Medan, SeputarSumut — Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak resmi dilaksanakan oleh Pemerintah bersama Perum BULOG di 29 titik yang tersebar di seluruh wilayah Sumatera Utara guna menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan yang kerap dibarengi dengan fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Pemimpin BULOG Wilayah Sumut, Budi Cahyanto, dalam keterangannya pada Kamis (12/02/2026), menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama erat dengan berbagai pihak. Beliau menjelaskan mengenai rincian komoditas yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Berita Ekonomi: BULOG Sumut Gelar GPM Serentak di 29 Titik
“Selain beras SPHP, kami juga menyediakan Beras dan Gula. GPM ini merupakan kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mengantisipasi lonjakan harga dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan,” ujar Budi Cahyanto.
Perum BULOG sendiri telah mengalokasikan stok beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) sebanyak kurang lebih 99.800 Kg khusus untuk mendukung pelaksanaan GPM di puluhan titik tersebut. Adapun lokasi pementasan GPM ini mencakup area yang luas, mulai dari Kantor BULOG Wilayah Sumut, Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Markas Koramil Nias, hingga ke sejumlah kantor kecamatan dan beberapa gudang milik BULOG.
Penyebaran lokasi ke banyak titik ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi warga dalam menjangkau kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Budi Cahyanto menyatakan bahwa aksesibilitas menjadi kunci utama agar manfaat program ini benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Dengan tersebarnya titik pelaksanaan GPM tersebut, diharapkan dapat mempermudah aksesibilitas masyarakat untuk membeli komoditas-komoditas tersebut,” tambah Budi.
Mengenai ketahanan stok pangan nasional di daerah, BULOG Sumut memastikan posisi cadangan beras dalam kondisi yang sangat kuat menjelang Ramadan. Saat ini, tercatat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang-gudang BULOG Sumatera Utara mencapai 50.000 ton, sebuah jumlah yang dipastikan sangat aman untuk mencukupi kebutuhan setidaknya hingga dua bulan ke depan.
Budi Cahyanto juga menyampaikan optimisme bahwa ketersediaan stok tersebut akan terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini dimungkinkan karena BULOG Sumut secara konsisten tetap melakukan penyerapan gabah langsung dari para petani lokal di berbagai sentra produksi.
Dalam proses pengadaan tersebut, BULOG Sumut aktif melakukan penyerapan gabah hasil panen dengan harga beli yang kompetitif, yakni Rp6.500 per kilogram di tingkat petani. Namun, Budi memberikan imbauan khusus kepada para petani agar memperhatikan kualitas hasil panen sebelum menjualnya ke BULOG.
“Gabah dari petani yang sudah waktunya dipanen, jadi petani saya imbau untuk tidak buru-buru memanen padi. Tunggu sampai tiba waktu panen yang tepat agar kualitasnya maksimal,” pungkas Budi.(Siong)


