleransi 3 hari 2 malam kepada pihak Dispora untuk tenggat pembayaran biaya penginapan. Bahkan, sama-sama mencari solusi agar Dispora bisa membayar minggu pertama terlebih dahulu sebagai tanda kesepakatan.

“Bahkan mereka buat surat pernyataan gitu loh, bakalan check out bila pembayaran tidak selesai pada pukul 5 sore. Ternyata sudah jam 5 sore, pihak mereka ketika diminta pembayaran dikasih harapan palsu. Ujung-ujungnya jam 8 malam, pihak mereka pun tidak ada yang bisa komunikasi dengan kami. Kami nelpon ditolak dan gak diangkat gitu loh,” ucap Jio.

Dikatakan Jio meski pihaknya sempat meminta atlet keluar dari kamar, namun karena alasan toleransi akhirnya atlet dan pelatih diperbolehkan menginap satu malam di hotel. Namun, keesokan paginya, tidak ada pihak Dispora Sumut yang merespon kepastian pembayaran.

“Pembayaran tiga malam itupun tidak ada cerita diskusinya kek mana penyelesaiannya. Panitia satupun tidak ada yang kasih jawaban kepada kami. Padahal, kami sudah izinkan nginap tiga malam,” ujarnya.

Dikatakan Joni, pihaknya juga telah memberikan waktu tiga hari untuk penyelesaikan pembayaran. Namun, dengan alasan prosedur pembayaran dari pihak Dispora yang belum ada kejelasan, pihaknya tidak bisa menoleransi lebih lama. Bahkan, pihaknya mengaku baru menerima surat peminjaman kamar pada 6 Agustus, atau satu hari setelah atlet sudah masuk ke penginapan.

“Jadi mereka sekarang improvisasi sendiri, mereka datang di hotel kita hari pertama itu tanpa ada surat pemberitahuan terlebih dahulu. Harusnya kita pihak hotel gak boleh terima. Tapi, karena niat kami baik mau mendukung pemerintah. Tanpa ada kontrak dan hitam di atas putih, kita izinkan tamu masuk dengan itikad baik mereka mau menyelesaikan ini atau besok,” kata Jio.

Sebelumnya, total ada 41 atlet dan pelatih cabor squash dan taekwondo yang harus pindah ke Hotel Miyana, pada Kamis pagi. Mereka harus check out dari Hotel San karena pihak Dispora tak kunjung menuai kesepakatan dengan pihak manajemen hotel terkait pembayaran. (red)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Perkuat Ekosistem Aset Keuangan Digital dan Kripto Melalui Roadmap 2026-2031
  • IHSG Menguat 2,28 Persen Mengikuti Tren Bursa Asia pada Akhir Pekan
  • Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Level III Siaga, Kapal di Selat Sunda Diminta Waspada
  • Rangkaian Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dimulai Hari Ini di Iran
  • Remaja 16 Tahun Tenggelam di Sungai Ular Serdang Bedagai Masih Dalam Pencarian
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com