Sabtu, Juli 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Blokade Picu Perang, Wanti-wanti Taiwan ke Tiongkok

Oleh Redaksi 15
Kamis, 24 Oktober 2024
Foto: Kapal-kapal penjaga pantai Tiongkok berlayar di perairan sekitar Taiwan selama latihan perang digelar.

Kapal-kapal penjaga pantai Tiongkok berlayar di perairan sekitar Taiwan selama latihan perang digelar.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar – Jakarta | Taiwan mewanti-wanti Tiongkok soal blokade yang memicu perang. Langkah tersebut akan memiliki konsekuensi luas terhadap perdagangan internasional.

Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan (Menhan) Taiwan, Wellington Koo dilansir Reuters, Rabu (23/10/2024). Koo memperingatkan bahwa blokade nyata oleh Tiongkok terhadap negaranya akan menjadi tindakan perang.

Dunia Internasional: Blokade Picu Perang, Wanti-wanti Taiwan ke Tiongkok

Iklan Indako SeputarSumut

Koo menyebut langkah tersebut akan memiliki konsekuensi luas terhadap perdagangan internasional. Koo menyampaikan pernyataan itu setelah latihan militer yang digelar Beijing pekan lalu mempraktikkan skenario seperti itu.

Tiongkok yang memandang Taiwan, yang memiliki pemerintahan demokratis sendiri, sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya.

Selama lima tahun terakhir, Beijing hampir setiap hari melakukan aktivitas militer di sekitar pulau itu, termasuk latihan perang yang melibatkan aksi blokade dan serangan terhadap pelabuhan.

Berita Terkait

Delapan Biksu Buddha Tewas Ditabrak Truk Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun di Thailand

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Pemerintah Taipei menolak mentah-mentah klaim kedaulatan oleh Tiongkok.

Latihan perang terbaru Tiongkok di sekitar Taiwan, yang digelar pekan lalu, mencakup simulasi memblokade pelabuhan dan area-area penting, dan menyerang target-target maritim dan darat.

Saat berbicara kepada wartawan di parlemen Taiwan, Koo menekankan bahwa meskipun latihan bernama “Joint Sword-2024B” menggambarkan area latihan, tidak ada zona larangan terbang atau zona larangan berlayar.

“Jika Anda memang ingin melakukan apa yang disebut sebagai blokade, yang menurut hukum internasional adalah melarang semua pesawat dan kapal memasuki wilayah tersebut, maka menurut resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa, itu dianggap sebagai bentuk perang,” tegasnya.

“Saya ingin menekankan bahwa latihan dan pelatihan sama sekali berbeda dari blokade, karena dampaknya terhadap komunitas internasional,” sebut Koo.

Mengacu pada data yang menunjukkan seperlima angkutan global yang melintasi Selat Taiwan, menurut Koo, blokade akan berdampak hingga di luar Taiwan.

“Komunitas internasional tidak bisa hanya duduk diam dan hanya menonton,” cetusnya.

Latihan perang itu hanya berlangsung sehari, namun aktivitas militer Tiongkok di sekitar Taiwan terus berlanjut. Beijing telah menegaskan pihaknya tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk membawa Taipei berada di bawah kendalinya.

Kementerian Pertahanan Taiwan, dalam pernyataan pada Rabu (23/10), melaporkan kelompok kapal induk Tiongkok terdeteksi berlayar melintasi Selat Taiwan, melakukan perjalanan ke arah utara setelah melewati perairan di dekat Kepulauan Pratas, yang dikuasai Taipei dan terletak di ujung utara Laut China Selatan.

Disebutkan oleh Kementerian Pertahanan Taiwan bahwa kapal-kapal Tiongkok, yang dipimpin kapal induk Liaoning, terlihat pada Selasa (22/10) malam. Pasukan militer Taipei terus memantau armada tersebut.

Koo mengatakan bahwa kapal induk Liaoning berlayar ke sisi barat garis median Selat Taiwan. Garis median itu menjadi pembatas tidak resmi antara kedua negara, yang tidak diakui oleh Beijing.

Belum ada tanggapan langsung dari Kementerian Pertahanan Tiongkok atas laporan tersebut. (detik)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Empat Rumah Warga di Pintu Bosi Tapanuli Utara Hangus Terbakar
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com