Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy
Jumat, Juni 5, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan PT Indako Trading Coy
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Berita Utama SeputarSumut
Beranda Politik

Bukan Politik Kebencian, dr. Sofyan Tan Pilih Jalur ‘Politik Kemanusiaan’ dan Garansi Beasiswa Anak Miskin

Oleh Redaksi 15
Senin, 1 Juni 2026
Foto: Di hadapan ratusan relawan dan tokoh masyarakat, Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi PDI-Perjuangan, dr. Sofyan Tan, menegaskan komitmennya untuk tidak terjebak dalam arus politik kebencian, melainkan konsisten mengusung gagasan 'Politik Kemanusiaan'.(SeputarSumut/Siong)

Di hadapan ratusan relawan dan tokoh masyarakat, Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi PDI-Perjuangan, dr. Sofyan Tan, menegaskan komitmennya untuk tidak terjebak dalam arus politik kebencian, melainkan konsisten mengusung gagasan 'Politik Kemanusiaan'.(SeputarSumut/Siong)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Medan, SeputarSumut — Ada yang berbeda dalam peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 yang digelar di Komplek CBD Polonia, Blok B, No. 86-87 Medan, Senin (1/6/2026). Di hadapan ratusan relawan dan tokoh masyarakat, Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi PDI-Perjuangan, dr. Sofyan Tan, menegaskan komitmennya untuk tidak terjebak dalam arus politik kebencian, melainkan konsisten mengusung gagasan ‘Politik Kemanusiaan’.

“Saya tidak pernah memainkan politik pecah belah. Saya tidak pernah memainkan politik kebencian, kemarahan, ataupun kecemburuan. Politik yang saya usung adalah politik kasih sayang, politik kemanusiaan,” ujar dr. Sofyan Tan dalam rangkaian peresmian Rumah Aspirasi tersebut.

Sorot Politik: Bukan Politik Kebencian, dr. Sofyan Tan Pilih Jalur ‘Politik Kemanusiaan’ dan Garansi Beasiswa Anak Miskin

Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy

Menurut Sofyan Tan, merawat Pancasila tidak cukup hanya dengan retorika, melainkan harus diwujudkan lewat tindakan nyata yang menyentuh langsung nasib rakyat kecil, terutama di sektor pendidikan.

Garansi Pendidikan: ‘Asal Miskin, Pasti Sekolah’

Sebagai legislator yang membidangi pendidikan, Sofyan Tan memanfaatkan momentum ini untuk memberikan jaminan sosial yang kuat bagi masyarakat kurang mampu di Sumatera Utara. Ia menegaskan bahwa pintu Rumah Aspirasinya akan selalu terbuka lebar untuk memutus mata rantai kemiskinan lewat jalur akademis.

Berita Terkait

DPRD Medan Soroti Pembangunan Jalur Khusus BRT

Dr Lily Dorong Bapenda Medan Lakukan Inovasi Tingkatkan PAD

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

“Orang miskin setiap kali menginjakkan kaki di sini, tidak mungkin tidak bisa mendapatkan beasiswa. Saya garansi mereka akan tetap sekolah dan kuliah, walaupun berasal dari keluarga miskin,” tegasnya.

Komitmen ini bukan tanpa bukti. Hingga saat ini, data relawan mencatat sudah ada sekitar 720 ribu orang yang menerima manfaat bantuan pendidikan yang dikawal langsung oleh Sofyan Tan. Masifnya jumlah penerima bantuan inilah yang membuat sang legislator mengaku tidak memiliki waktu untuk melayani dinamika politik yang tidak produktif.

“Menghubungi dan mencari 17 ribu orang penerima bantuan baru saja sudah menyita waktu relawan kami. Kami tidak punya waktu untuk melayani nyinyiran atau menjelek-jelekkan orang lain. Yang ada di pikiran kami hanyalah bagaimana membesarkan manfaat bagi masyarakat kecil,” tampiknya.

Kilas Balik Perjuangan dan Grafik Suara yang Terus Meroket

Konsistensi pada politik kemanusiaan ini terbukti linear dengan kepercayaan publik yang terus meroket tajam di daerah pemilihan Sumatera Utara. Sofyan Tan sempat mengenang masa-masa awalnya bergabung dengan PDI-Perjuangan pasca-kekalahan di pemilu DPD 2004, di mana ia didorong oleh tokoh senior Tan Sri Chandra untuk memiliki ‘kapal’ perjuangan yang resmi.

Sejak pertama kali ditempa di internal partai hingga dicalonkan oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri pada Pemilu 2014, grafik dukungan rakyat terhadap dirinya terus mencetak rekor baru:

  • Pemilu 2014: Meraih 113.716 suara personal dan mendongkrak total suara partai menjadi 363.024 suara.
  •  Pemilu 2019: Kepercayaan publik naik menjadi 158.495 suara personal.
  •  Pemilu 2024: Mencapai angka fenomenal dengan 279.334 suara personal, atau menyumbang hingga 52,9% dari total 528.081 suara partai.

Melihat tren positif yang digerakkan oleh politik kasih sayang ini, Ketua DPD PDI-Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon, yang turut hadir di lokasi, optimistis target raihan partai dapat dikerek naik menuju angka 600 ribu suara dan mengamankan 3 kursi legislatif pada Pemilu 2029 mendatang.

Menjaga Peradaban Lewat Misi Kebudayaan Keroncong

Selain pendidikan, implementasi nilai Pancasila dan gagasan Trisakti Bung Karno yang disuarakan Sofyan Tan mewujud pada komitmen pelestarian kebudayaan Nusantara. Acara yang dihadiri oleh lintas generasi ini secara khusus menampilkan musik Keroncong dari komunitas Delirama.

Sofyan Tan menilai, musik keroncong bukan sekadar hiburan masa lalu, melainkan simbol peradaban bangsa yang beradab dan tertib. Oleh karena itu, ia membawa misi besar dari Medan untuk diperjuangkan ke tingkat internasional.

“Saya memiliki utang sejarah sebagai anggota Komisi X untuk terus berjuang agar musik Keroncong diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda. Jika masyarakat kita berbudaya, maka rakyat kita akan lebih beradab dan tertib dalam berbangsa,” tuturnya.

Melalui wadah kolaborasi dengan berbagai komunitas, pelaku seni seperti Hafiz Taadi dan Hendri Perangin-angin, serta jurnalis perempuan yang dipimpin Khairiah Lubis, Sofyan Tan berharap gerakan kebudayaan ini terus mengalir. Ia meyakini, melalui penempaan generasi muda di Rumah Aspirasi, kelak akan lahir pemimpin-pemimpin baru yang berkualitas, bermakna, dan membawa dampak nyata bagi Indonesia di masa depan.(Siong)

Tags: Sofyan Tan
Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Kebakaran Hanguskan 30 Rumah Warga di Tanah Tinggi Jakarta Pusat pada Kamis Dini Hari
  • KAI Bandara Layani Lebih Dari 84 Ribu Penumpang di Sumatera Utara Selama Libur Waisak dan Iduladha 2026
  • Becak Motor Terbakar di SPBU Galang Deli Serdang Diduga Akibat Percikan Api Platina
  • Gubernur Sumut Bobby Nasution Tanda Tangani MoU Jejaring Pengampuan Mata dengan RS Mata Cicendo
  • Lionel Messi Jadi Pesepakbola Individu Pertama yang Raih Penghargaan Putri Asturias
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan

@ 2020 SeputarSumut.com

Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan terhadap penggunaan cookie. Kunjungi Kebijakan Privasi dan Cookie kami.