Medan, SeputarSumut — Anggota DPRD Kota Medan dr Faisal Arbie M Biomed mendukung program Perlindungan Sosial (Perlinsos) digital yang diluncurkan Kementerian Sosial. Sebab, pendistribusian bantuan sosial (Bansos) bagi warga miskin di Kota Medan tidak tepat sasaran.
“Kita sangat mendukung program Perlinsos tetapi jangan lah pendataan ini nantinya hanya memberi harapan palsu kepada rakyat miskin,. Karena itu, petugas harus proaktif dan memastikan seluruh warga terdata di prgram Perlinsos,” kata Faisal Arbie kepada wartawan, Senin (20/7/2026).
Sorot Politik: Dukung Program Perlinsos, DPRD Medan Minta Petugas Proaktif Data Warga
Faisal mengaku, selama ini banyak menerima keluhan terkait warga miskin yang tidak pernah menerima bantuan. “Artinya penyaluran Bansos selama ink tidak tepat sasaran dan terkesan sia-sia,” ujarnya.
Karena itu, Faisal Arbie mengingatkan petugas yang melakukan pendataan program Perlinsos supaya proaktif mendata warga yang sebenarnya. “Kepling harus terlibat, yang layak katakan layak. Bantu warga susah agar terhindar dari kesusahan,” tandas Faisal.
Politisi Partai NasDem itu juga mengajak warga Kota Medan agar koperatif melayani petugas yang mendata. “Jujur dan transparan sehingga ke depan penyaluran Bansos tepat sasaran. Warga penerima Bansos benar-benar berhak, bukan karena kedekatan dengan petugas atau pejabat,” tandas Faisal Arbie.
Menurut Faisal Arbie, mengingat Perlinsos menggunakan aplikasi dan perangkat digital dalam menginput data yang sasarannya masyarakat menengah ke bawah mska sistem ini juga akan membutuhkan waktu dan proses yang cukup panjang.
“Harapan kita masyarakat tidak sampai menunggu lama. Apalagi, terkesan hanya diberikan harapan palsu, padahal kenyataannya, pendataan belum rampung dibuat,” harap Faisal.
Sepeeti diketahui Perlinsos digital adalah portal resmi dari Kementerian Sosial yang memungkinkan masyarakat mendaftar, memverifikasi, dan memantau status bantuan sosial secara mandiri. Sistem ini terintegrasi dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD) untuk memastikan bantuan seperti PKH dan BPNT lebih tepat sasaran.
Untuk pendataan melalui program Perlinsos tersebut telah banyak melibatkan lembaga seperti Dinas Kependudukn dan Catatan Sipil (Disdukcapil), PLN, Samsat, DTSEN, BPJS Kesehatan, BKN dan BPN/ATR. Sehingga data-data warga akan tetkoneksi ke beberapa lembaga tersebut.(BEN)

