Pematangsiantar, SeputarSumut — Menyikapi informasi yang beredar mengenai ketersediaan MinyaKita di Kota Pematangsiantar, Perum Bulog Kantor Cabang Siantar bersama Dinas Perdagangan melakukan peninjauan langsung untuk memantau kondisi stok serta harga di lapangan. Kegiatan pengecekan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 7 Mei 2026, dengan menyisir area Pasar Horas Kota Pematang Siantar.
Sebagaimana regulasi yang berlaku, Menteri Perdagangan telah menetapkan BUMN Pangan, yakni Perum Bulog dan ID Food, sebagai Distributor Satu (D1) untuk produk MinyaKita. Berdasarkan mandat tersebut, Perum Bulog memiliki kewajiban untuk menyalurkan pasokan secara langsung tanpa perantara kepada para pedagang pengecer di pasar tradisional maupun pengecer yang berada di luar lingkungan pasar.
Kabar Daerah: Bulog dan Dinas Perdagangan Pastikan Stok MinyaKita di Pematangsiantar Aman Sesuai HET
Dari hasil pemantauan di lokasi, petugas memastikan bahwa MinyaKita masih tersedia di pasar tersebut. Selain itu, harga jual yang dipatok oleh para pengecer terpantau masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni senilai Rp15.700 per liter.
Kepala Bulog Cabang Pematang Siantar, Berdian Wiradika Damanik, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus menjalin koordinasi aktif dengan Pemerintah Daerah, Satgas Pangan Polresta, serta instansi terkait lainnya. Langkah ini diambil guna menjamin ketersediaan pasokan MinyaKita sehingga tetap mudah dijangkau oleh masyarakat sesuai aturan.
“Hari ini bersama Dinas Perdagangan Kota Pematang Siantar melakukan pengecekan langsung, dan dapat kita lihat Minyakita tersedia dengan harga yang sesuai ketentuan Pemerintah yaitu Rp15.700/liter” jelas Berdian.
Kegiatan monitoring terhadap fluktuasi harga dan ketersediaan pasokan ini tidak hanya menyasar wilayah Pematangsiantar, melainkan juga dilakukan secara rutin di seluruh penjuru Indonesia. Proses pemantauan dilakukan melalui pasar-pasar yang terdata dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) serta pasar-pasar lainnya demi menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok bagi warga.
Untuk memperkuat upaya stabilisasi harga dan pasokan, Bulog secara konsisten menempuh beberapa langkah strategis. Hal ini mencakup penguatan distribusi ke pasar tradisional dan lokasi penjualan strategis, serta melakukan pengawasan penyaluran secara berkala. Selain itu, Bulog juga memperluas jangkauan melalui jaringan resmi seperti Rumah Pangan Kita (RPK) dan memastikan distribusi tepat sasaran guna mencegah penyimpangan dalam rantai perdagangan.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diingatkan agar tidak terjebak dalam aksi pembelian berlebih atau panic buying. Pemerintah memastikan bahwa pasokan akan terus diupayakan mengalir secara bertahap ke pasar-pasar dan jaringan pengecer resmi.
Perum Bulog turut mengajak seluruh elemen untuk berpartisipasi dalam menjaga situasi pasar agar tetap kondusif dan menghindari pembangunan persepsi yang memicu keresahan. Jika ditemukan indikasi penjualan di atas harga resmi, praktik distribusi yang menyalahi aturan, hingga tindakan menggunting kemasan MinyaKita untuk dijual sebagai minyak curah, maka hal itu akan menjadi objek pengawasan bersama antara pemerintah dan aparat hukum.
Di sisi lain, Bulog berkomitmen untuk menyalurkan Bantuan Pangan (Banpang) berupa beras dan MinyaKita secara tepat waktu. Hal ini merupakan bagian dari tugas negara dalam menjaga ketahanan pangan nasional serta memastikan minyak goreng rakyat tetap terjangkau.
“Saya juga meminta komitmen dari para produsen minyakita yang ada di Sumatera Utara untuk dapat memasok ke Bulog dan juga memasok ke Distributor lainnya, sehingga Minyakita dapat tersedia dengan harga yang terjangkau” tutup Berdian.(REL/Siong)


