Sabtu, Juli 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Biden ‘Dirujak’ Kelompok Anti Ranjau!

Oleh Redaksi 15
Kamis, 21 November 2024
Foto: Presiden Joe Biden (kanan) dikecam gegara beri Ukraina ranjau darat. 

Presiden Joe Biden (kanan) dikecam gegara beri Ukraina ranjau darat. 

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Presiden Joe Biden panen kritik usai Amerika Serikat akan mengirim ranjau darat anti-manusia untuk melawan pasukan Rusia.

Kritik itu muncul dari kelompok anti ranjau internasional, Internasional Campaign to Ban Landmines (ICBL) pada Rabu (20/11).

Dunia Internasional: Biden ‘Dirujak’ Kelompok Anti Ranjau!

Iklan Indako SeputarSumut

“[ICBL] mengecam keputusan buruk ini dari Amerika Serikat,” demikian rilis resmi kelompok itu, dikutip AFP.

Mereka lalu berujar, “ICBL akan bekerja untuk agar AS membatalkan [keputusan itu].”

ICBL juga menyebut Ukraina harus menyatakan mereka tak bisa dan tak akan menerima senjata tersebut, demikia dikutip English Al Arabiya.

Berita Terkait

Delapan Biksu Buddha Tewas Ditabrak Truk Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun di Thailand

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Kecaman itu muncul setelah Biden mengizinkan AS mengirim ranjau anti-manusia atau dikenal “ranjau persisten” ke Rusia.

Salah satu pejabat mengatakan Biden memutuskan memberi ranjau anti-pasukan guna menopang pertahanan Ukraina.

Ranjau itu, lanjut dia, hanya akan digunakan di wilayah Ukraina dan bukan di daerah penduduk.

Ranjau darat tak lagi aktif setelah jangka waktu tertentu saat daya baterai habis.

Sebelum ini, Biden juga mengizinkan Ukraina menggunakan rudal jarak jauh untuk menyerang wilayah dalam Rusia.

Ukraina memang selama ini terus melobi AS agar mengizinkan mereka menggunakan sistem pertahanan udara roket ATACMS. Senjata ini memiliki jangkauan hingga 306 kilometer. (CNN)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Empat Rumah Warga di Pintu Bosi Tapanuli Utara Hangus Terbakar
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com