Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Badai Bisa Ganggu GPS hingga Drone

Oleh Redaksi 15
Minggu, 13 Oktober 2024
Foto: Ilustrasi.

Ilustrasi.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar – Jakarta | Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS atau National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) melaporkan adanya Ledakan Matahari (Solar Flare) dengan kategori kuat atau R3 pada Senin (7/10), kemudian disusul badai magnet dengan klasifikasi badai magnetik kuat dengan skala G4 kemarin pada Kamis (10/10).

Informasi ini dibenarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Indonesia. Selain itu, pihak BMKG juga mendeteksi adanya fenomena badai kuat matahari melanda wilayah Indonesia yang diprediksi terjadi akhir pekan ini.

Pernik Ragam: Badai Bisa Ganggu GPS hingga Drone

Iklan Indako SeputarSumut

Ketua Tim Bidang Geofisika Potensial BMKG Syrojudin mengatakan badai kuat matahari tersebut berada pada indeks (G4). Hal itu akan berlangsung sejak kemarin, hari ini, hingga Minggu (13/10) hari ini.

“Puncak badainya mulai terjadi pada hari ini Jumat, 11 Oktober 2024,” kata Syrojudin, dikutip dari Antara, Jumat (11/10/2024).

Lantas, apa itu badai matahari? Bagaimana dampak badai matahari di Indonesia? Berikut penjelasannya.

Berita Terkait

5 Jenis Konsumsi Harian yang Berpotensi Mempercepat Penuaan Dini pada Wajah

Rekomendasi Makanan Berkhasiat Antikanker yang Terbukti Secara Ilmiah Menurut Penelitian

Apa itu Badai Matahari?

Dilansir situs NASA, Badai Matahari (Solar Storm) adalah ledakan tiba-tiba partikel, energi, medan magnet, dan material yang dihempaskan ke tata surya oleh Matahari. Badai Matahari disebabkan oleh Ledakan Matahari (Solar Flare).

BMKG mengungkapkan, Ledakan Matahari (Solar Flare) adalah letusan besar radiasi elektromagnetik dari Matahari yang berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam. Terjadinya Ledakan Matahari disebabkan oleh kelompok bintik Matahari 3842.

Bintik matahari adalah daerah di permukaan Matahari yang tampak gelap dan memiliki suhu lebih rendah. Bintik matahari terbentuk karena adanya konsentrasi medan magnet yang kuat dari lapisan dalam Matahari.

Peristiwa Ledakan Matahari mengakibatkan badai magnet dengan klasifikasi badai magnet kuat atau skala G4 di Bumi. Badai magnet ini akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, seperti yang diinfokan oleh NOAA.

NASA menyebut, Badai Matahari yang diarahkan ke Bumi dapat menimbulkan gangguan besar pada medan magnet Bumi berupa Badai Geomagnetik. Fenomena ini dapat menimbulkan dampak, seperti pemadaman radio, pemadaman listrik hingga munculnya aurora.

Namun badai ini tidak menyebabkan bahaya langsung bagi siapa pun di bumi, karena medan magnet dan atmosfer planet kita melindungi kita dari badai terburuk ini.

Berdasarkan hasil monitoring BMKG, ada indikasi badai magnet bumi dengan tingkat besar di wilayah Indonesia. Salah satu dampak utama badai magnetik adalah gangguan pada sistem komunikasi berbasis satelit dan sistem GPS.

Di Indonesia, dampak dari badai magnet tersebut dapat mengganggu komunikasi antar pengguna radio HF dan mengurangi akurasi penentuan posisi navigasi berbasis satelit, seperti GPS. Namun, dampaknya tak akan sebesar wilayah lintang tinggi seperti di sekitar kutub Bumi.

BMKG mengingatkan masyarakat Indonesia waspada dalam berkegiatan atau transaksi menggunakan jaringan internet selama periode badai kuat matahari akhir pekan ini.

Sementara itu, Ketua Tim Bidang Geofisika Potensial BMKG Syrojudin juga mengimbau para pilot drone di seluruh Indonesia untuk tidak mengoperasikan pesawat tanpa awak selama akhir pekan ini. Dia mengatakan badai kuat matahari berpotensi menghilangkan kendali drone serta akurasi posisi berbasis satelit seperti GPS juga akan menurun. (detik)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Kesiapan Pelaksanaan Jambore Daerah Sumut ke XI 2026 di Bumi Perkemahan Sibolangit Dioptimalkan
  • Delapan Biksu Buddha Tewas Ditabrak Truk Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun di Thailand
  • Sumut Catat Inflasi 0,23 Persen pada Juni, Kenaikan Harga Pertamax Terbendung Penurunan Harga Tomat
  • Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Halmahera Utara Tidak Berpotensi Tsunami Menurut BMKG
  • PGN SOR I Sumatra Salurkan Bantuan Rp200 Juta untuk 20 Yayasan Sosial Melalui Program Jumat Berbagi Berkah SHG
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com