Sabtu, Juli 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Buntut Darurat Militer, Jaksa Tahan Jenderal Korea Selatan

Oleh Redaksi 15
Senin, 16 Desember 2024
Foto: Pasukan militer Korsel hendak masuk ke dalam gedung parlemen saat darurat militer diberlakukan pada Selasa (3/12) malam.

Pasukan militer Korsel hendak masuk ke dalam gedung parlemen saat darurat militer diberlakukan pada Selasa (3/12) malam.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Jaksa mengajukan surat perintah penangkapan untuk Kepala Komando Pertahanan Ibu Kota, Letnan Jenderal Lee Jin-woo. Lee diduga terlibat dalam darurat militer oleh Presiden Korsel Yoon Suk Yeol.

Dikutip Yonhap, Minggu (15/12/2024), keputusan tersebut diambil sehari setelah jaksa memeriksa Lee sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Lee telah ditahan pada Jumat malam.

Dunia Internasional: Buntut Darurat Militer, Jaksa Tahan Jenderal Korea Selatan

Iklan Indako SeputarSumut

Lee dituduh memerintahkan pengerahan pasukan darurat militer ke Majelis Nasional setelah Presiden Yoon mengumumkan darurat militer pada 3 Desember. Sebelumnya, dia telah dicekal ke luar negeri. Parlemen mencabut darurat militer tersebut tidak lama setelah diberlakukan.

Beberapa komandan militer sedang diselidiki atas peran mereka dalam menegakkan darurat militer. Lee adalah komandan tingkat tinggi ketiga yang ditahan untuk diinterogasi, usai penahanan mantan Menteri Pertahanan Kim Yong-hyun dan kepala Komando Kontraintelijen Pertahanan Letnan Jenderal Yeo In-hyung.

Lee telah diperiksa pada Sabtu (14/3) tentang dugaan keputusannya mengirim pasukan di bawah komandonya ke Majelis Nasional. Penyidik diharapkan mengusut instruksi Presiden Yoon kepada Lee usai mengumumkan darurat militer.

Berita Terkait

Delapan Biksu Buddha Tewas Ditabrak Truk Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun di Thailand

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Penyidik juga mencoba untuk menentukan apakah Lee telah mengetahui tentang rencana Yoon untuk mengumumkan darurat militer sebelumnya. Letnan Jenderal Kwak Jong-keun, kepala Komando Perang Khusus Angkatan Darat, telah mengakui mengetahui persiapan Presiden Yoon untuk keputusan darurat militer.

Awal bulan ini, Lee memberi tahu seorang anggota parlemen oposisi bahwa pasukan dalam gelombang pertama yang dikirim ke Majelis Nasional telah dipersenjatai tetapi ia telah memerintahkan mereka untuk meninggalkan senjata api di dalam kendaraan.

Lee kemudian dinonaktifkan dari tugasnya pada tanggal 6 Desember dan juga telah dikenakan larangan bepergian.

Selain itu, Hari ini Jaksa juga mengajukan surat perintah penangkapan untuk Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Park An-su. Dia sebelumnya juga dinonaktifkan terkait darurat militer.

Park An-su menjabat sebagai komandan darurat militer utama selama pemberlakuan perintah singkat oleh Presiden Yoon awal bulan ini. Jaksa telah menyelidiki keadaan seputar penerbitan dekrit militer dan rincian diskusi antara Park dan Presiden Yoon.

Park dinonaktifkan dari tugasnya Kamis lalu. Park menyebut selama sesi parlemen dia mengetahui pemberlakuan darurat militer melalui pidato Presiden Yoon yang disiarkan di televisi dengan mengklaim tidak bertanggung jawab atas penyusunan dokumen tersebut.

Kemudian surat perintah penangkapan juga diajukan untuk Kepala Komando Perang Khusus Angkatan Darat atas perannya dalam penerapan darurat militer. Letnan Jenderal Kwak Jong-keun dituduh menghasut kerusuhan untuk menumbangkan Konstitusi yang diduga berkolusi dengan Presiden Yoon.

Jaksa mengajukan surat perintah penangkapan untuk Kwak dari pengadilan militer atas tuduhan pemberontakan dan penyalahgunaan kekuasaan. Mereka dilaporkan mengajukan surat perintah dengan mempertimbangkan beratnya tuduhan dan kekhawatiran bahwa dia mencoba melarikan diri atau merusak barang bukti.

Selasa lalu, Kwak memberi tahu anggota parlemen kalau dia diperintahkan oleh Kim pada 1 Desember untuk mengamankan enam lokasi, termasuk Majelis Nasional, tiga kantor Komisi Pemilihan Umum Nasional dan markas besar oposisi utama Partai Demokrat. Perintah itu dikeluarkan dua hari sebelum pengumuman darurat militer.

Kwak juga mengatakan dia diperintahkan Presiden Yoon untuk mendobrak pintu dan “menyeret keluar” anggota parlemen di Majelis Nasional selama pemberlakuan darurat militer, tetapi menolak untuk mengikuti perintah setelah mendiskusikannya dengan pasukan di lokasi.

Meskipun Kwak mengaku menentang perintah, jaksa penuntut tetap yakin dia memainkan peran penting dalam dugaan pemberontakan tersebut. Kwak menjalani pemeriksaan oleh jaksa penuntut pada Senin dan Jumat lalu.

Pejabat yang telah ditangkap atas dugaan peran mereka selama pemberlakuan darurat militer termasuk mantan Menteri Pertahanan Kim Yong-hyun dan Letnan Jenderal Yeo In-hyung, kepala Komando Kontraintelijen Pertahanan. (detik)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Empat Rumah Warga di Pintu Bosi Tapanuli Utara Hangus Terbakar
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com