Medan, SeputarSumut – Guna menyokong program pemerintah dalam pendataan pascabencana di wilayah Sumatera, Badan Pusat Statistik (BPS) kembali menugaskan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) untuk terjun ke lapangan. Pada tahap ini, terdapat 60 mahasiswa yang secara khusus diberangkatkan untuk bertugas di Kabupaten Tapanuli Utara dan Kota Sibolga.
Langkah ini dijelaskan oleh Asim Sahputra selaku Kepala BPS Sumut sebagai pengiriman gelombang kedua. Program pendataan ini secara keseluruhan melibatkan 510 mahasiswa STIS yang tergabung dalam Satuan Tugas Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas R3P).
Info Medan: BPS Kirim Mahasiswa STIS ke Wilayah Sumatera
“Penerjunan adik-adik mahasiswa STIS ini merupakan wujud nyata komitmen BPS dalam upaya mempercepat pemulihan di daerah terdampak bencana melalui pendataan yang cepat,” jelas Asim saat menyambut para mahasiswa di Lanud Soewondo Medan, Kamis (15/1/2026).
Mengenai rincian tugas, para mahasiswa tersebut nantinya akan mengumpulkan data komprehensif mulai dari jumlah keluarga yang terdampak, tingkat kerusakan fasilitas umum, hingga infrastruktur yang hancur. Tak hanya itu, identifikasi kondisi lahan pertanian yang mengalami kerusakan juga menjadi agenda prioritas dalam kegiatan ini.
“Kegiatan pendataan di lapangan ini diproyeksikan tuntas pada 30 Januari mendatang. Seluruh data yang terhimpun akan menjadi landasan krusial bagi pemerintah dalam merancang kebijakan rehabilitasi serta rekonstruksi,” tambah Asim.
Pihak BPS tidak hanya fokus pada pengiriman personel ke lapangan, tetapi juga memastikan dukungan sistem pengolahan data berjalan secara maksimal. Hal ini dilakukan demi menjamin keakuratan informasi sehingga pemerintah dapat mengambil keputusan yang tepat dan cepat.
“Kami memberikan dukungan penuh kepada Satgas R3P untuk memastikan proses pemulihan pascabencana di Sumatera dapat terlaksana secara efektif dan tepat sasaran,” tegas Asim.
Peran strategis BPS ini sejalan dengan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 yang mengamanatkan instansi tersebut sebagai Ketua Bidang Pengelola Data Bencana. Dalam implementasinya, BPS bersinergi erat dengan jajaran TNI, termasuk dalam pemanfaatan armada pesawat TNI AU untuk mendistribusikan mahasiswa STIS ke berbagai lokasi bencana di Sumatera.(Siong)

