Jakarta, SeputarSumut — Keberhasilan luar biasa dicatatkan Atalanta saat menjamu Borussia Dortmund dalam laga leg kedua babak play-off 16 besar Liga Champions. Skuad berjuluk La Dea tersebut berhasil bangkit dari keterpurukan dan melakukan comeback yang sebelumnya dianggap hampir mustahil oleh banyak pihak.
Strategi Agresif Raffaele Palladino di Atleti Azzurri d’Italia
Update Olahraga: Comeback Dramatis Atalanta Singkirkan Borussia Dortmund di Liga Champions
Raffaele Palladino, pelatih kepala Atalanta, mengungkapkan rasa bangganya atas perjuangan anak asuhnya di lapangan. Menjelang pertandingan yang digelar di Stadion Atleti Azzurri d’Italia pada Kamis (26/2/2026) dini hari WIB tersebut, Atalanta membawa beban berat karena harus mengejar ketertinggalan defisit dua gol dari laga sebelumnya.
Pertandingan baru berjalan lima menit, tuan rumah langsung menghentak lewat gol cepat. Eksekusi matang dari Gianluca Scamacca berhasil mengoyak jala lawan dan memberikan harapan baru bagi publik Bergamo untuk membalikkan keadaan.
Dominasi Tuan Rumah di Babak Pertama hingga Gol Pengunci
Agregat pertandingan akhirnya berhasil disamakan oleh Atalanta sebelum turun minum babak pertama. Melalui skema serangan yang rapi, Davide Zappacosta sukses mencatatkan namanya di papan skor sekaligus membuat kedudukan secara keseluruhan menjadi imbang bagi kedua tim.
Memasuki babak kedua, tepatnya pada menit ke-57, posisi Atalanta menjadi semakin sulit dikejar oleh tim tamu. Mario Pasalic menambah keunggulan dengan mencetak gol ketiga yang membuat lini pertahanan Dortmund kian kewalahan meredam agresivitas pemain La Dea.
Perlawanan Dortmund dan Penalti Penentu Kemenangan
Borussia Dortmund sebenarnya sempat memberikan respon lewat gol balasan yang tercipta pada menit ke-75. Aksi individu dari Karim Adeyemi sempat menipiskan jarak skor dan memberikan tekanan psikologis bagi para pemain tuan rumah di sisa waktu pertandingan.
Namun, kepastian kemenangan Atalanta akhirnya dikunci oleh Lazar Samardzic yang bertindak sebagai algojo titik putih. Gol penalti tersebut memastikan laga berakhir dengan skor telak 4-1, sekaligus membawa Atalanta melaju ke fase berikutnya dengan kepercayaan diri tinggi.
Kebanggaan Italia dan Tantangan di Babak 16 Besar
“Sekarang kita harus menikmati momen ini. Malam-malam seperti ini memberikan kepercayaan diri, keyakinan, dan kegembiraan—sesuatu yang hampir tak terbayangkan,” ujar Palladino seperti dikutip dari situs resmi UEFA. Ia menegaskan pentingnya merayakan pencapaian istimewa ini sebelum fokus pada jadwal padat di kompetisi domestik maupun Eropa.
Hasil positif ini juga menempatkan Atalanta sebagai satu-satunya klub perwakilan Italia yang masih bertahan di babak 16 besar Liga Champions musim ini. Di fase selanjutnya, tantangan besar sudah menanti La Dea, di mana mereka dijadwalkan akan bertemu dengan salah satu raksasa Eropa antara Arsenal atau Bayern Munich.(*/dtk)


