Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Australia dan Selandia Baru Dibayangi Ancaman Flu Burung Ganas

Oleh Redaksi 15
Kamis, 10 Oktober 2024
Foto: Ayam.

Ayam.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar – Jakarta | Oseania adalah wilayah terakhir di dunia yang masih bebas dari flu burung H5N1 varian Clade 2.3.4.4b, yang telah membunuh ratusan juta burung dan puluhan ribu mamalia sejak muncul di Asia, Eropa, dan Afrika tahun 2020.

Meskipun wilayah ini agak terlindungi secara geografis – letaknya jauh dari jalur migrasi burung besar seperti angsa yang menyebarkan infeksi – virus ini makin mendekat, karena telah mencapai Indonesia pada tahun 2022 dan Antartika pada tahun lalu.

Dunia Internasional: Australia dan Selandia Baru Dibayangi Ancaman Flu Burung Ganas

Iklan Indako SeputarSumut

Para ilmuwan dan pejabat mengatakan ada risiko yang lebih tinggi, khususnya di Australia, Oseania akan kedatangan burung-burung pantai yang lebih kecil yang bermigrasi selama bulan-bulan musim semi di Belahan Bumi Selatan dari September sampai November.

“Ini jelas merupakan ancaman terhadap ekosistem negara kita,” kata Fiona Fraser, Komisaris Spesies Terancam di Kementerian Lingkungan Hidup Australia.

“Banyak spesies kita tidak ditemukan di tempat lain di dunia,” katanya. “Spesies yang rentan mungkin menghadapi kemunduran populasi dalam jangka panjang dan peningkatan risiko kepunahan.”

Berita Terkait

Delapan Biksu Buddha Tewas Ditabrak Truk Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun di Thailand

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Sudah sampai ke Vietnam

Para pejabat khawatir akan adanya kematian massal akibat flu burung. Di Amerika Serikat (AS) saja, lebih dari 100 juta ayam dan kalkun telah mati atau dimusnahkan akibat virus H5N1 ini, menyebabkan kerugian ekonomi sampai USD 3 miliar pada akhir tahun lalu, menurut Dewan Hubungan Luar Negeri, sebuah lembaga di lembaga tangki pemikir di AS.

Di Vietnam, puluhan harimau di kebun binatang mati setelah tertular flu burung awal bulan ini. Media pemerintah VNExpress mengutip seorang penjaga kebun binatang yang mengatakan hewan-hewan itu diberi makan ayam mentah yang dibeli dari peternakan di dekatnya. Mayat-mayat harimau kemudian dibakar dan dikuburkan di lokasi.

Selandia Baru mungkin tidak terhindar dari virus ini dalam jangka panjang, kata Mary van Andel, kepala dokter hewan di Kementerian Industri Primer Selandia Baru. “Isolasi geografis telah melindungi kita dari HPAI (flu burung dengan patogenisitas tinggi) di masa lalu, namun kita tidak bisa mengandalkan itu selamanya,” katanya.

Australia dan Selandia Baru telah mengintensifkan persiapan. Australia membentuk satuan tugas di seluruh departemen pemerintah dan menguji kesiapannya pada bulan Agustus dan September dengan serangkaian latihan yang menyimulasikan wabah H5N1 pada satwa liar.

Menuju “masa perang” melawan H5N1
Selandia Baru telah melakukan uji coba vaksin pada lima burung asli yang terancam punah dan mengatakan vaksin tersebut dapat diluncurkan ke lebih banyak spesies.

“Kami sangat paranoid pada kelima spesies tersebut, karena risiko hilangnya populasi perkembangbiakan mereka artinya kita bisa kehilangan spesies tersebut,” kata Kate McInnes, penasihat sains di Departemen Konservasi Selandia Baru.

Australia juga menyiapkan opsi untuk memvaksinasi burung liar terancam yang dipelihara di penangkaran, kata para pejabat. Kedua skema vaksinasi tersebut merupakan satu-satunya skema vaksinasi untuk hewan nonternak di dunia.

Peternakan meningkatkan langkah-langkah biosekuriti termasuk membatasi kontak antara unggas dan burung liar, memantau pergerakan karyawan, mensterilkan air dan peralatan serta memasang sistem otomatis yang mendeteksi burung liar dan mengusir mereka, kata pejabat industri dari kedua negara.

Selandia Baru belum pernah menghadapi flu burung dengan patogenisitas tinggi. Asosiasi industri unggasnya telah mengadakan perjalanan ke Australia dan Inggris untuk belajar dari peternakan di sana.

“Kami (selama ini) berada di masa damai,” kata Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Unggas Selandia Baru Michael Brooks. “Terus terang, sekarang kami berpotensi menuju masa perang.”

“Kami telah belajar banyak dari cara penyakit ini menyebar ke seluruh dunia. Kami telah meningkatkan kesiapsiagaan kami sebaik mungkin,” kata Brant Smith, pejabat di Kementerian Pertanian Australia yang mengawasi respons negara itu. “Tetapi setiap benua telah menyaksikan peristiwa kematian satwa liar dalam jumlah besar. Kemungkinan besar kita juga akan melihat hal serupa terjadi di sini.” (detik)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Empat Rumah Warga di Pintu Bosi Tapanuli Utara Hangus Terbakar
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com