seputar-Medan | “Jurusan Teknik Mesin di Universitas Sumatera Utara (USU) itu lumayan besar biayanya karena prakteknya banyak. Saya sangat berterimakasih sekali kepada Bapak dr Sofyan Tan dan Rumah Aspirasinya karena anak saya sudah diberi KIP Kuliah, sekarang anak saya tak bayar Uang Kuliah Tunggal atau UKT lagi,”.
Itu sepenggal kalimat yang disampaikan Yustina Manurung, perempuan single parent yang secara sendirian membesarkan anak-anak yang di tinggal suaminya. Ia sangat bersyukur sebab anaknya Gilbert Hasibuan dapat diterima dalam program Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) di Universitas Sumatera Utara (USU) jurusan Teknik Mesin beberapa waktu lalu. Bantuan KIP-K itu setidaknya telah membantu meringankan beban hidupnya untuk mewujudkan cita-cita anaknya menjadi seorang Sarjana Teknik.
Info Medan: Berkat KIP-Kuliah Orangtua Bersyukur dan Ucapkan Terimakasih ke Sofyan Tan

Orangtua mahasiswa yang anaknya kuliah di Unimed dan USU, Juliana (kiri) dan Yustina Manurung (kanan) sangat bersyukur anak-anak mereka mendapat bantuan KIP-Kuliah.(seputarsumut/Asiong)
“Puji Tuhan bantuan ini sangat membantu, pertama aku tidak perlu memikirkan biaya UKT anak karena sudah ditanggung KIP-K,”kata warga jalan Pelajar Medan ini. Senin (11/12/2023).
Mengandalkan jualan baju online secara kecil-kecilan Yustina menyebut beban hidup sehari-harinya juga diringankan dengan KIP-K sebab dulunya ia seringkali memikirkan biaya pendidikan anak-anaknya.
“Apalagi jurusan Teknik Mesin ya, banyak prakteknya dan membutuhkan perkakas yang lumayan mahal. Awalnya sedih juga saya melihat anakku minjam-minjam alat ke temannya seperti penggaris dan jangka khusus yang dipakai untuk Teknik Mesin. Harga alat-alat mulai dari kecil hingga besar kalau dibeli bisa mencapai ratusan ribu,” kata Yustina.
Dengan begitu, kata Yustina, beban biaya pendidikan untuk anaknya kini bisa jauh berkurang. Sebab, ia hanya hidup dengan jualan kecil-kecilan secara online dan suaminya sudah lama tidak diketahui dimana rimbanya.
“Aku hanya jualan baju kecil-kecilan lewat media sosial, saya sudah lama ditinggalkan suami. Pastinya sangat bersyukur sebagai penerima KIP-K uangnya pasti akan dibelikan alat-alat Teknik Mesin untuk anakku. Sebab, dengan bantuan tersebut, kini anakku bisa kuliah untuk mewujudkan keinginan dan cita-citanya. Saat sekolah Gilbert juga sering berprestasi,”tutur Yustina menyeka air matanya.
Hal serupa juga disampaikan Juliana salahsatu orang tua mahasiswa penerima KIP-K dari dr Sofyan Tan. Ia menyatakan sangat bersyukur anaknya Galih Armando bisa kuliah di Unimed dengan prodi Informatika Komputer.
“Ya senang kalilah Pak dapat KIP-K, aturannya anak ku itu sudah tak mau kuliah lagi lantaran kami dari keluarga kurang mampu. Sudah pernah kubilang sama anakku itu nggak usah kuliah lagi, duit darimana, bapaknya hanya tukang becak,”kata Juliana terbata-bata.
Lantaran anaknya terlalu gigih dan ngotot tetap ingin kuliah mau tak mau kata Juliana ia menemani anaknya pergi ke Rumah Aspirasi dr Sofyan Tan di Komplek CBD Polonia Medan untuk bertanya-tanya soal syarat menerima KIP-K.
“Nah saat ke Rumah Apirasi ketemu Bapak Yusup Ginting, kami diarahkan untuk mendaftar KIP-K. Alhamdulilah ternyata hari ini anakku jadi salahsatu penerima KIP-K bisa kuliah di Unimed. Kalau tak ada KIP-K sudah kupastikan anakku itu tak akan kuliah lagi,”kata perempuan berdomisili di Medan Tembung ini.
Juliana mengaku uang KIP-K yang telah cair sebesar Rp5,7 juta nantinya akan digunakan untuk membeli laptop bekas sebagai keperluan anaknya saat kuliah.
“Uang KIP-K untuk beli laptop bekas dulu, kalau ada sisa ditabung dulu, mana tahu nanti ada kebutuhan kuliah lainnya untuk dibeli,”ungkap Juliana.(Siong)
