Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Nasional

Banjir Terjang 3 Provinsi: Ratusan Korban Jiwa

Oleh Redaksi 15
Sabtu, 29 November 2025
Foto: Bencana tanah longsor yang menutup sejumlah akses jalan warga di Kabupatem Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Selasa (25/11).(BPBD Tapsel)

Bencana tanah longsor yang menutup sejumlah akses jalan warga di Kabupatem Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Selasa (25/11).(BPBD Tapsel)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut – ​Beberapa hari terakhir, bencana banjir bandang melanda puluhan kabupaten dan kota di tiga provinsi di Sumatra, yaitu Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat, mengakibatkan terputusnya akses jalur darat di berbagai lokasi.

​Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan pembaruan data korban per Jumat (28/11) malam. Total 174 orang dilaporkan meninggal dunia, 79 orang hilang, dan 12 orang mengalami luka-luka akibat banjir yang menerjang ketiga provinsi tersebut.

Lintas Nasional: Banjir Terjang 3 Provinsi: Ratusan Korban Jiwa

Iklan Indako SeputarSumut

​Selain jatuhnya korban jiwa, bencana ini juga memutuskan banyak akses utama transportasi darat dan jaringan komunikasi. Sebagai upaya tanggap darurat, pemerintah melalui BNPB telah menyalurkan bantuan berupa paket sembako, kasur lipat, hygiene kit, makanan siap saji, dan perlengkapan kebersihan ke berbagai titik bencana yang telah dapat dijangkau.

​Sumatra Utara

​Sumatra Utara menjadi wilayah dengan dampak korban jiwa terbanyak, mencapai 116 orang meninggal dunia dan 42 lainnya masih dalam proses pencarian. Korban-korban ini tersebar di beberapa daerah, meliputi Tapanuli Tengah (51 orang), Tapanuli Selatan (32 orang), Kota Sibolga (17 orang), Tapanuli Utara (11 orang), Humbang Hasundutan (6 orang), Pakpak Barat (2 orang), dan Kota Padang Sidempuan (1 orang). Sementara itu, tidak ada laporan korban jiwa dari Mandailing Natal.

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sangihe BPBD Sebut Belum Ada Laporan Kerusakan dan Tidak Berpotensi Tsunami

Menteri Agama Nasaruddin Umar Deklarasikan 10 Muharam Sebagai Momentum Lebaran Anak Yatim dan Difabel

​”Hingga hari ini kami mendata korban meninggal dunia 116 dan 42 masih dalam pencarian. Data ini tentu akan terus berkembang karena masih ada titik-titik yang belum kami tembus. Lokasi longsor diindikasikan juga mungkin ada korban jiwa,” jelas Suharyanto dalam pernyataan yang dirilis oleh BNPB.

​Akses yang terputus akibat banjir bandang sangat menghambat upaya evakuasi dan distribusi bantuan kepada korban yang terdampak. Jalur nasional Sidempuan-Sibolga di Tapanuli Selatan terputus di satu titik, dan jalur Sipirok-Medan terputus di dua titik. Di Mandailing Natal, sejumlah ruas jalan seperti Bulu Soma-Sopotinjak dan Singkuang-Tabuyung terputus akibat longsor dan banjir. Pembukaan akses dilakukan dengan pengerahan alat berat.

​Gangguan juga terjadi pada sistem jaringan telekomunikasi yang turut terdampak oleh banjir bandang. “Starlink sudah kami distribusikan ke pemerintah daerah, baik di posko penanganan darurat maupun di titik-titik pengungsian,” ujar Suharyanto.

​Aceh

​Laporan dari Provinsi Aceh menunjukkan 35 korban meninggal, 25 orang hilang, dan 8 korban luka-luka, menurut catatan BNPB. Jumlah korban paling banyak tercatat di Aceh Tenggara, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. Proses pendataan masih berlanjut di sejumlah wilayah lain seperti Aceh Utara, Aceh Singkil, dan Aceh Timur.

​”Data ini akan terus berkembang. Sementara yang terdata ada 35 jiwa yang meninggal dunia,” kata Suharyanto.

​Kondisi pengungsian tersebar luas di 20 kabupaten/kota, termasuk 96 titik di Kota Lhokseumawe. Situasi ini menjadi fokus utama pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat penyaluran logistik dan layanan dasar. “Per sore ini total pengungsi mencapai 4.846 KK,” ungkap Suharyanto.

​Beberapa wilayah Aceh juga mengalami kerusakan signifikan pada akses transportasi. Jalur nasional perbatasan Aceh-Sumatra Utara terputus karena longsor. Kerusakan jembatan di Meureudu menyebabkan konektivitas Banda Aceh-Lhokseumawe-Aceh Timur-Langsa-Aceh Tamiang terhenti.

​Akses darat saat ini tidak memungkinkan ke beberapa kabupaten seperti Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Bener Meriah akibat kerusakan total pada jembatan dan jalan nasional. Jalur udara, menggunakan Bandara Rembele Bener Meriah dan Bandara Perintis Gayo Lues, menjadi alternatif utama.

​Sumatra Barat

​Di Sumatra Barat, BNPB mencatat 23 orang meninggal dunia, 12 orang hilang, dan 4 lainnya luka-luka. Korban-korban ini tersebar di berbagai wilayah, termasuk Tanah Datar, Padang Panjang, Agam, Kota Padang, dan Pasaman Barat.

​Titik pengungsian sementara dilaporkan di berbagai lokasi, di antaranya 50 titik di Pesisir Selatan, 3 titik di Kota Padang, serta beberapa titik lain di Kabupaten Solok, Tanah Datar, dan Pasaman. Total pengungsi yang terdata sementara mencapai 3.900 KK.

​Sarana transportasi juga mengalami kerusakan, termasuk lima jembatan rusak di Padang Pariaman. Longsor melanda jalur nasional Bukittinggi-Padang di kawasan Padang Panjang serta jalur provinsi di Kabupaten Agam. Sekitar 200 kendaraan sempat terjebak di Kecamatan Ampek Koto karena jalan terputus.

​”Jalur nasional dari Bukittinggi menuju Padang ini ada satu titik longsor di Kota Padang Panjang,” jelas Suharyanto.

​Menurut BMKG, kondisi bencana ini dipicu oleh Siklon Tropis Senyar yang melintasi ketiga wilayah tersebut. Siklon Senyar menyebabkan curah hujan tinggi disertai angin kencang yang memicu longsor dan banjir bandang.

​Siklon Tropis Senyar juga mengakibatkan gelombang tinggi kategori sedang (1,25–2,5 meter) di Perairan Rokan Hilir, Perairan Sumatra Utara, dan Selat Malaka bagian tengah. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menyatakan bahwa “Fenomena seperti Siklon Tropis Senyar tergolong tidak umum di wilayah perairan Selat Malaka, apalagi jika sampai melintasi daratan,” dalam konferensi pers daring pada Rabu (26/11).(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Fraksi PKS DPRD Medan Sampaikan Sejumlah Catatan Penting
  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com