Jakarta, SeputarSumut — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mempublikasikan peringatan dini cuaca untuk hari Minggu, 12 Juli 2026. Dalam edaran tersebut, sejumlah kawasan di tanah air diprakirakan masih menyimpan potensi dilanda guyuran hujan berintensitas sedang hingga lebat yang berpeluang dibarengi dengan embusan angin kencang.
Mengacu pada data peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG untuk rentang waktu periode 11-13 Juli 2026, tercatat ada lima wilayah yang dikategorikan berpotensi menghadapi guyuran hujan berintensitas sedang sampai lebat. Adanya potensi tersebut membuat masyarakat di kelima wilayah yang dimaksud diminta untuk mempertebal kewaspadaan demi mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang berpeluang melanda secara lokal.
Lintas Nasional: BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca 12 Juli 2026 Mengenai Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang
Rincian wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan skala sedang hingga lebat meliputi Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Sementara itu, untuk daftar wilayah yang memiliki potensi dilanda embusan angin kencang antara lain adalah Aceh, Bali, Kep. Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, serta Sulawesi Utara.
Pihak BMKG juga telah menegaskan bahwa untuk hari Minggu ini, tidak ada satu pun wilayah di Indonesia yang diproyeksikan bakal menghadapi hujan lebat sampai kategori sangat lebat. Di samping itu, laporan cuaca tersebut juga mengonfirmasi ketiadaan daerah yang berpotensi dilanda hujan dengan level sangat lebat hingga skala ekstrem.
Lebih lanjut, pihak BMKG memaparkan bahwa saat ini kondisi musim kemarau sudah mulai mendominasi di mayoritas area di Indonesia, situasi yang menyebabkan tingkat curah hujan diprediksi bakal terus mengalami tren penurunan.
“Pada dasarian I Juli 2026, sekitar 72,19 persen wilayah Indonesia diprediksi berada pada kategori curah hujan rendah. Sementara, 27,80 persen lainnya berada pada kategori menengah, tanpa wilayah yang diperkirakan mengalami curah hujan tinggi maupun sangat tinggi,” kata BMKG Dalam laporan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 7-13 Juli 2026, dikutip Minggu, 12 Juli 2026.
Berdasarkan prediksi BMKG, situasi iklim yang jauh lebih kering ini akan membentang luas di sebagian besar area Sumatra bagian selatan, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga ke area Papua.
“Meski begitu, hujan dengan intensitas menengah masih berpeluang terjadi di beberapa wilayah. Terutama Sumatra bagian utara dan tengah, Kalimantan utara, sebagian Maluku, serta wilayah pegunungan Papua,” ucap BMKG.
Berdasarkan penjelasan teknis dari BMKG, keberadaan peluang hujan di sejumlah titik tersebut dipicu oleh eksistensi beberapa faktor atmosfer tertentu. Beberapa di antaranya meliputi pergerakan aktif Madden-Julian Oscillation (MJO) fase 7, gelombang Kelvin, gelombang Rossby Ekuatorial, sampai dengan munculnya sirkulasi siklonik.
Perpaduan dari rupa-rupa fenomena atmosfer tersebut diyakini oleh BMKG masih sanggup menstimulasi pertumbuhan awan-awan hujan di atas langit Indonesia, walaupun pada realitanya saat ini kondisi tanah air sudah memasuki fase musim kemarau.
“Faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan pengangkatan massa udara dan mendukung pertumbuhan awan hujan. Sehingga, masih menyebabkan potensi hujan di sejumlah wilayah meskipun Indonesia tengah berada pada periode musim kemarau,” ujar BMKG.
Guna menghadapi situasi ini, warga yang menetap di kawasan dengan potensi hujan lebat diharapkan bisa terus menjaga kewaspadaan terhadap ancaman genangan air, banjir dalam skala lokal, insiden pohon tumbang, hingga tiupan angin kencang. BMKG juga memberikan imbauan kepada segenap lapisan masyarakat agar senantiasa mengikuti perkembangan informasi cuaca paling mutakhir yang disiarkan lewat saluran resmi, sehingga dampak negatif dari cuaca ekstrem dapat diantisipasi sejak dini.(*/rri)

